Draftosaurus

Untuk sebuah game sesederhana Draftosaurus, saya sebenarnya agak terbelalak melihat nama-nama besar yang bekerja di belakang layarnya. Tidak tanggung-tanggung, ada empat nama mulai dari Antoine Bauza, Ludovic Maublanc, Corentin Lebrat, dan Theo Riviere yang mengerjakan game ini. Deretan nama ini membuatku tertarik dengan Draftosaurus, terutama mengingat Antoine Bauza adalah salah satu designer Board Game favorit yang saya sukai. Ia sudah menciptakan beberapa Board Game dengan beraneka ragam mekanisme – dan saya tidak ragu memainkan sebuah game yang memiliki namanya terpampang sebagai Designer.

Turut membuat saya tertarik dengan game ini adalah tema Dinosaurus yang ia usung. Tema Draftosaurus: membangun sebuah Theme Park berisi Dinosaurus sudah tidak baru. Tahun 2018 lalu saja sudah ada dua Dinosaurs Island dan Duelosaur Island yang memakai tema tersebut. Jadi apa yang membuat Draftosaurus unik? Mungkin bisa ditebak dari judulnya: ia memakai mekanisme Drafting. Tapi yang membedakannya dari Board Game lain yang memakai mekanisme ini, Draftosaurus mengajak gamer untuk melakukan Drafting dengan Meeple Dinosaurus yang kecil dan berwarna-warni – bukan kartu seperti Board Game lainnya.

Pusat gameplay dari Draftosaurus ada pada mekanik Drafting-nya. Setiap pemain mengambil enam Meeple Dinosaurus secara acak dari Tas yang disediakan. Dari enam Meeple tersebut mereka akan memilih satu untuk diletakkan pada lokasi tertentu di Theme Park mereka lalu memberikan sisanya kepada pemain lain. Begitu seterusnya permainan ini merotasi semua Meeple yang di tangan mereka sampai habis. Setelahnya setiap pemain sekali lagi mengambil enam Meeple ke tangan mereka dan mengulangi prosesi yang sama. Setelah prosesi Drafting ini selesai untuk kali kedua, setiap pemain kemudian menghitung skor mereka sesuai dengan keharmonisan mereka meletakkan Meeple-Meeple Dinosaurus ke Theme Park mereka.

Perlu diingat, menempatkan lokasi Meeple Dino dalam game ini tidak boleh sembarangan saja. Dalam setiap giliran seorang pemain (secara bergantian) akan menjadi pelempar dadu. Setiap pemain diharuskan untuk meletakkan Meeple mereka ke lokasi yang ditunjuk oleh dadu itu. Sisi dadu tertentu mungkin meminta gamer meletakkan Meeple ke lokasi hutan sementara sisi lain akan meminta mereka meletakkan Meeple ke lokasi tanah bebatuan. Membuat pengambilan keputusan makin kompleks, ada kandang tertentu di Hutan / Bebatuan yang hanya mengijinkan satu tipe Dino saja sementara kandang lain malahan berkebalikan mengharuskan tipe Dino yang semuanya berbeda-beda! Keluwesan dan kecerdikan pemain meletakkan Meeple di tempat yang benar guna mengoptimalkan perolehan pemain mereka adalah kunci memenangkan game ini.

Draftosaurus adalah sebuah permainan light yang seru dimainkan mulai dari dua hingga empat pemain. Ia tidak benar-benar memperkenalkan mekanik baru. Dasar Drafting dan sistem Scoring dalam game ini mengingatkanku dengan Sushi Go, hanya dengan modifikasi yang cerdik sehingga membuatnya berbeda. Toh, kenapa harus mengubah winning formula? Sushi Go adalah sebuah game Drafting yang ringan tapi seru – dan Draftosaurus sukses besar mengisi spot yang sama. Tambahan lain: gamer-gamer berusia muda akan sangat suka melihat Meeple Dino yang cerah berwarna-warni. Bagi gamer yang menginginkan tantangan lebih berat bisa membalik Player Board setiap pemain sebab Draftosaurus hadir dengan Player Board dua sisi: Summer dan Winter yang menambah variasi permainan (versi Winter dalam game ini lebih menantang karena memiliki lebih banyak restriksi penempatan Meeple).

Pun begitu kalau kamu seorang gamer yang menginginkan sebuah game berat membangun Theme Park Dino dengan mekanisme yang kompleks… well, Draftosaurus bukan sebuah game untukmu. Ini adalah sebuah game sederhana dengan komponen menarik yang cocok digunakan membuka game night kamu. Tidak kurang dan tidak lebih. And for what it is, it is enough.

Score: 8.5

Leave a Reply