Harap perhatian, review ini berisi spoiler mengenai film Along with the Gods bagian pertama (The Two Worlds), jangan langsung membaca review ini apabila kalian belum menonton film pertamanya. And anyway, why would you do that? Along with the Gods adalah sebuah film satu yang dipecah menjadi dua bagian – bukan sebuah film yang digarap secara terpisah setelah kesuksesan film pertamanya.

Sedikit rekap dari film pertamanya, trio Gang-rim, Haewonmak, dan Deok-choon sudah sukses mereinkarnasi kan Ja-hong. Dengan demikian mereka kurang membantu satu jiwa reinkarnasi ulang sebelum trio ini mendapatkan kesempatan untuk reinkarnasi mereka sendiri. Nah, jiwa yang harus mereka bantu ini adalah Kim Soo-hong, adik dari Ja-hong yang ikut-ikutan meninggal di film pertama (kakak-beradik ini sial sekali ya mati di waktu hampir bersamaan?).

Bicara soal Ja-hong yang diperankan oleh Cha Tae-hyun, jangan berharap dirinya muncul sebagai peranan pendamping maupun cameo di film ini, maklum, dia sudah selesai bereinkarnasi. Sebagai gantinya sosok yang menjadi penggantinya adalah Ma Dong-seok, seorang aktor gempal yang naik daun di Train to Busan. Dong-seok di sini berperan sebagai seorang ‘dewa’ pelindung rumah: Seongju.

Tadinya saya khawatir bahwa cerita dari The Last 49 Days akan mengikuti pakem film sebelumnya: The Two Worlds, dengan beberapa perbedaan saja. Dan apabila memang demikian maka itu mengkhawatirkan. Maklum saja, jalan cerita dari Soo-hong dan backgroundnya ini sudah banyak digali di film pertama sehingga mengekspansi hingga satu film untuk karakter ini saja rasanya bukan ide yang baik. Nah, ternyata sutradara Kim Yong-hwa yang menggarap film pertama dan kedua ini juga berpendapat sama. Alih-alih sekedar bergerak dari satu persidangan ke persidangan lain untuk karakter Soo-hong, film ini menggali lebih dalam ke karakter-karakter Guardian. Betul, ketiga karakter Guardian yang menyatakan bahwa mereka tak memiliki memori akan masa lalu mereka ini akan terbuka tabir masa lalunya di film ini – dan secara apik, film ini menalikan tali masa lalu mereka dengan persidangan Soo-hong.

Saya melihat bahwa dalam film ini Kim Yong-hwa sudah lebih berani mengambil cerita yang lebih kompleks ketimbang film pertama. Apabila di film pertama jalan ceritanya terbilang simpel dan formulatif: ikuti sidang – berpetualang – ikuti sidang – berpetualang – dan begitu terus, maka di film ini lebih terdapat banyak twist dalam cerita. Twist yang ada… tergantung sih. Apabila kamu kerap menonton film maka saya rasa semua twist yang ada di dalam film ini sangat mudah terbaca. Tidak ada yang baru dan spesial darinya. Untung saja twist tersebut masih terasa menghentak dikarenakan chemistry yang sudah terbangun antara ketiga Guardian. Salut untuk penampilan Jung-woo, Ji-hoon, dan Hyang-gi yang berhasil membuat kita peduli dengan persahabatan antara ketiga Guardian ini. Selain ketiga aktor utama ini saya juga sangat suka dengan penampilan Ma Dong-seok sebagai scene stealer. Sayang karena fokus pada empat orang ini karakter Soo-hong rasanya porsinya malahan berkurang walaupun film ini seharusnya menjadi cerita tentang dirinya.

Saya juga harus mengacungkan jempol untuk Dexter Studios yang menggarap efek visual kedua film ini. Dexter Studios kerap disebut sebagai studio efek visual yang terbaik untuk seantero daratan Asia. Dan mereka membuktikan diri mereka di sini. Setting film di neraka memang membuat Dexter Studios (dan sutradara Yong-hwa) bebas mendorong kreatifitas mereka segila mungkin. Ada kalanya saya bahkan merasa Dexter Studios sengaja menggunakan film ini untuk portfolio mereka semata… terutama pada segmen aksi dengan Dinosaurus yang sedikit banyak meniru Jurassic World.

Pada akhirnya saya menilai bahwa dua bagian Along with the Gods ini memiliki sebuah cerita utuh yang cukup menarik. Walaupun tidak outstanding, saya tidak keberatan untuk mengikuti petualangan para Guardian menuntun jiwa-jiwa yang hilang untuk reinkarnasi kembali di film-film berikutnya. Mengingat dwilogi ini masuk dalam 10 besar film terlaris sepanjang masa di Korsel, tak mengherankan bagian ketiga dan keempatnya sudah mulai difilmkan!

Score: B-

Leave a Reply