Movies

The Incredibles 2

Di antara film-film Pixar adalah The Incredibles yang paling dinantikan sekuelnya oleh para penonton. Maklum saja, hampir semua cerita Pixar seperti Monster Inc., Up, Finding Nemo, Cars memiliki kisah yang tuntas… dan tak perlu dibuat lagi sekuelnya. Berbeda dengan The Incredibles. Walaupun film pertamanya sudah selesai tetapi ia berakhir dengan sebuah cliffhanger yang menjanjikan petualangan baru bagi keluarga super ini.

Toh walaupun Pixar menjadi kegilaan dengan sekuel di dekade ini (jumlah film sekuel / prekuel yang mereka produksi lebih banyak daripada film orisinil): The Incredibles 2 tak juga kunjung muncul. Proyek ini baru diumumkan secara resmi di tahun 2015 lalu dan akan dirilis di tahun 2018. Hampir semua pengisi suara film pertamanya kembali dalam sekuel setelah 14 tahun ini. Banyak pecinta Pixar menanti kembalinya The Incredibles bukan sekedar karena film pertamanya dianggap berkualitas tetapi juga karena genre superhero menjadi salah satu genre paling booming semenjak kelahiran MCU di tahun 2008.

1
They are back!

Anehnya walaupun film ini berjarak 14 tahun dari prekuelnya timeline dalam dunia filmnya sendiri bergerak langsung dari film pertamanya tanpa jeda. Walaupun keluarga Incredible sukses mengalahkan Syndrome dan menghentikan ulah jahat Underminer (di penghujung film The Incredibles), publik tetap memutuskan bahwa superhero lebih banyak membawa bencana ketimbang manfaat. Walhasil keluarga super ini kembali dipaksa untuk menyembunyikan identitas mereka. Bagaimana supaya para superhero bisa legal kembali? Jawabannya adalah dengan mengubah persepsi publik. Itulah hal yang ditawarkan kakak adik Deavor. Mereka ingin membayar kegiatan superhero dari Elastigirl dan merekam kegiatan itu supaya kepercayaan publik kembali. Itu berarti Bob sang suami kali ini bertugas menjaga anak-anak di rumah.

Orang mengatakan kalau The Incredibles 2 sekedar membalikkan premise dari The Incredibles pertama dan itu tak sepenuhnya salah. Akan tetapi membalik premis tak berarti The Incredibles 2 menjadi buruk. Mau tidak mau, walaupun 14 tahun sudah berlalu, konsep working mom dan stay-at-home dad masih menjadi sesuatu yang tak lazim. Menonton film ini sedikit banyak mengingatkanku akan film Anne Hathaway The Intern yang pernah mengangkat topik yang serupa. Konsep dunia yang memiliki superhero masih menarik untuk diangkat kendati untuk kali ini villain-nya terasa lemah dan kurang tergali. Apa sebenarnya tujuan utama Screenslaver? Mengkritik dunia yang kini makin menempel pada layar kaca (atau layar handphone) atau mengkritik keberadaan superhero yang membuat manusia menjadi pasif? Tidak pernah jelas.

2
Dinamika keluarga Parr

Untung saja walaupun villain film ini terasa lemah dinamika dari keluarga Parr masih menyenangkan untuk ditonton. Beberapa orang mengatakan kalau film ini terasa feminis karena mengagungkan sosok ibu yang serba bisa walau di dunia rumah tangga maupun profesional sementara sosok ayah akan kikuk bila diharuskan mengurus rumah tangga. Pada kenyataannya bisa jadi tidak begitu. Kekikukan dari Bob bisa jadi dikarenakan ini adalah kali pertamanya full time Bapak Rumah Tangga. Dan mengurus tiga anak dengan kekuatan super jelas tidak mudah. Benar saya terkadang kritis untuk film yang saya anggap kelewat feminis, tetapi ini tidak termasuk dalam kategori itu.

4
Is he super?

Adegan aksi dalam film ini juga seru karena Brad Bird sangat jago meramunya. Sekuens kejar-kejaran kereta dan motor misalnya menggunakan semua kekuatan super dari Elastigirl dengan cara yang cerdas. Saya jadi ingat betapa piawai Bird menggarap adegan beradrenalin tinggi dalam Mission Impossible: Ghost Protocol dan ia menunjukkan skill-nya sekali lagi dalam film ini. Dengan mundurnya John Lasseter sebagai kepala Pixar praktis tinggal Andrew Stanton, Lee Unkrich, Pete Docter, dan Brad Bird yang sekarang menjadi sesepuh di studio tersebut. Semoga keempatnya masih bisa menjadi pembimbing bagi studio ini menghasilkan film-film yang bermutu tinggi.

Pada akhirnya The Incredibles 2 adalah sebuah film animasi yang solid dari Pixar. Saya tidak tahu kalau ini akan menjadi klasik atau tidak sebab saya terhadap prekuelnya pun hanya biasa-biasa saja. Yang jelas setelah beberapa sekuel / prekuel yang buruk ataupun biasa saja, The Incredibles 2 menunjukkan kalau Pixar masih sanggup membesut kisah lanjutan yang apik. Melihat rekor-rekor yang telah dipecahkan film ini, apakah The Incredibles 3 akan digarap?

Note: Oh ya, jangan lupakan film animasi pendek Bao di awal film. Ketimbang The Incredibles 2, Bao merupakan film yang lebih berkesan! Tidak boleh dilewatkan!

Score: B+

Advertisements

One comment

  1. Setuju “bao” lebih superior dari film-nya sendiri. Aku sampe nangis nonton “bao.” Selanjutnya film “Incredibles” justru sangat generik. Gak nyangka ini film Pixar lho. Sejelek-jeleknya pixar di mata bnyk orang biasanya masih bagus dan berkesan, kok, macam Brave gitu; suka banget.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s