Release That Witch

Light Novel bukan sekedar properti milik negeri Sakura saja. Rupa-rupanya industri Light Novel ini sekarang juga sudah semakin besar di negeri Cina. Apabila melirik begitu banyaknya website-website translasi Light Novel, penggemarnya pun sekarang sudah semakin banyak. Kalau melihat balik sejarah hal itu bukan sesuatu yang mengherankan, bukankah orang-orang di Cina dulu juga sudah suka dengan karya novelis Jin Yong yang kerap diterbitkan secara berkala di surat kabar harian? Sarana internet sepertinya hanya merupakan evolusi dari langkah ini, memperbolehkan semua penulis mempublikasikan Light Novel mereka sendiri.

Salah satu Light Novel yang sukses menembus pasaran internasional (baca: memiliki fanbase internasional yang cukup besar) adalah Release That Witch karya novelis Er Mu. Walaupun judulnya sangat generik, alasan kenapa RTW memperoleh perhatian banyak orang adalah karena sang novelis memakai tema World Building dengan campuran fantasi Isekai di era medieval. Ya, sepertinya tidak hanya orang Jepang yang suka memakai tema Isekai dalam penceritaan Light Novel mereka saja! Bicara soal tema Isekai, sosok yang kali ini jiwanya tertransportasi ke dunia lain adalah seorang insinyur mekanik bernama Cheng Yan. Suatu saat ketika Cheng Yan terbangun dari tidur singkatnya di kantor, ia menemui bahwa dirinya sekarang sudah menempati sosok bernama Roland Wimbledon – pangeran keempat dari keluarga Wimbledon.

Cheng Yan terbangun sebagai Roland di sebuah situasi yang pelik. Sang Raja Wimbledon mendadak mengeluarkan perintah aneh: sebuah titah Battle Royale secara tidak langsung untuk kelima anaknya. Gerald Wimbledon, Timothy Wimbledon, Garcia Wimbledon, Roland Wimbledon, dan Tilly Wimbledon masing-masing diserahi sebuah wilayah Kerajaan untuk diatur. Siapa yang paling jago mengatur tanah mereka akan diperbolehkan mewarisi tahta kerajaan. Sialnya tidak semua anak dianggap sama jago oleh sang ayah. Sang ayah yang pilih kasih terang-terangan memberi tanah yang paling menguntungkan bagi Timothy dan Garcia, anak kedua dan ketiga yang dianggap paling berprospek sebagai penerus tahta. Di sisi lain Roland diberi tanah yang paling tandus – bahkan paling pojok di pinggir kerajaan sebab ia dianggap tidak becus.

Permasalahan yang harus dihadapi Roland tidak hanya itu. Di dalam dunia yang ditempatinya sekarang orang memiliki kebencian yang teramat sangat pada kaum penyihir (Witch). Witch yang selalu ada perempuan dan jumlahnya terbatas diburu bak binatang dan dihabisi oleh orang-orang karena kekuatan mereka sangat ditakuti. Cheng Yan sendiri terbangun menjadi Roland saat ia diharuskan untuk memberi hukuman kepada seorang Witch yang baru saja ditemukan. Terkejut akan tradisi barbar ini Roland malahan memberikan pengampunan pada Witch yang bernama Anna itu. Roland lebih terkejut ketika menyadari bahwa Anna benar-benar memiliki kekuatan sihir, jadi ini bukan sekedar isapan jempol seperti pada masa Dark Age sejarah manusia biasanya. Dasarnya Roland adalah seorang insinyur, ia malahan mulai memperkenalkan teknologi-teknologi dunia modern manusia pada era ini, dengan cepat mengubah lansekap politik dunia.

Bisakah Roland memenangkan titel sebagai raja Wimbledon yang baru?

Kisah RTW sudah tamat dan karena kepopulerannya disadur dalam bentuk manhua online. Dengar-dengar, ada rumor yang mengatakan bahwa serial animasinya pun akan dibuat! Saya tidak heran dengan semua berita ini sebab RTW memang memiliki kisah yang sangat solid dan berbeda dengan kisah-kisah Isekai lainnya. Di dalam novel ini sang novelis lebih banyak mementingkan unsur World Building. Kerajaan Graycastle teritori keluarga Wimbledon terbagi dengan ciri khas mereka masing-masing. Saya juga suka dengan bagaimana Roland memperkenalkan teknologi dunia modern manusia secara bertahap, seiring dengan lebih banyaknya penyihir yang diperkenalkan dalam cerita, semakin beragam pula teknologi modern manusia yang bisa Roland ciptakan dari kemampuan-kemampuan mereka.

