Visual Novel adalah genre game yang terkadang dipandang sebelah mata oleh para gamer karena dua alasan. Alasan yang pertama adalah genre ini bisa dipertanyakan layak atau tidak disebut game mengingat sebagai pemain kita hanya menentukan sedikit (beberapa) pilihan saja sambil membaca cerita yang sudah disediakan. Alasan kedua adalah banyaknya konten dewasa dalam game-game seperti ini yang membuat rata-rata gamer tertarik sekedar pada konten seks dan pornografinya saja ketimbang menyimak jalan ceritanya secara keseluruhan.

Tentu saja ada pengecualian-pengecualian tertentu dari genre ini seperti Fate / Stay Night yang berkembang menjadi sebuah franchise populer maupun Katawa Shoujo, sebuah proyek independen dari gamer-gamer di forum Reddit. Salah satu game Visual Novel lagi yang bagi saya sukses mendobrak pandangan negatif itu adalah If My Heart Had Wings, sebuah novel buatan developer Pulltop dan ditranslasikan oleh MoeNovel.

heart 2
Does your heart have wings?

Game yang memiliki judul Jepang Kono Oozora ni, Tsubasa wo Hirogete bersetting di sebuah kota kecil di pinggiran Tokyo: Kazegaura. Protagonis dari cerita ini adalah Aoi Minase, seorang atlet sepeda yang karirnya terpotong setelah sebuah kecelakaan membuat lututnya tidak cukup sehat untuk ikut dalam pertandingan sepeda kompetitif lagi. Kehilangan tujuan dan motivasi hidup, Aoi pindah sekolah dan pulang kembali ke kampung halamannya. Masuk ke dalam Keifuu Academy, Aoi bertemu dengan seorang gadis nyentrik bernama Kotori Habane. Kenapa saya sebut nyentrik?

Alasannya adalah Kotori adalah seorang gadis tertutup karena cacat fisiknya. Separuh badan ke bawahnya lumpuh sehingga Kotori harus bersekolah dengan menggunakan kursi roda. Keminderan ini membuat Kotori lebih banyak berteman dengan bebek (saya tidak bercanda) daripada dengan manusia. Setelah berteman dengan Kotori, keduanya kemudian tertarik untuk memasuki klub sekolah yang tidak lazim bernama “Soaring Club“, ini adalah sebuah klub yang bertujuan membangun sebuah glider: sebuah pesawat kecil yang menggunakan tenaga angin untuk terbang, dan menerbangkannya. Di sana Aoi menekuni hobi barunya dan menemukan sebuah impian baru: mencapai langit dengan pesawat buatannya sendiri.

heart 1
Pilihan yang sulit!

Versi translasi dari If My Heart Had Wings dari MoeNovel ini sudah menghilangkan semua unsur pornografi dalam game (bisa direstorasi apabila kalian memiliki patch-nya yang dirilis para fans) tetapi itu sama sekali tidak mengulangi keapikan game ini. Poin terkuat dari If My Heart Had Wings tidak terletak pada hubungan intim dari Aoi dengan pacarnya (ada empat rute / gadis yang bisa kalian pilih) tetapi pada jalan cerita utama game ini: mengabulkan impianmu untuk menggapai langit. Nilai plus lain dalam game ini adalah semua rute yang kamu jalankan memiliki perbedaan cerita masing-masing karena gadis yang kamu dekati semua memiliki sifat yang berbeda-beda. Kotori adalah gadis pemalu yang suka marah-marah bila kamu telah mengenalnya lebih mendalam, Ageha adalah teman masa kecil yang diam-diam sudah lama menyukaimu, Amane adalah seniormu yang kekanak-kanakan tetapi jenius, sementara Asa dan Yoru adalah dua juniormu yang kembar. Kendati awalnya mereka seperti stereotipe gadis anime, dalam skenario pribadi mereka semua karakter ini akan mengejutkanmu dengan depth karakter mereka.

Walaupun ada perubahan jalan cerita untuk setiap skenario dengan gadis-gadis yang ada, mengingat semuanya adalah anggota dari Soaring Club, jalan cerita utamanya masih sama: menciptakan sebuah pesawat glider dan membawanya terbang sebelum kalian lulus. Saya salut untuk tim translasi game ini karena mampu menjelaskan banyak istilah-istilah teknis dalam dunia gliding, sebuah dunia yang niche untuk pembaca novel awam. Saya merasa jauh lebih mengerti mengenai mekanisme dan istilah-istilah gliding seperti updraft dan downdraft wind, fuselage, fungsi-fungsi tail, cockpit, sampai wing dalam dunia aviasi. Tidak hanya itu, game ini juga membuat saya sangat kesengsem untuk bisa melihat fenomena alam yaitu gugusan awan bernama Morning Glory – sebuah fenomena yang menjadi sasaran utama para anggota Soaring Club dalam game ini.

heart 3
Banyak skenario yang bisa dimainkan

Kualitas grafis dan musik dalam game ini pun layak diacungi jempol, pemandangan di dalam dunia game ini sangat cantik baik background maupun ilustrasi-ilustrasi berbagai karakter yang hidup di dalamnya. Dengan lebih dari 15 karakter utama di dalam game ini saya terkejut melihat ilustrator dalam game ini mampu menggambar dengan detail berbagai ekspresi untuk setiap karakter di dalamnya, impresif sekali. Game ini pun memiliki dua lagu opening yang berbeda, sama-sama dalam tempo upbeat yang tiap mendengarnya membuat saya kangen untuk bisa kembali ke kota Kazegaura yang jauh dari hiruk pikuk metropolitan yang saya tinggali di dunia nyata.

Apabila ada kelemahan dalam versi translasi If My Heart Had Wings, itu terletak pada skenario Ageha yang translasinya sangat buruk dibandingkan dengan skenario-skenario lainnya. Selidik punya selidik, banyak momen dalam skenario Ageha ini didorong oleh konten-konten dewasa di dalamnya. Mengingat semua konten dewasa ini dipotong jalan cerita dalam skenario Ageha menjadi membingungkan dan adegannya terasa melompat-lompat, sedikit saya sayangkan mengingat Ageha sebenarnya adalah salah satu gadis favorit saya. Bisa dipahami juga kenapa skenario ini terbilang jauh lebih singkat dibandingkan dengan skenario-skenario lainnya. Omong-omong soal play time game ini, apabila kalian ingin menamatkan semua skenario yang ada, diperlukan waktu sekitar 40 – 50 jam, tergantung dari kecepatanmu membaca.

Secara keseluruhan baik bila kamu adalah seorang yang belum pernah membaca Visual Novel ataupun sudah sering membacanya, If My Heart Had Wings adalah game / novel yang layak masuk dalam koleksimu. Terlepas dari beberapa momen fanservice di dalamnya ia memiliki salah satu kisah paling heartwarming dan uplifting yang saya baca dalam beberapa tahun terakhir. Saya tidak malu mengakui bahwa saya menangis dalam klimaks ending di skenario dari Kotori dan Amane, that’s how good the writing is!

Score: 8.5

2 Comments

Leave a Reply