Sudah baca berita yang sedang santer dilaporkan di situs-situs bisnis belakangan ini? Dunia ekonomi heboh menyebutkan bahwa Indonesia merupakan negara tujuan investasi kedua terbaik di dunia! Sungguh sebuah prestasi yang mengesankan bagi negara Indonesia bukan? Ini juga menambah semangat dan kepercayaan publik untuk terus gencar menambahkan investasi mereka dalam bentuk Rupiah, seperti membeli saham, reksadana, maupun surat obligasi.

Tapi bagaimana kalau kalian ingin mendiversifikasikan portfolio kalian? Apakah ada tempat yang lebih menarik selain Indonesia untuk menaruh uang kalian? Ada banyak pilihan tentu saja dan yang paling terutama adalah pasar saham Amerika. Siapa tidak kesengsem ingin memiliki saham perusahaan-perusahaan terkenal ala Facebook, McDonalds, sampai Amazon? Pun begitu membeli saham di Amerika bukan hal yang mudah karena walaupun ada platform online untuk melakukannya,harga saham Amerika rata-rata jauh lebih mahal ketimbang saham-saham di negara Asia Tenggara.

5104226627001_5222667842001_5214906175001-vs
Welcome to the Pearl of the Orient!

Nah buat kalian yang dompetnya lebih cekak tapi masih ingin melakukan diversifikasi dengan membeli saham di luar negeri, kenapa tidak melirik negara Filipina? Negara di bawah pimpinan Duterte ini telah disebut sebagai negara tujuan investasi TERBAIK (ya, kalau Indonesia nomer dua, Filipina nomer SATU) di dunia dan analisa tersebut tidak salah. Salah satu pasar saham yang tumbuh secara dinamis selama 10 tahun belakangan selain IHSG adalah PSE (Philippines Stock Exchange). Terdapat banyak sekali saham-saham menarik yang bisa mendorong pertumbuhan portfolio kalian di negara ini. Jadi, tertarik untuk berinvestasi di negara ini? Baca lebih lanjut.

APA YANG DIPERLUKAN?

Di luar dugaan, regulasi orang asing untuk berinvestasi di negara Filipina sangat sederhana sekali. Kalian hanya membutuhkan tiga hal ini saja:
1. Rekening Bank di Negara Filipina : Filipina memiliki banyak Bank tetapi tiga yang terbesar adalah BDO (Banco de Oro), Metrobank, dan BPI (Bank of the Philippines Island). Orang asing yang hendak membuka rekening di Bank tersebut tidak sulit melakukannya. Cukup membawa Paspor dan satu dokumen pendukung (saran saya: akte lahir) saja maka akan diberikan Rekening Bank yang baru.

2. TIN atau disebut juga sebagai Tax Identification Number. Anggap saja ini sebagai NPWP kalian. Lagi-lagi proses pembuatannya tidak rumit. Kalian tinggal mendatangi BIR (Bureau of Internal Revenue alias Kantor Pajak) di mana dalam waktu beberapa jam saja proses pembuatan TIN bisa diselesaikan.

3. Akun di Sekuritas : Untuk melakukan jual beli saham kalian perlu melakukannya melalui lembaga Sekuritas. Lembaga Sekuritas yang saya rekomendasikan bagi kalian adalah COL Financial. Apabila kalian sudah memiliki TIN dan Rekening Bank, kalian tinggal melampirkan fotokopi Paspor saja untuk membuka akun di Sekuritas tersebut. Dengan dana rekening hanya 1000 PHP (ekuivalen Rp 300,000) saja kalian sudah bisa mulai jual beli saham di Filipina. Simpel sekali bukan?

INVESTASI DI SAHAM APA?

Prinsip saya dalam melakukan investasi saham di negara manapun baik Indonesia, Amerika, Filipina, dan manapun sama: berinvestasi di saham-saham Blue Chip alias saham yang memiliki fundamental yang kuat. Saham-saham Blue Chip ini tidak selalu serta merta menjanjikan nilai ROI (Return on Investment) yang tinggi dalam sekejab, tetapi dalam jangka panjang ia adalah saham-saham yang tahan banting dan selalu bisa tumbuh kembali walau dihajar krisis moneter.

Cara untuk mengecek apa saja saham Blue Chip di Filipina adalah dengan mengecek saham yang tergabung dalam komposit index PSEi (Philippines Stock Exchange Index). Mirip dengan IDX30 atau LQ45, PSEi berisi dari 30 saham perusahaan di Filipina yang dianggap sebagai saham yang memiliki Market Cap besar, Fundamental dan Pertumbuhan perusahaan yang konstan dari tahun ke tahun, juga aktif diperjualbelikan.

Kendati demikian tentu saja tidak mungkin bagi kita untuk melakukan investasi pada semua 30 saham yang ada di PSEi bukan? Diversifikasi itu baik tetapi diversifikasi yang berlebihan juga tidak benar. Lagipula bukankah berinvestasi di Filipina saja sudah merupakan diversifikasi karena kalian menanamkan modal kalian di luar pasar Indonesia? Saran saya pribadi memiliki lima hingga maksimal delapan saham di dalam portfolio sudah sangat lebih dari cukup.

