Century: A New World

Saat seri Century dimulai di tahun 2017 lalu, orang menyebut game ini sebagai ‘Splendor Killer‘. Tetapi proyek Board Game yang digarap oleh Emerson Matsuuchi jauh lebih ambisius dari sekedar menggantikan Splendor. Matsuuchi berniat menciptakan sebuah trilogi dengan Century. Ketiga game yang setelah semuanya dirilis kemudian bisa digabung menjadi satu dengan berbagai varian yang berbeda.

Century: Spice Road dan Century: Eastern Wonders yang dirilis di tahun 2017 dan 2018 sukses menjadi Board Game tentang pertukaran rempah-rempah yang disukai banyak gamer. Kompleksitas yang sederhana dari seri ini membuat orang menjadikannya sebagai next step game, dengan kata lain game yang dipakai orang bermain kalau mereka sudah bosan dengan Board Game level pemula, tetapi juga bukan Board Game super kompleks yang makan waktu satu jam untuk ditata dan dijelaskan peraturan-peraturannya.

Apa yang menarik dari seri Century ini adalah setiap gamenya bisa berdiri sendiri tetapi juga bisa dikombinasikan dengan seri yang lain. Ambil contoh ketika orang membeli Century: Eastern Wonders tahun lalu, mereka tidak hanya bisa memainkan game itu sendiri saja tetapi juga menggabungkan komponen dari prekuelnya (Century: Spice Road) guna menciptakan sebuah game dengan mekanisme yang baru! Itu berarti ketika Century: A New World dirilis tahun 2019 ini, gamer memiliki ENAM pilihan apabila mereka memiliki ketiga seri Century secara komplit.

Bagi kalian yang khawatir bahwa ketiga game ini akan terlalu mirip satu sama lain, jangan. Game Century semuanya memiliki tujuan yang sama: menukarkan resource (kuning, merah, hijau, dan coklat) untuk mendapatkan poin. Akan tetapi cara untuk mendapatkan resource itu semuanya berbeda. Spice Road memiliki mekanisme Card Drafting + Engine Building sementara Eastern Wonders memiliki mekanisme utama Grid Movement + Pick-up and Delivery pada Modular Board. Bagaimana dengan A New World? Mekanisme yang dipakai Matsuuchi kali ini adalah Worker Placement. Mengingat Worker Placement adalah salah satu mekanisme favoritku, apakah Century: A New World bisa menjadi sebuah ending yang kuat dari trilogi Century?

Harap dicatat bahwa review ini hanya akan mengulas game Century: A New World yang berdiri sendiri – bukan dikombinasikan dengan Spice Road atau / dan Eastern Wonders.

Hal pertama yang saya sadari saat memainkan Century: A New World adalah tempat peletakan Worker yang terbagi dalam empat placement board yang berbeda. Tiga kolom placement A, B, dan C sama; tetapi untuk grid terakhir bisa diubah dengan beberapa varian board yang berbeda. Ini membantu game ini memiliki nilai replayability yang lebih tinggi. Tidak semua lokasi juga bisa langsung diletakkan pekerja dan Theme-nya pun terkait dengan hal ini. Maksudnya begini: ini adalah A New World, sebuah dunia / benua yang baru sehingga para penjelajah yang datang ke tempat ini masih harus menemukan lokasi-lokasi yang baru, tempat baru itu hanya bisa diakses oleh penjelajah ketika mereka memenuhi order-order tertentu di dalam game yang memiliki Exploration Tile.

Seperti halnya game Century lainnya tujuan utamamu di dalam game ini adalah memenuhi Kartu Order yang terbuka. Setiap kartu memiliki permintaan yang berbeda-beda tetapi biasanya semakin langka resource yang diminta (seperti resource Hijau dan Coklat) maka poin di dalam Kartu itu biasanya semakin tinggi. Apabila ada seorang pemain yang sudah memenuhi delapan Kartu Order, game akan berakhir. Nah, bagaimana cara pemain mendapatkan resource untuk memenuhi Kartu Order ini adalah ‘nyawa’ dari game A New World.

Di awal permainan gamer akan dibekali dengan empat Worker yang bisa mereka tempatkan di berbagai lokasi dalam Board. Lokasi-lokasi (yang terbagi dalam Empat Board) itu memiliki fungsi yang beragam tetapi secara garis besar bisa dibagi menjadi empat jenis:

  1. Mengambil Resource : Di tempat ini pemain bisa mengambil resource Kuning, Merah, Hijau, atau Coklat sesuai yang mereka perlukan.
  2. Mengupgrade Resource : Di tempat ini pemain mengupgrade resource mereka. Kuning bisa menjadi Merah, Merah menjadi Hijau, dan demikian seterusnya.
  3. Menukar Resource : Di tempat ini pemain bisa menukar Resource sesuai keterangan yang tertera.
  4. Memenuhi Order atau / dan Mengambil Bonus Token : Di tempat ini pemain bisa memenuhi Order, membayar Resource sesuai yang tertera di kartu dan mengambil kartu mereka. Selain itu mereka juga bisa mengambil Bonus Token di tempat ini.

