Walaupun tak sefenomenal kematiannya, kebangkitan Superman adalah salah satu momen terbesar dunia komik di dekade 1990an dulu. Saya masih ingat bahwa saking ngetopnya cerita ini sampai ada game di SNES mengenainya: judulnya The Death and Return of Superman. Jadi bisa ditebak bahwa kematian sang manusia baja itu hanya satu bagian dari ceritanya saja. Bagian awal dari saga ini sudah diangkat menjadi film dalam The Death of Superman dan saya menilainya sebagai sebuah film yang keren, sebuah adaptasi terbaik dari cerita itu di dalam bentuk animasi. Nah dunia animasi DC kembali merilis Reign of the Supermen yang adalah bagian kedua dari kisah ini, apakah tetap seapik bagian pertamanya?

Setelah kematian dari Superman dan Doomsday dunia berubah. Para kriminal lebih berani dalam bertindak dan Justice League mati-matian berusaha menjaga kedamaian tanpa adanya sang putra Krypton. Akan tetapi bahkan grup Justice League pun tak bisa menutupi lubang tanpa keberadaan Superman. Sementara itu Lois Lane, Perry White, serta Pa dan Ma Kent harus berduka dengan cara mereka sendiri kehilangan orang yang mereka kasihi. Enam bulan berlalu dan para superhero baru yang menggantikan posisi Superman mulai bermunculan. Empat figur mengaku adalah Superman yang sesungguhnya:

Superboy, seorang bocah yang memiliki kekuatan super bak Superman. Apakah ia Superman yang berubah menjadi bocah? Tetapi kenapa sikap dia begitu tengil dan kenapa ia terkoneksi dengan Lex Luthor?

Ataukah Eradicator? Sosok ini memiliki kemiripan dengan Superman dan pengetahuan seorang makhluk Krypton. Akan tetapi caranya dalam memberantas kriminal yang keji dan terkadang membabi-buta membuat orang bertanya-tanya kenapa Superman kehilangan kewelas-asihannya?

Dan ada juga Steel, seorang misterius yang memakai topeng besi dan memiliki palu godam raksasa dalam menghajar musuh. Apakah karena Superman mati sekarang ia perlu menggunakan palu sakti untuk melawan musuh?

Terakhir adalah makhluk misterius setengah Cyborg setengah Superman. Dengan nama Cyborg Superman ia mengaku kepada Lois bahwa ia adalah Superman yang sesungguhnya tetapi mengalami amnesia.

Di antara keempat figur misterius ini manakah yang sebenarnya adalah Superman sesungguhnya?

Jawaban dari pertanyaan ini tentu saja sudah diketahui oleh siapapun yang pernah membaca komik Superman dulu. Sebagai mereka yang belum membaca, kisah Reign of the Supermen ini dikisahkan dengan twist tersendiri yang membuatnya lebih pas dengan settingnya di dunia animasi DC saat ini. Saya merasa film ini tidak buruk dalam pacingnya, terutama karena durasi filmnya yang mendekati 90 menit. Apabila digabung dengan The Death of Superman, keduanya memiliki durasi total mendekati tiga jam – waktu yang sangat cukup untuk mengisahkan saga ini. Mengingat sudah ada beberapa hint yang diberikan oleh film The Death of Superman mengenai siapa saja keempat sosok Superman di film ini, saya jadi tidak terkejut dengan pengungkapan misterinya. Pun begitu saya tetap mengapresiasi Sam Liu dan Peter J. Tomasi yang berusaha memberikan porsi seimbang pada keempat sosok Superman yang ada (sedikit lebih berat kepada sosok Cyborg Superman tapi dengan alasan yang bisa dimengerti).

Bagi mereka yang mengharapkan Justice League memegang peranan lebih besar dalam film ini mungkin akan kecewa, tetapi saya justru senang. Pada akhirnya ini masih merupakan film Superman dan fokus yang pas pada keluarga Superman adalah hal yang benar. Justice League praktis hanya tampil sebagai cast pendukung di sini.

Kualitas animasi dan setpiece aksi di film ini… sesuai dengan ekspektasi. Ini sudah menjadi entri yang ketiga-puluh dan itu berarti semua aksi para manusia super yang saling baku hantam di layar sepertinya sudah jadi sesuatu yang biasa di sini. Saya menyayangkan tak ada setpiece aksi yang benar-benar thrilling seperti saat Superman berhadapan dengan Doomsday di prekuelnya tetapi berusaha membandingkan kedua film ini rasanya bukan sesuatu yang adil. After all film pertama adalah tentang duel hidup dan mati Superman dan film kedua ini berbicara lebih pada betapa sulitnya menggantikan posisi seorang Superman di DC Universe – menunjukkan kenapa ia disebut simbol harapan dari Universe ini.

Pada akhirnya, film Reign of the Supermen adalah entri kedua yang menutup saga kematian dan kembalinya Superman secara manis. Ia tidak sempurna… but then again so is the original comic. Dibandingkan film Superman: Doomsday yang dirilis di tahun 2007 lalu, versi dwilogi ini jelas jauh lebih superior. Jangan lewatkan kalau kalian fans The Big Blue Boy Scout.

Score: B

Leave a Reply