Saya adalah satu dari banyak pembaca yang kehilangan kisah Elseworld milik DC. Bagi saya banyak kisah terbaik DC berasal dari lini Elseword di mana imajinasi para pencipta komik tidak dibatasi oleh kungkungan sejarah dan mitologi karakter yang telah ada berpuluh-puluh tahun lamanya. Kisah-kisah klasik seperti Superman: Red Son misalnya merupakan kisah Elseworld populer (dan yang memperkenalkan saya pada dunia komik). Bahkan bisa dibilang kisah paling terkenal dari Batman: The Dark Knight Returns pun memiliki konsep Elseworld, sebuah dunia paralel yang berbeda dari mitologi DC yang kita kenal selama ini. Batman: White Knight adalah upaya DC mengangkat era keemasan tersebut. Ditulis dan digambar oleh Sean Murphy, premise dari kisah Batman: White Knight adalah pertanyaan bagaimana bila Joker berhasil disembuhkan dari kegilaannya dan menjadi penyelamat bagi kota Gotham? Apabila Gotham memiliki sosok Dark Knight dalam diri Batman, bisakah Joker menjadi sang White Knight bagi kota Gotham?

images (1)
Otak-otak?

Batman sudah muak dengan Joker. Dengan segala tingkah laku nyentriknya Joker adalah kriminal yang paling berbahaya di kota Gotham dan Batman memutuskan untuk menghabisinya. Ketika Joker sudah menyerah dan memohon pengampunan, alih-alih mengampuninya Batman justru mencekoki Joker dengan pil obat yang tak teruji penggunaannya, mengharapkan supaya Joker mati dengan overdosis. Bukannya tewas Joker justru selamat dan sembuh dari kegilaannya. Kejeniusan itu membuat Joker – yang kini ingat bahwa ia bernama Jack Napier – bisa melihat dengan jelas bahwa permasalahan kota Gotham selama ini bukan terletak pada dirinya maupun para super kriminal lain di Gotham, penyakit utama kota tersebut adalah sang manusia kelelawar! Berapa kali saat Batman mengejar kriminal ia tak memikirkan keselamatan warga sekitar? Kenapa selama bertugas Batman tak pernah mau bekerja sama dengan sistem keadilan yang ada (seperti pihak kepolisian Gotham). Banyak argumen yang diangkat oleh Joker dalam komik mini-seri delapan bagian ini hingga membuat pembaca turut berpengaruh mendukung pola pikir Joker. Pendapat publik juga dengan cerdas direferensikan dalam panel-panel pembawaan berita, mengingatkanku dengan metode sama yang pernah oleh dipakai oleh Watchmen.

Batman_White_Knight_Vol_1_1
Sang Ksatria Putih

Apa yang membedakan karya Sean Murphy dengan karya-karya Batman lain adalah bagaimana sosok yang difokuskan dalam komik ini bukan sekedar pada Batman saja. Protagonis utama dalam kisah ini tentunya adalah Jack Napier dan hubungannya dengan orang-orang di sekelilingnya termasuk Batman, Harley Quinn, sampai Komisioner Gordon. Menyenangkan untuk membaca bagaimana Napier dan Batman saling beradu cerdik untuk saling mengakali satu sama lainnya. Ironis melihat bagaimana keduanya sesungguhnya menginginkan hal yang sama bagi Gotham tetapi memiliki cara yang berbeda untuk menggapainya. Di luar keduanya saya salut dengan bagaimana Sean Murphy juga tak lupa memberikan fokus kepada karakter-karakter sekunder lain macam Batgirl, Komisioner Gordon, Nightwing, Alfred, sampai Mister Freeze. Apabila kalian kerap membaca kisah-kisah Batman yang penuh hiruk pikuk aksi seru, kisah White Knight ini terasa mampu membumikan karakter-karakter Batman yang kita kenal selama ini. Sean Murphy pun dengan pintar mampu memasukkan beberapa elemen politik di kota Gotham yang relevan dengan situasi politik Amerika saat ini – di mana ada jurang sosial yang besar memisahkan si kaya dan si miskin.

Pun pada akhirnya walaupun Murphy tidak lupa berfokus kepada keluarga Batman dan para karakter sekunder, elemen utama dalam cerita ini tetaplah hubungan antara Batman dan Joker itu sendiri. Sesungguhnya ketika saya mendengar proyek ini pertama digagas saya merasa skeptis dengannya. Sosok seperti Two-Face, Penguin, bahkan Mr Freeze adalah karakter yang bisa digali humanisme di baliknya tetapi Joker selama sejarah penerbitan bisa dibilang merupakan sosok psikopat anarkis yang tak memiliki belas kasihan terhadap orang lain sama sekali. Betapa terkejutnya saya melihat Sean Murphy melalui penulisan dan artworknya mampu menggambarkan sosok Joker / Jack Napier yang simpatik… tak hanya melalui hubungannya dengan Batman saja tetapi juga hubungannya dengan Harley Quinn.

images
Para Secondary Character yang tak dilupakan

Nama Sean Murphy jujur agak asing di telinga saya. Bukannya tak pernah mendengar namanya tetapi lebih tepatnya saya tak pernah membaca karyanya sebelum ini (termasuk kerjasamanya dengan Mark Millar dalam Chrononauts). Oleh karena itu saya cukup terkejut melihat artwork Murphy di komik ini. Kendati judulnya “White Knight” Murphy menggambar kota Gotham dan karakter-karater di dalamnya dengan elemen gritty ala film detektif noir. Saya sangat suka dengan artwork Murphy yang secara pas menghidupkan cerita yang ia tulis. Porsi gambar Murphy untuk adegan aksi maupun momen-momen personal dialog antar karakter tampil seimbang. Turut membantu menghidupkan artwork dari Murphy adalah warna-warna gelap yang apik dari Matt Hollingsworth. Singkatnya: ini adalah komik yang sangat cantik untuk kalian koleksi. Jangan heran kalau beberapa tahun mendatang DC kan merilis versi deluxe-nya.

images (2)
Analogi Police Brutality?

Sebagai sebuah cerita yang terputus dari komplikasi sejarah DC, mengangkat tema what if yang menarik, dan disertai dengan konklusi yang tuntas, saya tak ragu menyebut Batman: White Knight salah satu kisah Batman (atau Joker?) terbaik yang saya baca di beberapa tahun terakhir.

Score: 9.5

Leave a Reply