Demam BTS tengah melanda dunia.

Kalau kalian bukan penggemar K-Pop, membaca statement ini mungkin kalian akan berpikir. Ah bukannya Hallyu Wave sudah sejak sedekade yang lalu melanda dunia? Apa bedanya BTS ini dengan boyband maupun girlband Korea lain yang populer macam SNSD, Super Junior, dan teman-temannya? Jawabannya: beda. Popularitas BTS yang adalah singkatan dari Bangtan Sonyeondan (Bulletproof Boy Scouts) ini lebih mahsyur dibandingkan grup-grup yang saya sebut sebelumnya.

images
Burn the World!

Mereka adalah artis Korea (dan apabila tidak salah bahkan Asia) pertama yang mampu menduduki peringkat pertama pada Billboard Top Album… dua kali. Mereka melakukannya pertama kali melalui album Love Yourself: Tears dan sekali lagi mereka lakukan melalui Love Yourself: Answer. Tak heran nama mereka belakangan menjadi begitu melejit. Popularitas mereka, bagaimanapun, tidak datang dalam sekejab saja. Tahukah kalian bahwa BTS sudah debut di tahun 2013 dulu? Rasanya tidak sebab album-album awal mereka tergolong tidak laris di pasaran. Sampai tahun 2015 dan 2016 saja saya masih lebih familiar mendengar nama Super Junior dan EXO ketimbang mereka. Harap maklum, BTS tidak datang dari agensi-agensi besar di Korea sana macam SM Entertainment, YG Entertainment, maupun JYP Entertainment. Mereka datang dari Big Hit Entertainment yang tak punya artis lain selain mereka. Mengingat saya kurang lebih cukup mengerti pentingnya agensi dalam dunia artis, saya bisa paham dan respek dengan bagaimana BTS menjadi populer seperti sekarang: mereka mendobrak industri musik Korea yang persaingannya terkenal ketat tanpa bantuan koneksi agensi besar dan murni dengan talenta mereka sendiri!

images (1)
What makes them special?

Kesuksesan dari BTS mulai meledak ke pasaran global semenjak perilisan album Wings. Album-album yang mereka rilis sebelumnya telah membantu momentum di mana fans mereka makin lama makin menggunung. Oleh karena itu ketika BTS menyatakan akan melakukan tur keliling dunia yang diberi tajuk: LIVE TRILOGY EPISODE III: THE WINGS TOUR, fans seantero dunia bersorak. BTS melakukan konser mulai dari Chile dan Brazil di Amerika Latin, Amerika Serikat, pelbagai negara di Asia (ya termasuk Indonesia), dan sampai ke Australia. Bisa dibilang kesuksesan luar biasa dari tur WINGS tersebutlah yang makin meningkatkan pamor BTS hingga tingkat mereka hari ini: membuat dua album yang mereka rilis di tahun 2018 mampu menduduki peringkat pertama back to back di minggu perilisannya.

Burn the Stage adalah film dokumenter yang dipersiapkan oleh tim BTS untuk menunjukkan apa sih yang sebenarnya terjadi di balik tur yang berjalan hampir satu tahun lamanya itu. Dengan banyaknya interview, video penampilan, sampai latihan koreografi, Burn the Stage bisa dibilang adalah video behind the scene yang menunjukkan bahwa kesuksesan yang diperoleh BTS berasal dari kerja keras dan jerih payah mereka. Perilisannya cukup unik karena dibagi dalam delapan episode yang masing-masing memiliki segmen sekitar 25 – 30 menit dan dirilis di platform Youtube Red / Youtube Premium. Dengan kata lain siapkan kocek anda untuk menontonnya (sesuatu yang pasti sudah siap dilakukan para fans BTS yang menamakan diri mereka ARMY). Oh ya, saat review ini ditulis BTS menyatakan akan memformat ulang delapan episode ini, memotong beberapa bagian sembari menambahkan bagian lain untuk kemudian merilisnya dalam format layar lebar. Review ini adalah untuk format serial Youtube-nya.

