Never Grow Up – A Jackie Chan Memoir

Siapa yang tidak kenal Jackie Chan yang juga terkenal dengan nama Chinese-nya: Chen Long?

Popularitas dari Jackie Chan di seluruh dunia tidak mendadak saja datang dari langit. Jackie Chan harus berusaha keras untuk mendapatkannya; kerap dengan melakukan stunt-stunt-nya seorang diri. Itulah sebabnya Jackie Chan tak sekedar disebut seorang stuntman saja tetapi mendapat julukan stuntmaster. Dalam buku biografi ini Jackie Chan menuliskan pengalamannya meniti karir dari bawah, lengkap dari masa mudanya hingga dirinya yang sekarang telah menjadi ikon dunia perfilman Hong Kong.

Jackie Chan kecil lahir di Hong Kong dari kedua orangtuanya yang bermigrasi dari Cina. Di era 1950 dan 1960an dulu Hong Kong belum menjadi negara yang semaju sekarang sehingga hidup Jackie bersama kedua orang tuanya tidaklah mudah – ditambah lagi Jackie kecil sangat bandel dan tak mau bersekolah. Pada akhirnya kedua orangtua memasukkan Jackie ke dalam sekolah Chinese Opera Research Institute dengan tujuan melatih Jackie tangguh dalam dunia martial arts dan art performance. Setelah sekolah di asrama tersebut selama 10 tahun lamanya Jackie muda pun mulai meniti karir di dunia hiburan. Pada awalnya ia hanya memulai karir sebagai seorang figuran maupun sosok yang dihajar oleh sang jagoan, ingat bagaimana Jackie Chan pernah bermain satu layar dengan Bruce Lee hanya untuk dihajar ikon kungfu itu? Setelah meninggalnya Bruce Lee, studio film mencoba mencari penggantinya dalam diri Jackie Chan. Toh Bruce Lee adalah Bruce Lee dan Jackie Chan adalah Jackie Chan, sekeras apapun Jackie mencoba ia tak pernah bisa menjadi Bruce Lee kedua – dan karena itu ia memutuskan untuk menjadi Jackie Chan yang pertama dan satu-satunya.

images
Behind the smile

Dari sanalah Jackie kemudian memulai gaya khasnya dalam bermain film. Ia tidak mau sekedar bermain sebagai seorang jagoan kungfu tak terkalahkan tetapi sebagai seorang biasa-biasa saja yang kalau dipukul dan ditendang juga bisa terluka. Trademark-nya kemudian adalah menjajal stunt-stunt berbahaya dan semua ia lakukan seorang diri. Hampir semua stunt legendaris yang dilakukan Jackie diceritakan olehnya di sini termasuk (tetapi tidak hanya) berseluncur turun dari gedung setinggi 21 lantai… jatuh dari ketinggian tanpa penahan apapun selain dua kain terpal saja… sampai satu kesalahan stunt serius yang membuat Jackie nyaris kehilangan nyawanya. Kalau kalian mengenal Jackie Chan dari stunt-stuntnya dan bertepuk tangan akannya, buku ini akan mengingatkanmu bahwa orang yang melakukan aksi tersebut bisa juga takut dan khawatir mati apabila stunt itu berlangsung keliru.

Tapi sosok Jackie Chan tidak hanya dikenal hanya karena keberhasilannya di dunia perfilman saja tetapi juga kehidupan personalnya. Tanyakan kepada orang-orang di Hong Kong dan mereka akan punya hubungan cinta-benci yang kompleks dengan Jackie Chan. Sebabnya? Jackie Chan pada masa muda adalah sosok yang sangat arogan. Ketika ia menjadi kaya, dengan sombong Jackie menghambur-hamburkan duit di kehidupan malam. Minum minuman keras, berjudi, sampai bermain wanita semua adalah hal yang kerap ia lakukan di masa mudanya – bahkan mungkin sampai usianya sudah mencapai setengah abad pun Jackie belum bertobat. Lebih gilanya lagi Jackie bukan sekedar bermain dengan artis-artis biasa… Jackie bahkan banyak terlibat hubungan dengan sosok populer seperti Teresa Teng dan Elaine Ng.

