Salah satu jalan cerita Batman yang paling terkenal di era 2000an adalah Batman: Hush garapan duet Jeph Loeb dan Jim Lee. Kenapa cerita tersebut sangat terkenal? Alasan pertama adalah Jeph Loeb. Walaupun dia bukan nama pertama yang diingat orang kalau bicara soal penulis Batman (orang biasa mengingat Frank Miller terlebih dahulu), banyak orang percaya bahwa tiga cerita yang ia tulis masih merupakan cerita sang Dark Knight terbaik yang pernah ditulis. Apa saja? Yang pertama adalah The Long Halloween yang menjadi basis inspirasi bagi Christopher Nolan dalam film The Dark Knight, kedua adalah Dark Victory yang merupakan sekuel dari The Long Halloween, dan yang terakhir tentu saja adalah Batman: Hush ini. Ketiganya memiliki sebuah kesamaan: merupakan cerita Batman yang ditulis selama hampir setahun lamanya dan memiliki kualitas artwork yang mumpuni karena Loeb berkolaborasi dengan artis yang kerap menjadi partner-in-crime-nya. Alasan kedua kenapa Batman: Hush menjadi sebuah fenomena adalah karena artworknya. Jim Lee. Artis superstar satu ini masih menjadi artis penjual komik terlaris sepanjang masa: X-Men 1. Kemampuan Jim Lee menggambar komik yang begitu eye-catching membuat dirinya sangat populer. Tidak tanggung-tanggung Lee bahkan menjadi salah seorang pendiri komik Image di tahun 1992 dulu sebelum kemudian bergabung dengan DC lagi.

Setelah begitu lama akhirnya Batman: Hush difilmkan juga dalam dunia animasi DC. Apakah jalan cerita dari Batman: Hush masih bisa dipakai dalam dunia animasi perkomikan modern? Ataukah karena usianya yang sudah mendekati 20 tahun kisah dalam komik ini sudah tak lagi relevan?

Dalam Batman: Hush Batman harus menghadapi seorang musuh baru yang misterius… dan namanya adalah Hush. Sebagai the world’s greatest detective Batman jarang sekali kalah pintar menghadapi lawannya. Tidak begitu di dalam film ini. Hush adalah seorang lawan intelektual yang tangguh bagi Batman di mana ia mampu menebak setiap langkah sang Dark Knight dan bahkan mengkoordinasi setiap lawan Batman untuk merepotkannya. Di sisi lain Batman sendiri harus menghadapi masalah lain dalam kehidupannya: ia jatuh cinta. Sebagai Bruce Wayne ia sudah terlalu lama sendiri dan ketika Selina Kyle – sang Catwoman – tiba, Bruce tidak bisa tidak jatuh cinta kepada dirinya. Akan tetapi hubungan antara Batman dan Catwoman menjadi sesuatu yang kompleks karena bisakah seorang detektif dan pencuri bersatu?

Pernahkah kalian menyadari bahwa salah satu pakem dalam kisah detektif adalah sosoknya yang jatuh cinta pada seorang gadis kriminal? Tidak percaya? Coba lihat anime Lupin the 3rd dan siapakah sosok yang selalu membuat Lupin mabuk kepayang? Fujiko Mine sang pencuri adalah jawabannya. Contoh lain adalah Sherlock Holmes, siapakah gadis yang mampu menarik perhatiannya? Irene Adler. Mungkin dinamika sosok pembela kebenaran dan kriminal adalah sesuatu yang terlalu sulit disangkal daya tariknya. Itulah kenapa walaupun Bruce sudah punya anak Damian dengan Talia Al Ghul sekalipun, sosok yang paling identik menjadi kekasihnya adalah Catwoman.

Untung saja hubungan antara Selina dan Bruce di sini tergambarkan dengan apik. Banyak pembaca komik jaman now yang merujuk pada era Tom King yang membangun hubungan antara Selina dan Bruce dan hampir menikahkan keduanya tahun lalu. Apa yang kebanyakan pembaca itu lupa adalah jauh sebelum Tom King membangun hubungan keduanya adalah Jeph Loeb yang lebih dahulu membangun hubungan tersebut melalui run-nya di Hush. Melihat hubungan itu kembali diulas melalui komik ini dan dihidupkan oleh kedua pengisi suara Jennifer Morrison dan Jason O’Mara merupakan kepuasan tersendiri bagi pembaca komik jadul sepertiku.

Saya hanya punya satu keluhan dan ini mungkin sebuah keluhan yang sama untuk semua film DC versi animasi. Saya agak menyayangkan bahwa gaya style animasi mereka sepertinya sama terus dari tahun ke tahun, dengan pengecualian film Batman Ninja (dan itu bukan film Batman dalam kontinuitas utama DC animasi). Salah satu hal yang membuat setiap run komik DC berbeda adalah artis-artis yang menggambar di komik-komik tersebut dan gaya khas itu menjadi hilang karena style animasi dan koreografi pertarungan yang sama dari satu adaptasi ke adaptasi lain – dengan pengecualian beberapa momen ikonik pada run komik tersebut. Di sisi lain saya juga paham kenapa DC mencoba membangun universe ini dengan style animasi dan bahkan pengisi suara yang sama – mereka ingin membangun kontinuitas dan rasa familiar yang sama bagi para pembaca komiknya. Saya tak bisa sepenuhnya menyalahkan mereka.

Pada akhirnya Batman: Hush adalah sebuah entri lain yang apik dari dunia animasi DC. Kalau kalian merupakan penggemar dari hubungan Batman – Catwoman dan belum puas melihat hubungan mereka dieksplorasi di berbagai medium lainnya (baik dalam film, komik, dan video game) maka ini adalah kesempatan lain melihat hubungan itu digali (lagi). The Bat and the Cat forever.

Score: B

Leave a Reply