Akan tetapi semua World Building itu tidak akan berguna apabila kita tidak peduli dengan karakter-karakter yang ada, dan di sinilah Er Mu mampu membuat RTW menjadi sebuah Light Novel yang bersinar. Kita dibuat peduli dengan karakter-karakter yang ada di dalam kisah ini. Banyak ketidakadilan dan kesialan yang menimpa karakter-karakter Witch di dalam kisah ini sehingga ketika mereka berhasil terbebas dari kesialan mereka ataupun diselamatkan oleh Roland, pembaca sendiri turut puas menikmati kemenangan mereka. Tak hanya itu, interaksi para karakter minoritas dalam novel ini pun baik. Sang novelis Er Mu memang memakai karakter utama Roland tetapi cerita dunia yang begitu luas tak memungkinkan bila hanya dicakup dari satu sisi pandang saja. Walhasil, di chapter-chapter tertentu Er Mu kerap melompat dari satu karakter ke karakter lain sehingga membuat dunia yang mereka tempati lebih hidup dengan segala politik dan dagang yang tengah terjadi.

Apabila ada yang membuat orang kurang menyukai RTW, saya yakin itu terletak pada nuansa komunisme dan sosialisme yang kental di dalamnya. Roland datang ke Kerajaan Graycastle dan dengan pengetahuan teknologinya ia memang mengungguli lawannya. Tetapi Roland tidak hanya datang dengan pengetahuan teknologi semata tetapi juga ideologi seorang komunis negeri Cina. Ada banyak taktik yang dilakukan oleh Roland dalam kisah ini yang bakalan diacungi jempol oleh Chairman Mao atau Deng Xiaoping. Contohnya? Roland memakai cara baris berbaris ala militer Cina untuk mendisiplinkan pasukannya. Selain itu ia juga menggunakan sandiwara dan theater untuk mempropagandakan ide yang ia ingin diterima oleh rakyatnya yang masih ‘terbelakang’ jalan pikirannya. Saya sendiri sih tidak peduli karena bagi saya elemen ini dimasukkan secara elegan dan tidak terkesan menggurui oleh Er Mu. Lagipula rasanya hanya doktrin negara barat saja yang mengatakan kalau paham komunisme adalah paham yang buruk.

Highlight dalam RTW adalah saat para Witch dan Roland harus bertemu dengan lawan-lawan yang lebih kuat dibandingkan mereka. Tanpa ingin memberikan spoiler apapun, segala yang dialami oleh Roland dan kerajaan Graycastle hanya merupakan bagian kecil dari konspirasi yang jauh lebih besar yang tengah terjadi. Dan setiap kali momentum cerita itu bergerak maju Er Mu benar-benar menggarap sebuah kisah aksi yang sangat seru. Pertempuran yang terjadi selalu terasa epik dan seakan-akan menjadi klimaks dari sebuah serial televisi. Hebatnya lagi dalam setiap pertempuran ‘besar’ yang ada, Er Mu selalu bisa mengupgrade koreografi pertarungan menjadi duel hidup – mati yang menegangkan. It’s a definite nail-biter!

Jadi apakah saya menganggap RTW merupakan kisah Light Novel yang sempurna dari China? Tidak secepat itu. Light Novel ini terdiri dari kurang lebih 1500 Chapter (1498 untuk tepatnya) dan menurutku jalan cerita terjaga dengan apik sampai Chapter 1200 – 1300an. Sayangnya setelah itu tensi cerita terasa terlalu cepat dan beberapa elemen yang lemah (tetapi dapat diabaikan) di Chapter-Chapter sebelumnya terasa makin mengganggu dan pada akhirnya merusak finale cerita RTW. Saya tidak menganggap bahwa ending dari RTW seburuk… katakanlah season terakhir dari Game of Thrones ataupun episode terakhir dari How I Met Your Mother, tetapi jelas ia jauh – jauh dari kualitas RTW sepanjang hampir penulisannya – dan bagi saya itu sesuatu yang patut disayangkan. Andai saja 200 chapter terakhirnya mampu mempertahankan kualitas 1300 chapter awalnya, saya takkan ragu memasukkan RTW sebagai salah satu bentuk entertainment terbaik yang pernah saya nikmati.

Terlepas dari kelemahan di endingnya, saya masih menilai RTW sebagai sebuah Light Novel yang layak direkomendasikan. Berapa banyak Light Novel yang memiliki awal – pertengahan – sampai Ending yang jelas? Walaupun ada beberapa hal dalam penutupan yang terasa terburu-buru, saya tetap harus kagum dengan ambisi Er Mu menggarap kisah yang se’besar’ ini, lengkap dengan sebuah dunia yang kaya akan sejarah dan mitologi. Dengan banyaknya karakter-karakter Witch dan manusia yang likable, RTW adalah sebuah kisah World Building bercampur fantasi yang akan menarik minat siapapun yang suka genre ini. Psst… bagi yang mereka mau bertanya apakah ada elemen harem di dalam kisah ini, jawabannya: hampir tidak ada kok!

Score: 8.0

Leave a Reply