SAHAM YANG SAYA SUKAI

(DISCLAIMER: INI BUKAN SARAN INVESTASI, SELALU LAKUKAN RISET KALIAN SENDIRI TERLEBIH DAHULU APABILA INGIN BERINVESTASI DI PASAR SAHAM, SEGALA KERUGIAN YANG DIALAMI BUKAN TANGGUNG JAWAB SAYA)

Hampir sama dengan Indonesia Filipina juga memiliki berbagai sektor Industri seperti PERBANKAN, KONSUMSI, MEDIA, PERTAMBANGAN, dan banyak lagi. Di bawah ini saya akan menyebutkan lima saham yang paling saya sukai di Filipina berikut perkembangan mereka selama empat tahun terakhir dan kondisi perusahaan terkini.

1. BDO (Sektor Perbankan)
BDO atau Banco De Oro adalah Bank terbesar di Filipina yang dikelola oleh grup Henry Sy. Henry Sy adalah konglomerat terkaya di Filipina (dan Asia Tenggara) dengan jumlah kekayaan melebihi 20 Milyar USD. Dengan kata lain BDO adalah Bank yang sangat aman untuk berinvestasi dengan cabang yang menjangkau seluruh negara Filipina dan potensi untuk terus bertumbuh di masa depannya.

Harga Saham di November 2014: 65 PHP
Harga Saham di November 2018: 130 PHP (Pertumbuhan 100%)
P/E Ratio: 20 x
PBV: 1.85 x
Rata-rata Keuntungan Tahunan Perusahaan: 22%

2. JFC (Sektor Makanan)
Jollibee Food Corporation adalah perusahaan yang memiliki jaringan fast food terbesar di Filipina: Jollibee. Tidak hanya itu JFC juga memiliki sejumlah restoran makanan terkenal lainnya seperti Chow King, Mang Inasal, Greenwich, dan ijin kepemilikan Burger King di Filipina. Seakan itu tidak cukup Jollibee merancang proyek ambisius untuk mengekspansi restorannya ini ke pelbagai negara selain Filipina.

Harga Saham di November 2014: 160 PHP
Harga Saham di November 2018: 275 PHP (Pertumbuhan 71.8%)
P/E Ratio: 37.4 x
PBV: 6.5 x
Rata-rata Keuntungan Tahunan Perusahaan: 6%

3. ALI (Sektor Properti)
ALI adalah perusahaan yang dimiliki oleh Grup Ayala, salah satu grup konglomerat lain di Filipina. Berbeda dengan Henry Sy yang membangun kekayaannya dari tahun 1960an, grup Ayala adalah apa yang dikenal sebagai ‘Old Money‘. Mereka adalah kaum ningrat Spanyol yang telah lama sukses menancapkan kuku di Filipina bahkan semenjak jaman penjajahan dulu. ALI adalah korporasi mereka yang bertugas mengakuisi tanah-tanah di Filipina. Mengingat tanah di Filipina masih relatif luas dan harga properti terus melejit, begitu jugalah saham dari ALI ini.

images
BGC, alias Fort Bonifacio, Distrik Komersial termaju Filipina yang dimiliki Grup Ayala, diakuisi dari Grup Salim Indonesia

Harga Saham di November 2014: 23 PHP
Harga Saham di November 2018: 41.5 PHP (Pertumbuhan 80.5%)
P/E Ratio: 21.76 x
PBV: 3.5 x
Rata-rata Keuntungan Tahunan Perusahaan: 19.5%

4. SMPH (Sektor Properti)
Setali tiga uang dengan grup Ayala, grup SM ciptaan Henry Sy pun tidak mau kalah ganas dalam mengakuisi tanah-tanah di Filipina. SMPH atau SM Prime Holdings adalah satu dari beberapa developer properti raksasa yang terus mengakuisi tanah-tanah di Filipina. Dibandingkan sektor perbankan, sektor industri, dan sektor lainnya, sektor properti adalah satu-satunya sektor yang terus menjanjikan kenaikan dalam segi harga. Yang adalah kenapa saya memasukkan dua saham dari sektor tersebut.

images
Divisi Henry Sy membeli tanah-tanah di Filipina

Harga Saham di November 2014: 14.5 PHP
Harga Saham di November 2018: 34.7 PHP (Pertumbuhan 139%)
P/E Ratio: 32.34 x
PBV: 3.75 x
Rata-rata Keuntungan Tahunan Perusahaan: 30.3%

5. PGOLD (Sektor Konsumsi)
Puregold adalah pemilik jaringan Hypermarket yang terbesar di Filipina. Walaupun banyak perusahaan seperti SM dan Robinsons juga memiliki jaringan Hypermarket di Filipina, tidak ada yang bisa mengalahkan harga murah yang ditawarkan oleh Puregold. Tak hanya itu, Grup Puregold juga memegang lisensi operasi dari Hypermarket dengan Membership S & R yang belakangan makin naik daun untuk kalangan orang berduit.

Harga Saham di November 2014: 37.5 PHP
Harga Saham di November 2018: 42.5 PHP (Pertumbuhan 13.3%)
P/E Ratio: 18 x
PBV: 2.23 x
Rata-rata Keuntungan Tahunan Perusahaan: 4.7%

Nah, bagaimana? Setelah membaca-baca lebih lanjut mengenai performa beberapa saham Blue Chip di Filipina tersebut, apakah kalian tertarik untuk berinvestasi di negara yang memiliki lebih dari 7000 pulau ini? Selamat mencoba!

Leave a Reply