Percaya tidak bahwa selama karirnya Denzel Washington TIDAK PERNAH bermain dalam sebuah film sekuel.

Tidak percaya? Silakan lihat sendiri resume karirnya di IMDB. Saya tunggu.

Sudah?

Ya. The Equalizer 2 adalah film pertama di mana Denzel Washington akhirnya bermain dalam sebuah film sekuel, berkolaborasi kembali dengan Antoine Fuqua untuk yang keempat kalinya setelah Training Day, The Equalizer, dan The Magnificent Seven.

Apa gerangan spesialnya film ini sampai Denzel Washington mau memecahkan telur memerankan ulang karakter yang sama untuk kali kedua?

Dalam film sekuel ini Robert McCall masih melanjutkan pekerjaannya untuk diam-diam menolong orang yang dizolimi. Film ini bahkan dibuka dengan ia pergi ke Turki untuk menghabisi seorang ayah jahat yang rela menculik anaknya sendiri demi balas dendam kepada sang istri yang bercerai dengannya. Hidup McCall masih berjalan hari demi hari dalam kekosongan – hanya dengan selingan sesekali dikunjungi oleh sahabatnya Susan dan sang suami Brian. Di tengah kehidupan sehari-harinya ini McCall, yang bekerja sebagai supir online Lyft (semacam Grab / Uber / Gojek) juga berteman dengan beberapa penumpang langganannya.

equa1
Denzel is back

Kematian dari seorang sahabat memecah hari-hari damai hidup McCall. Memutuskan untuk keluar dari pensiunnya, McCall memutuskan untuk mencari tahu siapa sebenarnya dalang di balik kematian sahabatnya itu.

Setelah kesuksesan Taken ada banyak film tentang orang tua yang kick-ass kemudian digarap juga. Akan tetapi tak banyak di antara mereka yang sukses. Mulai dari Mel Gibson, Kevin Costner, sampai Sean Penn, ada banyak aktor-aktor gaek kemudian mencoba peruntungan mereka dalam genre serupa walaupun pada akhirnya gagal. The Equalizer dari Denzel Washington sukses meraup lebih dari 100 Juta USD di tahun 2014 lalu dan merupakan salah satu imitator yang sukses. Di tengah keringnya film-film Sony yang sukses di box office, saya tidak heran mereka kemudian menggarap The Equalizer 2. Toh nama Denzel Washington masih sangat menjual sebagai aktor kawakan. Dan percaya tidak percaya sebelum Liam Neeson terkenal sebagai aktor gaek yang jago dalam Taken, Denzel Washington sudah lebih dahulu menjajal genre tersebut dalam Man on Fire. Faktanya selain Man on Fire dan The Equalizer, Denzel Washington bahkan sudah memerankan sosok serupa juga dalam film Safe House dan The Book of Eli dan 2 Guns dan The Magnificent Seven!

equa3
Jangan macam-macam ya?

Dan pada akhirnya The Equalizer 2 hadir sebagai film yang cukup menghibur. Pacing dari film ini tergolong pelan dan terkadang juga terasa dipanjang-panjangkan dengan begitu banyaknya subplot yang sebenarnya tak seberapa penting dengan jalan cerita utama berjalan. Peduli tidaknya kalian dengan subplot-subplot tersebut adalah penentu apakah kamu suka tidak dengan film ini. Beberapa kali Fuqua sempat menyelipkan pesan tentang ketidakadilan terhadap orang kulit hitam – walaupun untungnya akting apik dari Denzel menjaga supaya adegan ini tidak terasa menggurui. Saya harus acungkan jempol kepada Denzel Washington. Dua Piala Oscar yang ia terima selama karirnya jelas bukan sekedar pajangan belaka karena ia masih saja mampu membangun adegan dengan momen yang powerful.

Di sisi lain kalau kita bicara mengenai adegan aksinya, Fuqua sebagai seorang sutradara menggarapnya dengan cukup kompeten tetapi ia tak bisa menutupi fakta bahwa pada banyak pertarungan close combat yang ada pertarungan dilakukan oleh stuntman dan bukannya oleh Denzel sendiri. Saya tak menyalahkan dia. Semenjak muda pun Denzel adalah aktor watak dan bukan aktor aksi. Lagipula ia sudah mendekati 65 tahun. Bagaimana mungkin kamu masih mengharapkan dia lompat-lompat pukul-pukul lincah? Tak semua orang seperti Tom Cruise tahu?

FILM-EQUALIZER-REVIEW
Still a bad-ass

Dengan kesuksesan film ini dan masih terbukanya pintu untuk sekuel selanjutnya, saya takkan heran kalau film ini akan digenapkan menjadi trilogi oleh Sony. Hanya saja kali ini tolong jangan terlalu banyak memasukkan subplot ke dalam cerita.

Score: B+

Leave a Reply