Sulit dipercaya bahwa sudah hampir 20 tahun lamanya semenjak Tomb Raider: Lara Croft dirilis di pasaran dan film itu masih merupakan film adaptasi video game yang paling laris di pasaran.

Like… what the hell? Di tahun 2001 konsol PS2 baru saja dirilis dan sekarang kita sudah memasuki era di mana PS5 akan segera dirilis. Semenjak film Tomb Raider dirilis ada belasan film yang diangkat dari video game termasuk dari franchise-franchise laris macam Doom, Angry Birds, Prince of Persia, sampai Resident Evil dan tak satupun mampu mengunggulinya.

Itu kemungkinan akan berubah setelah dirilisnya Detective Pikachu di akhir pekan lalu di Amerika dan serentak hampir di seantero dunia.

Franchise game Pokemon memang tidak pernah mati suri mengingat entri-entri terbarunya selalu menjadi bestseller di handheld Nintendo. Akan tetapi bisa dibilang popularitas dari para pocket monster ini benar-benar meledak kembali saat aplikasi Pokemon Go dirilis di Play Store di tahun 2016 lampau. Warner Bros menyadari potensi ini memutuskan untuk menciptakan sebuah film gabungan animasi dan live action yang berjudul Detective Pikachu. Bagi kalian yang tidak tahu, telah ada sebuah game bernama Detective Pikachu (spin-off dari franchise Pokemon) yang dirilis di Jepang pada tahun 2016 dan di Amerika di tahun 2018. Tak dinyana justru versi inilah yang diangkat ke layar lebar… apakah ini merupakan keputusan yang tepat?

Tim Goodman memutuskan untuk datang ke Ryme City setelah mendengar berita tentang kematian ayahnya dalam sebuah kecelakaan misterius. Sang ayah, Harry Goodman, adalah seorang detektif hebat yang tengah menyelidiki sebuah kasus sebelum kematiannya terjadi. Tim tadinya pasrah menerima kematian sang ayah tetapi terkejut dengan kehadiran seekor Pikachu misterius. Hebatnya, Pikachu misterius ini BISA BERBICARA. Tetapi lebih ajaibnya… hanya Tim saja yang bisa memahami Pikachu. Pikachu… atau Detektif Pikachu… menyatakan bahwa ia merasa bahwa Harry belum benar-benar mati dan bersama dengan Tim keduanya memutuskan untuk mencari hint untuk menemukan keberadaan dari Harry sekaligus mencari tahu apa sebenarnya kasus yang diterima Harry sebelum ia menghilang dalam kecelakaan misterius.

Saya sudah pernah memainkan game Detective Pikachu (walaupun belum selesai) dan dari apa yang saya mainkan saya merasa bahwa versi film ini lebih superior. Jalan cerita film ini mungkin hampir serupa tetapi design estetik dari Ryme City tampak jauh lebih bagus dan lebih hidup di dalam film ketimbang di layar Nintendo 3DS. Saya juga jauh lebih menyukai sifat dari Tim Goodman dalam film ketimbang di game. Tim Goodman di dalam film lebih keras dan memiliki daddy issues. Ini membuat partnership-nya dengan si Pikachu menjadi lovable karena keduanya adalah sosok yang ansos di dunia mereka masing-masing. Tim tak pernah benar-benar bisa menggapai mimpinya sementara Pikachu tak punya orang selain Tim yang bisa memahaminya.

Banyak orang yang bertanya-tanya bagaimana performa Deadpool… maksud saya Ryan Reynolds… dalam mengisi suara Pikachu? Jawabannya adalah: bagus! Walaupun dalam pengisian suaranya tetap ada ciri khas dari Reynolds, ia tak pernah berusaha membuat film ini berusaha berpusat kepada dirinya. Voice acting Reynolds secara apik membuat tandemnya dengan aktor muda Justice Smith terasa hidup. Sedikit kurang berhasil adalah akting Kathryn Newton sebagai Lucy (karakter orisinil film yang tak ada di game, sepertinya ia berbasis Emilia dari karakter gamenya) yang agak overakting sebelum mulai menemukan ritme yang pas di saat film sudah hampir berakhir.

Kalian-kalian yang ingin melihat Pokemon-Pokemon tampil di sini pun pasti senang. Tak hanya ada banyak Pokemon tampil di sini tetapi tiga dari Pokemon paling terkenal (di luar Pikachu) mendapatkan peranan cukup besar di sini: Charmander, Bulbasaur, dan Psyduck (yang adalah Pokemon favoritku).

Pada akhirnya, Detective Pikachu adalah bukti kalau sebuah film beradaptasi video game bisa berhasil apabila digarap dengan sungguh-sungguh. Bisakah ia melewati total pendapatan dari Tomb Raider? Saya percaya jawabannya adalah ya. Sudah saatnya film uzur itu dilewati.

Score: B+

Leave a Reply