Pada tahun 2016 sebuah Board Games indie bernama Avenue dirilis dan menjadi kesayangan dari para kritikus. Tahun 2016 adalah era di mana RAW (Roll and Write) belum menjadi genre yang ‘besar’ seperti sekarang sehingga tak banyak game yang bisa dijadikan perbandingan dengan Avenue. Game tersebut pada akhirnya menjadi sebuah game simple yang menyenangkan untuk dimainkan oleh para Gateway Gamers.

Hampir dua tahun kemudian game Avenue ini lisensinya berpindah tangan ke Indie Boards and Cards yang memoles ulang game ini dan merilisnya dengan nama Kokoro: Avenue of the Kodama (what a smart renaming!). Redesign ini menempatkan game Avenue ke dalam franchise Kodama, makhluk-makhluk imut bin lucu yang sudah membintangi beberapa Board Games mereka sendiri.

Menyebut game ini sebagai RAW alias Roll and Write tak sepenuhnya tepat, disebabkan Kokoro tak memiliki dadu sama sekali di dalamnya. Jadi bagaimana? Fungsi dadu di sini rupanya digantikan dengan kartu sehingga ia lebih pas disebut game FAW alias Flip (the Cards) and Write! Kartu-kartu di dalam game ini memiliki berbagai jenis rute seperti siku, horizontal, vertikal, dan lain sebagainya. Tujuan kamu adalah menggunakan rute-rute tersebut untuk menyambungkan ulat-ulat dan bunga-bunga ke Temple / Shrine yang ditentukan. Ingat, kamu hanya boleh menggambar rute tersebut sesuai gambar kartu – alias tak boleh kamu balik-balik sesuka hati!

Setiap pemain akan mendapatkan Game Board mereka sendiri yang bebas dicoret-coret dengan spidol. Tenang – tintanya bisa dihapus kok. Game ini berlangsung dalam lima ronde sehingga lambat laun kamu akan semakin banyak mengkoneksikan ulat dan bunga yang ada. Apakah itu berarti mendapatkan poin di dalam game ini mudah? Eits, tak semudah itu Ferguso. Kokoro mengimplementasikan sebuah sistem yang cerdik di mana apabila poin yang kamu dapat di ronde berikutnya lebih rendah daripada ronde sebelumnya maka poin yang kamu dapat di ronde tersebut akan hangus. Dengan kata lain tancap gas di ronde awal mendapatkan poin besar tak menjamin kemenangan karena bisa berakibat kamu dapat poin nol (ekuivalen dengan penalti 5 point di akhir permainan) di ronde berikutnya.

Dalam akhir permainan kamu juga masih bisa mendapatkan poin tambahan dari berapa ulat atau bunga yang terkoneksi dengan Dewi Ulat dan Dewa Bunga yang ada di Board. Varian ini bisa diganti dalam mode Advance di mana posisi Dewi Ulat dan Dewa Bunga bisa dipindah. Apa yang membuat Kokoro berbeda dengan Avenue adalah tambahan kartu-kartu Decree Cards. Decree Cards adalah kartu yang memiliki instruksi khusus di dalamnya dan bisa mengubah strategimu bermain – dikarenakan Decree Cards memiliki berbagai macam instruksi khusus di dalamnya. Ini dijamin membuat setiap playthrough-mu terasa berbeda dan fresh.

Komponen dalam game Kokoro tak buruk. Selain mendapatkan spidol (non-permanen) yang bisa dihapus, setiap pemain mendapatkan Player Board mereka masing-masing. Setiap kartu juga terbuat dari bahan linen yang bagus walaupun tak seberapa tebal. Toh yang penting fungsi dari setiap kartu terpenuhi dengan gambar rute yang besar. Satu-satunya hal yang kurang sreg di mataku dalam Kokoro hanyalah dadunya yang kualitasnya kurang bagus dan ukurannya terbilang kecil. Toh mengingat dadu tak memainkan peranan penting di dalam game (hanya untuk mengacak lokasi para Dewa dalam setting game Advance) saya tak seberapa mempermasalahkannya.

Apabila kalian menggemari genre RAW atau FAW, Kokoro boleh dimasukkan ke dalam koleksi kalian. Ini adalah sebuah semi-party game yang fun untuk dimainkan orang banyak. Sangat saya rekomendasikan untuk grup yang tak suka saling tikam dan lebih sibuk memikirkan bagaimana cara mengoptimalkan rute dan permainan mereka sendiri. Sedikit tambahan: Kokoro memiliki persamaan gameplay dasar dengan Railroad Ink sehingga apabila kalian sudah memiliki salah satunya tak perlu membeli yang lainnya.

Score: 7.5

Leave a Reply