Bosk

Bosk : A small wood.

Pertama-tama yang harus saya tegaskan adalah: Bosk ini tidak ada hubungannya dengan kata-kata alay Bossque.

Now that we get that clear out of the way, let’s start reviewing what this Board Game is about.

Begitu membuka kotak Bosk para gamer tidak bisa tidak akan membandingkannya dengan game yang serupa: Photosynthesis. Pasalnya dari pohon-pohonan 3D yang ada di Bosk… memang komponennya memiliki kemiripan, ditambah lagi dengan tema hutan dan pepohonan, maka tak heran orang lantas membandingkan keduanya. Jangan khawatir, walaupun saya belum pernah memainkan Photosynthesis saya sudah membaca cukup banyak review di internet yang menyatakan kalau keduanya memiliki basis gameplay yang berbeda satu sama lain.

Bosk sendiri adalah sebuah Board Game yang terdiri dari dua fase yang berbeda satu sama lainnya, tetapi uniknya kedua fase ini saling melengkapi satu sama lain secara tematik dan gameplay.

Dalam fase pertama Bosk, musim semi, kamu menumbuhkan pohon di Board permainan yang ada. Board ini memiliki komposisi yang berbeda-beda tergantung dari berapa pemain yang ikut bermain (2, 3, atau 4). Setiap pemain memiliki delapan pohon yang terbagi jadi empat angka: satu sampai empat, masing-masing berjumlah dua. Setelah semua pemain menumbuhkan pohonnya secara bergiliran maka fase pertama pun selesai dan pemain akan menghitung skor yang mereka peroleh. Fase perhitungan poin ini adalah fase musim panas.

Setelah musim semi dan musim panas berlalu paruh pertama permainan selesai dan dimulailah paruh kedua permainan Bosk: musim gugur yang lantas akan ditutup musim dingin. Musim gugur dalam Bosk dimulai saat pohon di dalam game ini akan menggugurkan daunnya ke tanah. Setiap pemain sekarang memiliki token daun yang bernilai 2 – 8 ditambah dengan satu token khusus berbentuk tupai. Di awal musim gugur pemain yang memiliki poin terendah boleh menentukan ke mana arah angin akan mulai bertiup. Setelahnya, secara bergiliran setiap pemain menggunakan token daun yang mereka miliki menggugurkan daun dari pohon yang angkanya mereka pilih. Setelah kedelapan pohon yang ditumbuhkan pemain semua menggugurkan daunnya, pemain akan menghitung poin mereka kembali. Siapa yang mendapatkan poin paling tinggi akan menjadi pemenang dalam Bosk.

Kedua fase dalam Bosk memiliki mekanisme dasar yang sama: Area Control. Dalam paruh pertama Bosk pemain akan mendapatkan poin banyak apabila jalur yang dilalui pengunjung paling banyak ditumbuhi oleh pohon mereka. Akan tetapi meletakkan pohon di fase pertama juga perlu mempertimbangkan fase kedua. Apabila kamu meletakkan pohon-pohon kamu terlalu di pepojokan papan permainan, kamu bisa kewalahan ketika angin bertiup ke arah yang ‘salah’. Di sisi lain kalau kamu terlalu banyak mengelompokkan pepohonanmu di tempat yang dekat, daun-daunmu akan sulit menjangkau area yang terlalu luas (sementara poin akan dihitung dari berapa banyak daunmu yang jatuh di area-area tertentu dalam permainan). Permainan ini bisa menjadi cukup kompetitif, terutama untuk pemain berjumlah empat.

Bosk adalah sebuah Board Game yang sangat – sangat cantik. Itu tidak bisa dipungkiri. Saya juga sangat suka dengan gameplay Area Control yang diimplementasikan dengan cara yang cukup berbeda dalam dua fase game ini. Bagaimanapun ada satu hal kecil yang ingin saya kritik dari game ini: tumpukan daun. Dalam pertarungan memperebutkan wilayah di game ini pemain bisa saling ‘menumpuki’ daun milik lawan dan bila daun yang ada sudah tertumpuk makin banyak, ada kemungkinan pemain yang tak hati-hati menjatuhkan tumpukan daun dan merusak area permainan. Andai saja ada cara menunjukkan perebutan wilayah dengan cara yang lebih elegan, Bosk tentunya akan terlihat lebih sempurna. Nah, bagi kalian yang suka dengan game bertipe Area Control, apa yang kalian tunggu? Bosk wajib masuk koleksi kalian.

Score: 8.0

Leave a Reply