Cliffhanger dan penjualan yang bagus dari volume pertama Teen Titans: Earth One hanya berarti satu hal: sekuel pastinya sudah disiapkan.

images (1)
Here comes the new challenger

Hal pertama yang saya sadari membaca sekuel dari Teen Titans: Earth One ini adalah perubahan ilustrator. Bila volume pertama digarap oleh Terry Dodson maka sekuelnya ini digarap oleh Andy McDonald. Saya memang tidak suka dengan gaya gambar Terry Dodson yang bergaya manga Amerika dan berharap supaya ia diganti. Sayangnya gaya ilustrasi dari Andy McDonald pun tak sepenuhnya cocok denganku. Saya tidak tahu kenapa tetapi penggambaran anatomi dan mimik muka dari McDonald terkadang terasa aneh dan tidak konsisten dari panel ke panel. Oke, mungkin secara visual volume kedua ini tak mengalami perbaikan, tapi bagaimana dengan kualitas ceritanya?

images (4)
Titans Showdown

Ceritanya sendiri melanjutkan dari prekuelnya. Di akhir kisah prekuelnya Cyborg, Terra, Beast Boy, dan Aqualad berada dalam pelarian, ketakutan diburu oleh tim ilmuwan yang telah bereksperimen dengan tubuh mereka. Di sisi lain alien tawanan bernama Starfire yang sudah lolos dari penangkapan bersembunyi dengan Raven supaya tak ketahuan. Ilmuwan-ilmuwan yang bekerja di Cadmus tentu saja tidak senang obyek-obyek penelitian mereka yang sudah makan dana besar kini menghilang bak ditelan angin. Menggunakan segala cara mereka berusaha menangkap para remaja pelarian tersebut, termasuk dengan menggunakan grup eksperimen mereka lainnya: Titans.

Di dalam volume kali ini Jeff Lemire memperkenalkan beberapa tambahan superhero remaja lainnya termasuk di dalamnya Kid Flash dan Wonder Girl. Ingat bahwa dalam volume pertama saya mengatakan kalau superhero yang dipilih di line-up tidak memiliki sosok seniornya? Volume kedua ini mengubah hal itu dengan kehadiran Kid Flash dan Wonder Girl. Akan tetapi Lemire sepertinya masih berpegang pada prinsip yang sama; Kid Flash dan Wonder Girl di sini tidak memiliki sosok mentor melainkan juga hasil korban eksperimen Cadmus. Dengan kata lain: kalian yang berharap akan hadirnya sosok Flash maupun Wonder Woman di sini akan kecewa.

images (5)
Earth One VOLUME Two

Dinamika dalam volume kedua ini sedikit lebih baik dibandingkan dengan volume pertamanya. Saya tahu bahwa para remaja ini hidupnya barusan dijungkirbalikkan saat mereka tahu bahwa orang tua yang selama ini mereka kenal ternyata bukan orang tua mereka, tambahan lagi orang tua mereka sinting dan ingin mengorbankan mereka sebagai obyek eksperimen semata… itu memang bisa membuat para remaja tersebut menjadi gusar tetapi kegusaran yang mereka tunjukkan di volume pertama terasa berlebihan. Seakan mereka paranoid dan menjadi tidak bisa percaya dengan siapapun lagi. Di dalam volume kedua rasa saling tidak percaya dan kata-kata kasar saling sindir masih sering diutarakan tetapi ada rasa saling percaya juga yang mulai dibangun antara grup ini. Inilah dinamika dysfunctional family yang saya inginkan. Lebih pas dan klop sesuai ekspektasi saya.

Sayangnya menjelang klimaks graphic novel ini kemudian seakan mengambil jalan keluar yang mudah. Bukannya memberikan kepada kita pertarungan battle royale antar superhero remaja yang seru, klimaks ini terasa terlalu cepat menyelesaikan masalah yang ada. Lebih parahnya lagi ada deus ex machina lain yang muncul dalam cerita. Ketika seorang karakter mendadak mampu mengeluarkan kemampuan yang tak biasanya ia miliki di dalam jalan cerita komik DC, saya sampai membaca ulang beberapa kali: apa gerangan yang saya lewatkan sehingga mendadak karakter ini memiliki kekuatan semacam ini? Ternyata memang Lemire menaruhnya di sana… just because. Ini contoh penulisan yang buruk. Saya tidak masalah dengan revolusi sejarah karakter tetapi menambahkan kemampuan baru sekedar supaya ia menjadi kunci mengalahkan musuh tidak terasa sebagai twist tetapi sekedar jalan keluar pintas yang tak kreatif.

So my verdict is… kalau kalian memang suka dengan volume pertama dari Teen Titans: Earth One, volume keduanya ini adalah lanjutan dari kisah para remaja pelarian ini. Kali ini jalan ceritanya ditutup dengan tuntas dan bila kedua volume ini dibaca berturut-turutan akan memberikan jalan cerita yang lebih koheren. Akan tetapi daripada membaca kisah Teen Titans gadungan ini saya jauh lebih merekomendasikan volume pertama dan kedua dari Marvel’s Runaways karya Brian K. Vaughan. Temanya serupa tetapi dengan eksekusi yang lebih superior dan chemistry karakter yang jauh lebih apik daripada Teen Titans.

images (3)
Titans TOGETHER!

Score: 7.5

Leave a Reply