Lantas bagaimana dengan kualitas dari Burn the Stage itu sendiri? Harus diakui cukup baik secara teknis. Salah satu hal yang kerap saya dengar dari para BTS ARMY yang menyatakan kenapa mereka menyukai BTS adalah karena ketujuh anggotanya tampil apa adanya dan tidak ditutupi. Dan itu memang terlihat dalam dokumenter delapan bagian ini. Beberapa kali para anggota BTS seperti Jimin dan Jin menyatakan keraguan mereka dalam tampil di hadapan umum. Atau bagaimana RM menyatakan bahwa ia terkadang belum cukup cakap tampil sebagai pemimpin maupun mediator dari teman-temannya (ia juga satu-satunya yang bisa berbahasa Inggris dengan lancar). Ada juga satu dua bagian yang cukup intens dalamnya ketika dua anggota BTS beradu pendapat dan bertengkar hebat hanya beberapa menit sebelum mereka tampil di panggung. Walaupun saya yakin tak semua footage ditampilkan, keberanian mereka menampilkan pertengkaran dan kegalauan mereka memberi nilai plus ketulusan mereka membagikan kisah hidup mereka.

images (3)
Kalimat bijak Jin

Bagi pecinta lagu BTS pun rasanya akan senang karena banyak sekali soundtrack lagu BTS diputar di tiap-tiap episodenya. Perlu diingat bahwa sebab ini merupakan dokumentasi dari konser di tahun 2017 kalian takkan menemukan lagu-lagu BTS terbaru seperti Idol atau Euphoria di dalamnya. Toh masih banyak lagu hits lawas mereka seperti Bomnal (Spring Days), Best of Me, Butterfly, dan banyak lagi. Singkat kata: kalau kalian penggemar BTS ada cukup banyak lagu mereka di sini untuk membuat kalian bernostalgia dengannya dan bagi kalian yang bukan (belum?) penggemar BTS, dokumenter ini bisa memberi kalian gambaran genre seperti apa yang mereka usung.

Sayangnya bagi kalian yang benar-benar buta sama sekali tentang BTS, langsung masuk ke dalam dokumenter ini bukan hal yang tepat. Kendati di episode 1 Burn the Stage memberikan penjelasan singkat mengenai siapa-siapa saja member dari BTS, kita tak diberi waktu lebih banyak lagi tahu tentang background mereka selain dari wawancara dan interaksi sesama member. Juga bagi mereka yang tak terlalu tahu mengenai industri K-Pop, mungkin sekali akan kebingungan ketika masuk menonton di awalnya. Pun begitu tak perlu khawatir bingung, setelah awal yang cukup cepat dokumenter ini lantas memperlambat tempo guna memperjelas perbedaan dari tiap-tiap karakter serta peranan mereka masing-masing di dalam grup. Kalau masih bingung mungkin bisa berkonsultasi dengan teman yang adalah BTS ARMY, saya yakin mereka akan senang menolong kalian – apalagi karena Indonesia adalah negara yang tercatat memiliki BTS ARMY terbanyak ketiga – hanya di belakang Korsel dan Filipina.

Saya juga kecewa bahwa serial ini sepenuhnya berfokus dari sudut pandang para anggota BTS saja. Alangkah baiknya kalau juga ada wawancara dari orang-orang lain di balik layar seperti para manager, makeup artist, fans sampai backup dancer. Apa yang membuat BTS berarti bagi para fans? Apa yang dilihat manager spesial dari ketujuh anak muda ini dulu sampai ia mau mengorbitkan mereka? Bila ada demikian tentunya dokumenter ini akan lebih sempurna dan tak hanya satu arah saja dari para member BTS saling menilai teman maupun menilai diri mereka sendiri.

mcux3T3
Tunggu rilis versi layar lebarnya kalau belum puas!

Singkat kata: apakah dokumenter ini lebih bagus dibandingkan One Direction: This is Us ataupun Michael Jackson’s This is It? Tidak juga. Akan tetapi Burn the Stage adalah film / serial yang layak ditonton bagi kalian yang ingin tahu lebih dalam mengenai siapa itu BTS dan ingin mengerti kenapa mereka bisa menjadi salah satu grup musik Asia tersukses sepanjang sejarah. Mengingat mereka baru saja diangkat menjadi Duta PBB dan meluncurkan album-album yang meledak di pasaran, dunia sepertinya bakalan semakin mengenal BTS lagi. Siap-siap saja.

Score: 8.0

Leave a Reply