Knight of Shadows: Between Yin and Yang

Seiring dengan bertambahnya usianya Jackie Chan semakin sedikit melakukan aksi-aksi stunt berbahaya yang dulu mendefinisikan awal dan puncak karirnya. Walaupun terkadang masih enjoy dengan film-filmnya yang baru saya merasa bahwa film Jackie Chan yang baru jelas kalah seru dibandingkan film-filmnya di era 1980 dan 1990an. Dan tren menggarap film dengan setengah hati itu tak berniat diubah oleh Jackie Chan dalam film terbarunya: The Knight of Shadows: Between Yin and Yang.

Judulnya sudah luar biasa panjang dan sama sekali tidak mencerminkan isi filmnya sendiri. Siapa yang Knight of Shadows di film ini dan kenapa ada Yin dan Yang? Saya tidak tahu. Jackie Chan dalam film ini bermain sebagai sosok bernama Pu Songling, seorang hermit yang tinggal di atas gunung dan bertugas menangkap hantu yang masuk ke dunia manusia. Manusia-manusia biasa rata-rata tidak menyadari keberadaan para hantu / iblis di dunia sehingga Songling dianggap sebagai orang nyentrik. Nasib kemudian mempertemukan Songling dengan seorang detektif bernama Fei yang ditugasi mencari barang-barang yang hilang dicuri iblis. Songling dan Fei pun mulai bekerja sama menuntaskan kasus-kasus menghadapi iblis yang datang ke dunia manusia.

7g_jackiechanstarsinkh00
Ciatt…

Salah satu kasus pelik yang harus dihadapi oleh Songling dan Fei adalah misteri hilangnya gadis-gadis muda yang cantik. Rupanya gadis-gadis muda tersebut diculik oleh dua siluman cantik yang ingin menghisap jiwa dan kecantikan mereka. Salah satu dari kedua siluman itu adalah Xiaoqian yang jatuh cinta dengan Cai Cheng. Ada keunikan di antara keduanya sebab Xiaoqian adalah siluman dan Cai Cheng adalah manusia. Bisakah Songling dan Fei menyelesaikan misteri penculikan gadis-gadis muda sembari memberikan happy ending kepada Xiaoqian dan Cai Cheng?

Konon film ini diangkat dari mitologi-mitologi Cina jaman kuno dulu. Cerita dari Xiaoqian dan Cai Cheng yakni cinta manusia dan siluman terbilang merupakan klise yang cukup sering dipakai di dalam film-film klasik Cina lainnya ala White Snake Legend maupun A Chinese Ghost Story. Chemistry antara kedua pemeran mudanya: Elane Zhong dan Ethan Juan sayangnya benar-benar buruk sehingga alih-alih penonton dibuat simpatik dengan hubungan terlarang keduanya, malahan dibuat bete dengan keduanya yang saling adu kencang meneriakkan nama mereka satu sama lain.

images (1)
Percayalah artworknya lebih keren daripada aslinya

Xiaoqian!!!
Cai Cheng!!!
Xiaoqian!!!!!!!!
Cai Chengggggg!!!!!!!!!

Saya: “Ya Tuhan berhentilah berteriak…

Tidak membantu film ini adalah efek CG yang habis-habisan – tapi berkualitas buruk. Dari awal film saja sudah digambarkan Jackie Chan (Pu Songling) menangkap siluman ikan raksasa yang dilakukan dengan efek komputer yang (mungkin) mumpuni untuk standar film Cina tapi sangat – sangat jauh bila dibandingkan dengan film-film Hollywood. Melihat Jackie Chan beradu akting dengan karakter virtual terasa aneh dan tidak riil. Kualitas komputernya sendiri tampak seperti FMV-FMV era Playstation 3 dulu (saya tidak salah ketik, bukan Playstation 4 tetapi Playstation 3). Kalian yang mengharapkan adegan silat tangan kosong yang menjadi gaya otentik Jackie Chan akan kecewa sekali karena hanya ada satu adegan super pendek seperti itu dalam film ini; mungkin hanya sekedar 3 – 5 menit dengan koreografi yang sangat seadanya.

images (2)
Mau tipu-tipu anak kecil

Satu-satunya titik terang di film ini adalah sang karakter utama: Jackie Chan yang berusaha tampil simpatik sebagai Pu Songling. Toh sebagus apapun penampilan Jackie di film ini saya tidak pernah bisa memahami karakter Songling. Apakah dia seorang yang simpatik terhadap iblis? Dari mana ia mendapatkan kekuatannya sebagai penangkap dan pemburu iblis? Dari mana ia mendapatkan kuas dan buku ajaib yang bisa menangkap setan? Mungkinkah semua pertanyaan itu akan dijawab di film sekuelnya sebab film ini ditutup dengan janji sekuel di mana Songling dan Fei akan melanjutkan pemburuan mereka menangkap iblis-iblis lainnya. Toh melihat film pertamanya yang seperti ini, saya sudah tidak tertarik mengikuti petualangan mereka berikutnya. Saran saya bagi Jackie Chan: bermainlah kembali di film-film macam Chinese Zodiac atau Kungfu Yoga. Kendati film tersebut tidak seapik film-film masterpiece macam Police Story atau Project A paling tidak ia jauh lebih menarik ketimbang film bertabur CG yang digarap dengan setengah hati macam ini.

images
Just look at all the CGI Fuckfest in this Poster

Score: E

Leave a Reply