Komik kematian Superman dirilis di tahun 1993 lalu dan hingga hari ini masih menjadi salah satu kisah komik yang paling laris sepanjang masa. Bisa dibilang buku komik tersebut memperkenalkan salah satu karakter villain paling ikonik bagi Superman di luar Lex Luthor dan General Zod: monster yang tak terhentikan bernama Doomsday. Begitu ikoniknya kisah kematian Superman ini sampai-sampai DC telah mengangkatnya beberapa kali baik dalam bentuk animasi maupun dalam versi layar lebar.

Salah satu momen kematian Superman yang terinspirasi dari komik ini diangkat di serial animasi Justice League episode Hereafter – walaupun Superman tak menghadapi Doomsday dalam kisah tersebut. Kemudian film animasi berjudul The Death of Superman juga dirilis beberapa tahun silam. Paling terakhir sebelum film animasi ini kematian dan kebangkitan Superman diangkat dalam layar lebar melalui klimaks film Batman v Superman: Dawn of Justice dan Justice League. Jadi apa bedanya The Death of Superman ini dengan semua kisah kematian Superman lainnya? Masih adakah nilai spesial dari kisah ini?

images (4)
The Iconic Cover

Jawabannya: iya. Sebab kisah ini mengambil setting pada The New 52 dari dunia animasi DC. Bagi kalian yang tidak tahu dunia perfilman DC sebenarnya memiliki tiga universe primer yang berbeda saat ini. Yang paling terkenal adalah DCEU di layar lebar yang berawal dari proyek Man of Steel sampai Justice League dan seterusnya. Universe lain adalah Arrowverse yang digawangi oleh Greg Berlanti dan berisi serial seperti Arrow, Flash, Supergirl, dan Legends of Tomorrow. Satu lagi Universe DC adalah Universe dunia animasi yang berawal dari Justice League: The Flashpoint Paradox (pada endingnya) dan benar-benar dimulai dari Justice League: War. Kisah animasi ini sudah berkembang memperkenalkan pada penonton tak hanya grup Justice League tetapi juga anggota Titans di dalamnya. Artinya film animasi berdurasi kurang lebih 75 menit ini tidak perlu lagi melakukan setup memperkenalkan karakter-karakter di dalamnya dan apa saja masalah yang mereka hadapi.

Inti dari The Death of Superman masih sama: kehadiran misterius dari Doomsday ke dunia. Begitu ia mencapai dunia monster ini perlahan tapi pasti melangkah ke Metropolis sambil menghabisi semua yang menghalanginya. Begitu tingkat destruksi monster ini makin lama makin meningkat, anggota-anggota Justice League dipanggil untuk menghentikannya. Bisa ditebak bahwa Doomsday dengan kekuatannya mampu mengalahkan mereka semua dan hanya Superman sajalah yang bisa menghentikannya.

images (6)
Wonder Fighter

Ini adalah jalan cerita simpel tetapi digambarkan dengan sangat efektif di dalam film ini, jauh melebihi semua format-format lain kisah The Death of Superman, termasuk bahkan kisah orisinilnya. Kenapa begitu?

Bagi pembaca komik The Death of Superman dulu, kekalahan Justice League di tangan Doomsday terasa mentah. Tidak ada Hal Jordan sebagai Batman, tidak ada Barry Allen sebagai Flash, Bruce Wayne dan Diana sebagai Batman dan Wonder Woman pun absen. Justice League di saat tersebut hanya berisi para superhero sekunder sehingga tak heran Superman seakan harus bekerja keras sendirian menghadapi Doomsday. Lini Justice League di sini berbeda total. Di sini semua anggota utama Justice League mulai dari Batman hingga Cyborg hadir dan semuanya mengeluarkan usaha terbaik mereka menghentikan Doomsday. Kengerian dan kekuatan Doomsday dibangun perlahan-lahan di mana ia mampu mengalahkan Green Lantern, Flash, sampai Batman dan Wonder Woman sekalipun. Seperti yang dikatakan oleh Superman dalam salah satu dialog di film ini: “I am the Cavalry“. Dia adalah senjata pamungkas yang dimiliki Justice League. Kalau ia kalah, nasib bumi pun tamat. Ini langsung membuat pertarungan antara Superman dan Doomsday epik dan penuh berisiko tinggi.Tambahan lagi koreografi pertempuran yang habis-habisan membuat saya sesekali menahan nafas seakan merasakan pertarungan dua makhluk super ini adu jotos.

images (3)
Comic Cover

Saya sangat mengapresiasi Sam Liu dan James Tucker yang tidak terburu-buru masuk ke dalam pertempuran habis-habisan antara anggota Justice League melawan Doomsday. Selama hampir 30 menit pertama film ini seakan hanya merupakan sambungan dari kisah Justice League sebelumnya, terutama pergumulan dalam diri Clark Kent yang ingin menyatakan identitas rahasianya kepada Lois. Adegan-adegan ini efektif dan penting sebab membuat penonton ingat bahwa Superman, terlepas dari kesempurnaan yang selalu diasosiasikan dengan dirinya, juga bisa galau dalam hal percintaan dan ragu bagaimana melangkah lebih lanjut dalam hubungan percintaannya dengan Lois Lane. Kalian yang tahu bahwa film ini akan bersambung dalam sekuel berjudul Reign of Supermen pun bakalan menyadari ada beberapa Easter Egg disisipkan untuk pengenalan empat karakter Superman yang bakalan muncul di sekuelnya nanti.

images (5)
The Ex Probem?

Sosok Superman di sini adalah sosok Superman yang digambarkan dengan benar. Sosoknya hangat, relatable, selalu tersenyum dalam menyelamatkan Metropolis, dan di salah satu pertarungan melawan Doomsday ia bahkan sempat berhenti dan menyelamatkan nyawa seorang anak. Saat saya menonton film ini sulit untuk tidak melihat bahwa sebenarnya DC sudah punya resep sukses untuk sosok Superman yang benar – dan itu jelas bukan sosok Henry Cavill yang selama Man of Steel dan Batman v Superman kerjaannya merenungi takdir melulu. Tak hanya sosok Superman yang tergambar dengan benar di sini melainkan juga Wonder Woman. Bahkan mengikutkan penampilan ikonik dari Lynda Carter dan Gal Gadot dalam penilaian sekalipun, saya berani bilang bahwa Wonder Woman yang saya lihat di dalam film ini adalah Wonder Woman terbaik, seorang sosok warrior yang brutal, efisien, dan elegan.

Apabila ada kelemahan dalam film ini, itu terletak pada kualitas animasinya yang kadang kurang konsisten. Saya tidak tahu apakah itu disebabkan karena budget film ini lebih rendah (karena harus dibagi ke dalam dua film) tetapi ada adegan-adegan tertentu di mana kualitas animasi film ini menjadi jauh di bawah standar semestinya. Tidak banyak tetapi tetap menganggu. Toh kalau kalian bersedia sedikit tutup mata akannya, kalian akan dihibur dengan sebuah tontonan aksi yang benar-benar fun. Apakah ini versi definitif dari The Death of Superman? Jawabannya jelas: Ya.

Score: A

1 Comment

Leave a Reply