Along With the Gods: The Two Worlds

Walaupun kamu bukan penggemar film Korea, rasanya hampir mustahil untuk tidak mendengar Along with the Gods.

Sebagaimana halnya film Train to Busan, Along with the Gods adalah salah satu film Korea yang luar biasa ngetopnya. Tidak tanggung-tanggung film ini duduk sebagai salah satu film Korea terlaris sepanjang jaman. Diangkat dari webtoon, sebagus apakah film ini?

Film ini dimulai dengan sebuah kematian; Kim Ja-hong sang pemadam api meninggal dalam tugasnya. Betapa terkejutnya Ja-hong menyadari bahwa di akhirat dia berjumpa dengan tiga orang Guardian (Pengacara): Gang-rim, Haewonmak, dan Deok-choon yang bertugas mengawalnya menjalani tujuh persidangan di akhirat. Tujuh persidangan ini bertujuan untuk menentukan nasib akhir jiwa / arwah dari Ja-hong. Apabila Ja-hong terbukti murni dan baik hati maka ia dapat bereinkarnasi pada kehidupannya berikutnya. Akan tetapi apabila ia berlaku jahat dan gagal dalam persidangan – ia akan menderita selama-lamanya di akhirat. Pada dasarnya Ja-hong sendiri adalah seorang pria yang baik hati, tetapi mungkinkah ada rahasia kelam yang tersimpan di masa lalunya?

Film Along with the Gods diproduksi langsung sebagai dwilogi, The Two Worlds adalah bagian pertamanya dan bersifat sebagai perkenalan akan dunia akhirat itu sendiri. Film ini dibuat dengan budget yang cukup besar (dalam industri perfilman Korea) dan hasilnya memang terlihat. Banyak sekuen petualangan maupun aksi di dalam film ini yang terasa halus. Sekali lagi jangan mengharapkan sebuah film dengan teknik visual semewah dan semegah Avengers: Infinity War atau Avengers: Endgame, karena jelas jauh. Tetapi toh usaha studio membuat yang terbaik dengan budget terbatas mereka perlu diapresiasi.

Sayangnya elemen-elemen fantasi di film ini seperti tujuh persidangan neraka yang ada, begitu juga world-building di dalam film ini tak terasa dieksekusi dengan baik. Di pertengahan film, ada elemen baru yang diperkenalkan di film ini dan memecah perjalanan para karakter: Gang-rim pergi ke dunia manusia sementara ketiga karakter sisanya melanjutkan perjalanan, terasa sebagai bagian yang paling bertele-tele dan membosankan di film ini. Untungnya saja elemen-elemen cerita yang terasa terpecah-pecah itu kemudian menyatu kembali di penghujung cerita dan menutup bagian pertama ini dengan manis. Klimaks dalam film ini terutama memang sangat menyentuh dan mungkin akan membuat beberapa penonton menitikkan air mata. Perlu diakui bahwa terlepas tudingan perfilman Korea kerap memanipulasi emosi penonton, kalau mereka melakukannya dengan benar maka sungguh hasilnya sangat efektif.

Dari jajaran castingnya dua karakter utama di fim ini adalah Ha Jung-woo yang berperan sebagai Gang-rim dan Cha Tae-Hyun yang berperan sebagai Kim Ja-hong. Sebagai aktor veteran Korsel maka saya rasa tak ragu untuk melihat kualitas akting mereka di sini yang mumpuni. Siapa tak kenal Tae-hyun misalnya yang naik daun lewat film-film penguras air mata ala My Sassy Girl dan Hello Ghost. Melengkapi keduanya adalah dua aktor yang lebih muda Ju Ji-hoon dan Kim Hyang-gi yang diposisikan sebagai tukang banyolnya film ini. Terlepas dari keempat aktor ini, justru momen emosional sukses diambil oleh Kim Dong-wook yang perannya di awal terasa sampingan tetapi seiring film berjalan justru semakin penting.

Pada akhirnya Along with the Gods: The Two Worlds bukan film yang sempurna, tetapi sebagai sebuah bagian pertama dari dwilogi film Along with the Gods, ia cukup apik. Saya sendiri merasa bahwa dwilogi Along with the Gods adalah sebuah film yang lebih kuat apabila dinilai sebagai sebuah dwilogi ketimbang film satuan. Kenapa? Baca review saya dalam bagian kedua Along with the Gods: The Last 49 Days.

Score: B-

Leave a Reply