Sebagai game Worker Placement Century: A New World terbilang sangat sederhana dibandingkan game bertema Worker Placement lain yang lebih berat (katakanlah seperti Stone Age atau Viticulture: Essential Edition). Dalam A New World petunjuk apa yang harus dilakukan pemain di setiap slot yang ada sudah jelas dan tak membingungkan untuk dijelaskan baik kepada pemain newbie sekalipun. Satu-satunya elemen yang perlu dijelaskan lebih lanjut saat memainkan game ini adalah peletakan Worker bagi setiap pemain. Seorang pemain diperkenankan untuk ‘menggeser’ Worker orang lain yang ada di tempat yang ingin dia tempati dengan meletakkan satu Worker lebih banyak daripada penempat yang sebelumnya.

Kualitas komponen dari Century: A New World selalu membuat saya senang sekaligus sedih. Saya senang karena Plan B Games seperti biasa membuat kubus Resource yang sangat bagus untuk game ini. Tak hanya itu mereka lagi-lagi memberikan empat cup yang bisa digunakan sebagai wadah kubus-kubus tersebut. Kualitas kartu di setiap game pun sangat baik dengan ketebalan dan finishing touch yang pas. Artwork yang tematik datang dari duet Atha Kanaani dan Chris Quilliams, ilustrator yang sama dari dua seri sebelumnya, sehingga turut menjaga feel game ini konsisten dengan kedua entri Century yang sebelumnya. Lantas apa yang bagiku merupakan nilai minus dari game ini? Player Board dan Main Board-nya tentu saja. Saya masih tidak paham kenapa seri Century selalu saja berkutat memberikan Board yang sangat tipis di setiap gamenya. Rentan tertekuk dan lecek… juga kurang kokoh. Apa ini mungkin supaya gamer yang suka dengannya ‘dipaksa’ membeli player mat ya?

Untuk gameplaynya sendiri saya sudah memainkan game ini dengan beberapa kali dengan dua pemain dan bagi saya game ini terasa kurang cuthroat untuk dua pemain. Salah satu hal yang saya sukai dalam game dengan tema Worker Placement adalah kemungkinan kita bisa mengganjal strategi lawan dengan menempati tempat yang ia inginkan. Perasaan ini tidak saya dapatkan ketika memainkannya hanya dengan dua pemain dikarenakan bila satu tempat dikuasai oleh lawan, saya tinggal pergi ke tempat yang lain. Juga tidak seperti Century: Spice Road dan Century: Eastern Wonders, saya menilai kemampuan untuk melakukan pertukaran Resource satu ke Resource lain kurang memegang peranan vital di permainan. Don’t get me wrong, this is still a fun game, tapi jelas nilai strategi yang terkandung di dalamnya tidak sedalam kekompleksan dari Spice Road ataupun Eastern Wonders.

Jadi bagaimanakah A New World di mataku? Walaupun sedikit lebih lemah dibandingkan kedua prekuelnya, Century: A New World masih sebuah game yang menyenangkan buat dimainkan dengan kategori grup Gateway Gamers. Dan jangan lupa, kalaupun kalian tidak seberapa suka entri ketiganya, kalau sudah beli dua entri sebelumnya ada lebih banyak variasi yang bisa kalian dapatkan darinya!

Score: 7.5

2 comments

  1. Saya suka Century: Spice Road,” tapi dimainkan bersamaan dengan sekuelnya saya memilih main tanpanya, dikarenakan ribet. Dibandingkan dengan “Splendor,” saya personal sedikit lebih menyukai “Century.” Tapi dua2nya mantap! Untuk para pemula saya lebih mengajak main “Splendor” dulu, sih, kerena lebih simple.

    • Saya juga sebenarnya kurang suka kombinasi dari Spice Road dan Eastern Wonders. Bukan apa-apa, kombinasi tersebut membuat dua game yang apabila berdiri sendiri cukup sederhana dan fun menjadi agak terlalu ribet dan less streamlined ketika digabungkan. I’m hoping New World bisa memiliki kombinasi yang lebih bagus dengan keduanya! 😉

Leave a Reply