Hobbs & Shaw

Franchise balap mobil ini sungguh luar biasa. Ada beberapa franchise layar lebar lain yang bisa bertahan sukses sampai tiga dekade seperti Mission: Impossible, MCU, sampai Harry Potter dan Lord of the Rings. Tetapi berapa dari mereka yang berasal dari franchise yang benar-benar baru? Jawabannya: tidak ada. Semua franchise layar lebar lain yang saya sebutkan di atas diadaptasi dari serial TV, komik, maupun novel. Tidak begitu dengan film ini. Film yang berawal di tahun 2001 lalu dan digawangi Vin Diesel dan Paul Walker muda dan setelah delapan film berlalu membuat spin-offnya sendiri dengan karakter Hobbs dan Shaw.

Luke Hobbs adalah karakter yang diperkenalkan oleh franchise ini di iterasi kelimanya. Dwayne Johnson menjadi Luke Hobbs pada awalnya untuk menangkap Vin Diesel dan geng-nya di Fast Five. Semenjak saat itu ia menjadi teman baik bagi grup Dom. Sejarah dari Deckard Shaw sedikit lebih kompleks. Anak tertua keluarga Shaw ini awalnya memburu grup Dom karena adiknya Owen Shaw dipenjarakan oleh Dom dan Luke. Sebagaimana Hobbs sebelumnya karakter ini juga ‘bertobat’ dan sekarang bekerja pada sisi kebaikan.

Chemistry antara Hobbs dan Shaw yang dinilai baik ini membuat produser Universal tertarik menjadikan sebuah spin-off yang berpusat pada keduanya. Masuk akal; apalagi karena The Rock dan Jason Statham adalah dua bintang film aksi yang sudah dikenal banyak orang. Sialnya ini juga memicu ketegangan di dalam franchise Fast and Furious. Vin Diesel konon menentang digarapnya spin-off ini. The Rock toh nekat melanjutkannya dan ini membuat keduanya semakin bersitegang selama penggarapan film The Fate of the Furious. Toh didukung oleh Universal dan juga penulis Chris Morgan (yang menulis beberapa kisah entri Fast & Furious sebelumnya) film ini tetap tancap gas digarap terus.

Film ini berpusat pada adik dari Deckard Shaw. Bukan, bukan Owen Shaw. Ternyata Shaw bersaudara masih punya satu adik perempuan lagi bernama Hattie Shaw. Berbeda dengan dua kakaknya yang terlibat dunia kriminal, Hattie adalah agen MI6 yang kompeten. Tragisnya, grup Hattie dihabisi oleh seorang kriminal jenius bernama Brixton Lore. Brixton Lore yang menjuluki dirinya Black Superman ini memburu Hattie sebab Hattie menginjeksikan tubuhnya dengan virus bernama Snowflake supaya tak jatuh ke tangan teroris.

Karena MI6 tak lagi bisa mempercayai Hattie, Hobbs dan Shaw adalah dua orang yang dikirim untuk menolong Hattie. Bagi Hobbs ini mungkin pekerjaan biasa tetapi bagi Deckard Shaw, ini adalah masalah personal. Bisakah kedua orang yang memiliki ego besar masing-masing ini mengesampingkannya dan bekerja sama untuk menyelamatkan Hattie, menyelamatkan dunia, serta menghentikan Brixton Lore dan organisasi teroris Eteon misterius di baliknya?

Mengingat Vin Diesel, Michelle Rodriguez, dan kru-kru utama dari Fast & Furious sedang sibuk syuting Fast 9, mereka jelas tidak bisa tampil sebagai cameo di film ini. Walhasil Hobbs & Shaw benar-benar harus berdiri di atas karisma dua bintang utamanya. Dan untuk mayoritas film Hobbs & Shaw berhasil melakukannya. The Rock dan Jason Statham adalah dua bintang aksi yang punya karisma tersendiri sehingga tak sulit bagi keduanya bermain di film yang memang genrenya ada di zona nyaman mereka. Uniknya highlight dalam film ini justru bukan terletak pada adegan berantem mereka ataupun adu balap mobil tapi pada saat mereka beradu umpatan dan hinaan satu sama lain. Agak kagok mendengarnya pada awal tetapi ini adalah sebuah film yang sangat self-aware bahwa ia tak usah dianggap serius. Walhasil ia seperti film yang mengundang kamu kembali melihat kawan-kawan lama yang saling ledek saja. You can see that the two of them are having fun here!

Di luar kedua bintang utamanya film ini sebenarnya hanya punya dua bintang lain: Idris Elba dan Vanessa Kirby. Di antara keduanya saya yakin orang lebih familiar dengan nama Elba yang sudah digadang-gadang menjadi James Bond hitam pertama (rumornya). Di luar dugaan walaupun Elba bermain sebagai seorang villain yang kompeten, adalah sosok Kirby yang lebih mencuri perhatian sebagai Hattie yang badass! Vanessa Kirby yang sebelumnya muncul di Mission: Impossible – Fallout membuktikan dirinya bisa menjadi action heroine yang berdiri sejajar dengan Statham maupun The Rock. Semoga saja film ini bisa menjadi batu lompatan ia mendapatkan peran-peran lebih signifikan ke depannya. Psst, jangan kelewatan ya dengan dua cameo bintang terkenal yang muncul di film ini!

Dari kursi sutradara sendiri David Leitch yang menangani John Wick dan Deadpool 2 kini duduk sebagai sutradaranya. Dua film tersebut sebenarnya adalah ramuan sempurna untuk film ini. Bagaimana tidak? John Wick berarti Leitch sudah terbiasa dengan hand-to-hand combat yang mendominasi adegan baku hantam di film ini. Di sisi lain Deadpool 2 mempersiapkan Leitch untuk adegan-adegan aksi yang lebih ‘besar’ dan ‘megah’. Hasilnya cukup berhasil. Walau Hobbs & Shaw tak sampai membuatku ternganga dengan scene aksi manapun, saya menilai adegan-adegan aksi di dalamnya cukup kompeten dan tak memalukan nama besar Fast & Furious.

Satu hal terakhir yang terlintas di benak saya menonton film ini: Hobbs & Shaw jelas-jelas menunjukkan bahwa ini adalah film spin-off yang berdiri sendiri tanpa sangkut paut kelompok Dom dengan teman-temannya. Pertanyaannya adalah: apakah ke depannya film ini akan membentuk universe-nya sendiri juga? Bisa jadi mengingat friksi antara kelompok Dom dan kelompok Hobbs & Shaw semakin menganga saja setelah film ini dirilis! Psst, sadarkah kalian bahwa The Rock sama sekali tidak berkomentar apapun mengenai syuting Fast 9? Dan sadarkah kalian Vin Diesel sama sekali tidak memberi ucapan selamat kepada The Rock maupun Jason Statham setelah dirilisnya film ini? Hmm, permusuhan masih berlanjut rupanya!

Score: B

Leave a Reply