Shobu

Saya jarang jatuh cinta pada sebuah Board Game hanya dari penampilannya saja. Eits, jangan salah paham. Saya percaya bahwa estetika sebuah Board Game itu penting, tetapi saya juga sudah belajar bahwa jangan pernah menilai sebuah Board Game dari cover / kotaknya saja. Sebuah Board Game bisa memiliki artwork dan gambar kotak yang sangat cantik tetapi belum tentu mekanisme permainannya cocok dengan selera. Akan tetapi saya menjilat ludah sendiri ketika melihat Shobu. Dalam bahasa Jepang Shobu berarti ‘Match‘ atau ‘Duel‘ , dan saya jatuh cinta melihat estetikanya sehingga langsung membeli game ini tanpa ambil pusing mengenai gameplay-nya. Apakah impulse buying-ku ini akan kusesali ataukah Shobu akan mengejutkanku dengan kedalaman gameplaynya?

Satu hal pertama yang ingin saya sampaikan adalah Shobu BUKAN sebuah permainan kuno dari Jepang seperti halnya Go atau Shogi (Catur Jepang). Bahkan designer dari Shobu BUKAN dari Jepang. Designer dari game ini adalah Manolis Vranas dan Jamie Sajdak, dua sahabat dari Eropa yang menemukan ide menggarap game dengan tema yang abstrak ini lantas mempublishnya melalui penerbit Smirk & Laughter Games.

Permainan Shobu memiliki komponen empat board kayu dengan dimensi 4 x 4. Kamu memiliki board kayu berwarna coklat muda dan coklat tua dan musuh pun memiliki dua board yang sama. Kedua board kalian dibatasi dengan sebuah tali yang mempermudah penandaan board milik siapa sisi masing-masing. Nah, di dalam keempat board tersebut ada empat batu hitam dan empat batu putih yang ada. Tujuan dalam Shobu sangat sederhana, pemain pertama yang mampu ‘mendorong’ keempat batu milik lawannya keluar dari permainan dalam satu saja board kayu yang ada menjadi pemenangnya.

Akan tetapi mendorong batu milik musuh tak semudah itu sebab kamu tak boleh melakukannya secara langsung. Dalam giliranmu kamu boleh melakukan dua langkah: langkah aktif dan langkah pasif. Dalam langkah aktif kamu sebagai pemain TIDAK BOLEH mendorong batu milik lawan dengan batumu. Loh, lantas bagaimana kamu bisa mendorong batu musuh? Nah, ini hadir dalam langkah pasifmu! Setiap kali kamu melakukan langkah aktif, kamu boleh menggunakan langkah yang sama dengan batu manapun di dua board lain yang berbeda warna! Misalnya kamu menggerakkan batu di board kayu yang gelap sebagai langkah aktifmu maka kamu boleh menggerakkan batu di board kayu yang terang (pilih antara sisimu atau sisi musuh) sebagai langkah pasifmu. Nah, batu yang kamu gerakkan di langkah pasifmu ini BOLEH mendorong batu milik lawan. Dan… itu saja peraturan dari Shobu. Sangat sederhana bukan? Satu-satunya peraturan tambahan lain dalam game ini adalah kamu tak boleh mendorong batu lawan ketika ada batu lain di belakangnya baik itu batumu atau batunya.

Akan tetapi sebagaimana halnya game-game strategi jaman lawas itu bersifat timeless, begitu juga Shobu. Langkah yang bisa kamu ambil sederhana tapi ada kedalaman dalam tiap langkah yang bisa kamu ambil. Setiap langkah – terutama menjelang akhir game – harus kamu pertimbangkan masak-masak konsekwensinya sampai beberapa gerakan ke depan. Saya sangat menyukai tipe game seperti ini. Shobu banyak mengingatkanku dengan game duel dua pemain yang sederhana tetapi juga memiliki kedalaman strategi yang kaya dalam eksekusinya: Onitama. Unik ya, kedua game tersebut sama-sama memiliki komponen artistik yang indah dan sama-sama bertema Jepang… dan sama-sama tidak didesign oleh orang Jepang.

Bicara soal komponennya, Smirk & Laughter memilih langkah yang tepat menciptakan komponen game ini dengan kombinasi papan kayu dan batu. Game ini mungkin tetap bagus bila mengganti komponennya menjadi plastik tapi bagaimana Smirk & Laughter go all out dalam kualitas komponen membuat game ini memiliki nilai yang tinggi, menjadikannya bak sebuah game yang bergengsi (and yes, that rope in the middle do absolutely nothing!). Bahkan setiap batu dalam game ini diciptakan dengan kerandoman yang berbeda, membuat setiap batu yang kamu mainkan terasa unik dan berbeda. Pegangannya mantap.

Kalau kalian adalah pecinta game abstrak seperti Catur, Go, atau Shogi, jangan lewatkan Shobu dari koleksi kalian. It’s a definite modern classic.

Score: 8.5

Leave a Reply