Wonderland

Setiap 1 Juni diperingati sebagai International Tabletop Day di seluruh dunia. Ini adalah hari selebrasi para Board Games dan Card Games yang merayakan hobi mereka. Belakangan hobi bermain kartu dan papan ini memang sudah semakin go mainstream, tak hanya di negara-negara barat tetapi juga di negara Asia. Terbukti Kafe-Kafe Board Games sudah semakin banyak berdiri di negara Cina, ada anime dan manga yang mengangkat tema Board Games dari Jepang – bahkan di Indonesia sendiri di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya penggemar hobi ini sudah semakin banyak. Nah, dalam penyelenggaraan International Tabletop Day 2018 lalu Renegade Games merilis sebuah game kecil ciptaan Daniel Solis yang bernama Wonderland. Keberadaan game kartu dua pemain ini cukup langka di pasaran. Tapi apakah gameplaynya sendiri sebagus permainannya?

Game ini memiliki 14 kartu utama untuk permainan dan 4 kartu tambahan untuk mode Advance (yang bisa kamu pakai kalau sudah bosan dengan permainan dasar). Ini sebuah game sederhana dengan mekanisme utama Area Control yang diimplementasikan secara pintar oleh Daniel Solis. Walau bisa diselesaikan dalam kurun waktu 10 – 15 menit, itu tidak berarti ini sebuah game ringan tanpa strategi. Jauh dari itu, saya berani berkata bahwa justru faktor Luck hampir tidak memegang peranan sama sekali di dalam game ini. Ini adalah sebuah game seperti catur di mana kamu memerlukan strategi dan pengamatan akan langkah musuh untuk mengalahkan mereka.

Mungkin sudah bisa ditebak dari judul kalau Wonderland ini adalah sebuah Card Game dengan tema Alice in Wonderland. Kedua pemain di sini bertindak dalam kubu oposisi Red Queen dan Alice. Tujuan kalian adalah memenangkan teritori / faksi sebanyak mungkin, mendapatkan poin sebanyak mungkin, dan menguasai Wonderland. Baik sebagai Red Queen maupun sebagai Alice, kamu memiliki tujuh kartu yang berisi rekan-rekanmu yang bisa kamu gunakan dalam ‘perang’ perebutan wilayah ini. Tentu saja termasuk di dalamnya adalah beberapa karakter terkenal di Wonderland, termasuk Mad Hatter, Knave of Hearts, dan banyak lainnya. Kamukah yang akan memenangkan Wonderland?

Game ini terbagi dalam dua fase: Arrival dan Placement. Dalam fase Arrival kedua pemain secara silih berganti akan menaruh tiga kartu secara tertutup di atas dan di pinggir wilayah permainan, membentuk sebuah area grid 3 x 3 yang akan digunakan pada fase berikutnya. Dalam fase Placement, pemain secara bergantian akan meletakkan keempat kartu sisanya di dalam grid tersebut, yang berarti akan ada satu tempat yang kosong saat permainan berakhir nanti. Kapankah permainan berakhir? Setelah pemain selesai meletakkan ketujuh kartu mereka, tiga secara tertutup di fase Arrival dan empat secara terbuka di fase Placement. Sederhana sekali bukan cara memainkan game ini?

Akan tetapi kedalaman Wonderland terletak pada pemosisian kartu-kartu yang ada dalam permainan. Kenapa? Dalam fase Scoring, kamu akan membuka enam kartu yang tadinya diletakkan secara tertutup dan terbuka. Lantas kalian akan menghitung skor di dalam setiap lini dan kolom yang ada. Bagi yang pernah memainkan Board Game bernama Bosk akan merasa familiar dengan metode penghitungan poin cara ini. Yang memiliki poin terbanyak di lini atau kolom tertentu akan memenangkan nilai poin di lini / kolom tersebut. Secara cerdik ini memberi game Wonderland kedalaman strategi. Mulai dari awal pemasangan kolom Arrival saja kamu harus meletakkan kartu secara hati-hati. Kamu tahu dengan kartu bernilai apa saja yang kamu pasang di kolommu, tetapi bagaimana dengan yang dipasang oleh musuh? Berapa nilai yang mereka pakai? Kamu mulai bisa mendeduksi apa kartu yang mereka taruh setelah fase Placement tetapi pada awal kamu praktis buta. Kamu juga harus bertanya-tanya kepada diri sendiri strategi seperti apa yang ingin kamu pakai untuk memenangkan lini dan kolom yang ada. Kartu-kartu yang nilainya kecil seperti 1 dan 2 tidak sepenuhnya tidak berguna sebab mereka memiliki ikon Kue dan Racun di sisi-sisi tertentu kartu mereka. Kue bisa menduplikasi nilai kartu yang di sisi itu (baik lawan maupun kawan) sementara Racun akan membuat nilai kartunya menjadi Nol – alias tidak berguna!

Tambahan Varian mengisi satu slot kosong yang ada di Grid 3 x 3 Wonderland

Dalam fase Placement setelah Arrival, permainan pun menjadi bertambah seru. Kendati game hanya tentang meletakkan tujuh kartu saja, terkadang meletakkan satu dua kartu di permainan akan memakan waktu yang agak lama bagi seorang pemain sebab mereka harus sibuk menimbang-nimbang. Hampir tidak mungkin seorang pemain akan kalah di setiap lini / kolom yang mereka miliki tetapi lini / kolom manakah yang harus mereka perjuangkan supaya bisa menang? Sebuah peletakan yang pas di momen-momen terakhir permainan bisa mengubah keadaan yang buntung menjadi untung, terutama kalau peletakan itu membuat kamu memenangkan kolom / baris yang nilainya besar. Sekali lagi ingat, kamu tahu poin yang ada di baris / kolom milikmu tetapi tidak milik lawanmu; begitu juga sebaliknya. Setelah selesai dengan satu ronde masing-masing pemain menukar giliran: yang memegang kartu Red Queen menjadi Alice dan sebaliknya. Setelah dua ronde berakhir pemain menghitung total poin mereka dan siapa yang mendapatkan poin terbanyak akan menang.

Ilustrasi yang digambar oleh Beth Sobel di dalam game ini juga mampu menangkap esensi dari dunia Wonderland dengan baik. Saya memang selalu suka dengan ilustrasi Sobel, goresannya ditambah bubuhan warna cat air yang lembut memberi kesan fantasi yang dipikirkan oleh orang ketika memikirkan dunia gubahan Lewis Caroll tersebut. Saya suka dengan bagaimana komponen game ini hanya berjumlah 18 kartu saja (4 kartu opsional menambah varian peraturan ringan untuk game ini). Ini membuat game ini sangat portabel dan bisa dibawa ke mana saja untuk dimainkan dan ia juga disertai sebuah tas linen yang melindungi kartu-kartunya ketika dibawa berpergian. Pada akhirnya Wonderland adalah sebuah Micro Game yang memiliki kedalaman yang apik dari designer Daniel Solis dan publisher Renegade Games. Saya merekomendasikan game ini kepada siapapun yang menyukai Micro Game yang tidak kacangan.

Score: 8.0

Leave a Reply