Saya mengacungkan jempol dengan kejujuran Jackie bercerita mengenai dua kesalahan fatal pada hidupnya. Pertama adalah bagaimana ia memperlakukan pacar pertamanya (sebelum ia terkenal) dengan begitu tidak hormat sampai sang pacar hingga hari ini tidak mau menemuinya, tak peduli bagaimana Jackie berusaha memperbaiki kesalahannya. Kedua adalah lagi-lagi Jackie Chan memperlakukan Teresa Teng dengan cara yang sama. Ia berlaku kurang ajar dan tidak hormat kepada Teresa Teng yang membuat sang penyanyi terkenal itu benci kepada Jackie. Jackie baru menyesali tindakannya itu setelah kematian Teresa, tak pernah bisa memperbaiki hubungan antara keduanya. Di lain sisi saya kecewa bagaimana skandal terbesar dalam hidup Jackie tidak ia sebut secara lebih detail di buku ini. Ya, saya berbicara mengenai Elaine dan Etta Ng.

images (2)
The Memoir Cover

Bagi mereka yang tidak familiar dengan drama di balik kehidupan Jackie Chan kalian perlu tahu bahwa Jackie menikahi Joan Lin – istrinya sekarang – pada tahun 1981. Selama 18 tahun Joan menolerir kelakuan Jackie yang masih kerap bermain wanita walau sudah menikah dan punya anak Jaycee Chan. Akan tetapi ada satu kesalahan fatal yang akan selalu menghantui hubungan mereka; di tahun 1999 Jackie kelewatan bermain wanita dengan Elaine Ng, seorang pemenang kontes kecantikan Hong Kong. Yang membedakan hal ini dari main-main Jackie biasanya? Elaine hamil dan melahirkan seorang putri bernama Etta Ng. Tak peduli bagaimana Jackie berusaha berkelit ia tidak bisa, terutama setelah Elaine mengancam ia siap melakukan tes DNA untuk mencari tahu siapa sang ayah. Di tengah kekalutannya itu Jackie bahkan sudah siap menceraikan Joan dan memulai hidup baru dengan Elaine. Nah, saya menyayangkan bahwa insiden ini hanya digambarkan Jackie dari satu pihak: dari bagaimana ia merasa bersalah terhadap Joan dan Jaycee karena perselingkuhan ini. Tapi bagaimana dengan Elaine sendiri? Bagaimana perasaan Jackie ‘harus’ menelantarkan Elaine dan Etta setelah kesalahannya?

images (3)
Never Grow Up… but Grow Old Anyway?

Selain kekurangan itu saya pun merasa bahwa Never Grow Up seperti kehabisan gas memasuki sepertiga akhir. Bab-bab terakhir yang berisi cerita mengenai charity dari Jackie Chan, bagaimana film Chinese Zodiac menggerakkan hati kolektor seni mengembalikan barang seni mereka kepada China, sampai kontroversi Jackie menyumbangkan rumah ke Singapura seakan-akan hanya menjadi bab-bab yang berisi pembelaan Jackie terhadap kritik yang dihadapinya ataupun promosi akan film barunya. Momentum buku ini baru kembali bergerak memasuki chapter-chapter yang paling akhir saat sang aktor mengenang kembali tiga figur ayah yang berjasa dalam kehidupannya maupun kelakuan-kelakuan ‘gila’ para fans yang menguntitnya ke mana saja.

Pada akhirnya Never Grow Up adalah buku memoir Jackie Chan yang bagus tetapi tidak spektakuler. Mayoritas detail yang dia ceritakan di sini adalah detail yang mungkin kalian sudah tahu apabila kalian kerap mengikuti berita mengenai Jackie Chan. Pun begitu apabila kamu hanya seorang penonton awam film-film Jackie (seperti saya) dan ingin tahu lebih dalam mengenai kehidupan sang megastar Hong Kong, this book is a great start.

Score: 8.0

Leave a Reply