Luxor

Bagi kalian pembaca yang sudah setengah baya, ini bukan review Video Game Luxor yang cukup ngetop itu. Dan bagi kalian yang tidak tahu Video Game Luxor, kalian pasti masih bocah ya? Anyway, Luxor adalah sebuah Board Game yang diciptakan oleh salah satu designer Board Game favoritku: Rudiger Dorn, nama yang berada di balik penciptaan Istanbul dan Karuba. Luxor terbitan Queen Games ini mengejutkan banyak pihak ketika dia dinominasikan menjadi salah satu game Spiel des Jahres tahun 2018 bersama dengan The Mind dan Azul. Saya tidak heran akan kontroversi seputar Luxor. Di saat pengumuman Spiel des Jahres 2018 dilakukan Azul dan The Mind sudah diterbitkan secara luas di seluruh dunia. Azul jelas menjadi hit bonafit terbesar di tahun tersebut sementara The Mind menjadi sebuah game yang inovatif dan mengejutkan banyak pihak. Luxor di sisi lain menjadi game yang baru dirilis di Jerman dan di luar sana masih banyak orang yang belum mendapatkannya.

Setelah hampir setahun berlalu sekarang Luxor sudah beredar massal di banyak tempat, bagaimana sebenarnya game ini? Apakah ia layak untuk dinominasikan ke dalam Spiel des Jahres 2018 lalu?

Walaupun Luxor yang diciptakan Rudiger Dorn ini tidak memiliki hubungan apapun dengan Luxor Video Game, keduanya paling tidak masih memiliki tema yang sama: tema Mesir Kuno. Dalam Board Game ini masing-masing pemain menangani satu tim arkeolog yang berpetualang ke dala sebuah Temple / Piramida guna mencari artifak yang berharga di dalamnya. Semakin sukses kamu membawa seluruh tim arkeologmu makin ke dalam dan mendapatkan artifak sebanyak mungkin maka makin sukses juga petualanganmu dan tinggi poin yang kamu dapatkan.

Hal unik dalam Luxor adalah Hand Management kartu-kartu yang diberikan kepadamu. Dalam permainan Board Game biasanya kamu diperbolehkan memilih memainkan kartu apa saja di tanganmu. Tidak dalam game ini. Kamu hanya boleh memainkan kartu yang ada di sisi paling kanan atau kiri tanganmu. Ini membuat adu balap masuk ke dalam Piramida sekaligus mendapatkan artifak terbanyak menjadi intens sebab kamu tak boleh sembarangan mengeluarkan kartu. Permainan akan bermula secara sederhana saat kamu hanya perlu mengendalikan satu arkeolog / petualang di dalam grupmu tetapi dengan cepat kamu akan ‘dipaksa’ untuk berfokus pada tujuan tertentu. Apakah kamu lebih ingin mengumpulkan artifak-artifak tertentu untuk menambah nilainya di pamungkas game? Apakah kamu ingin mengeksplorasi Piramida sedalam mungkin dengan semua tim arkeologmu guna menambah nilai eksplorasi? Atau kamu lebih ingin membalap menyelesaikan permainan secepat mungkin sebelum pemain lain dapat melakukan apapun? Keputusannya tergantung kamu.

Walaupun dari premise dan penjelasan gameplaynya Luxor terlihat sebagai sebuah game yang mengandalkan Luck, sebenarnya tidak juga. Rudiger Dorn menyisipkan berbagai unsur dalam gameplay yang memastikan orang tak bisa menang sekedar mengandalkan keberuntungan saja. Diperlukan strategi memainkan kartu yang optimal dan pemain yang berpikir beberapa langkah ke depan biasanya akan menang dibandingkan pemain yang tak memiliki game plan saat bermain. Di sisi lain saya tidak bisa menyangkal bahwa strategi terbaikmu memainkan game ini tetap dapat kacau kalau pemain lain mengambil tindakan-tindakan yang menguntungkan mereka tetapi secara tidak sengaja mengacaukan rencanamu!

Saya salut dengan keseriusan Queen Games memberi dukungan kepada game ini. Walaupun gameplay dari Luxor terbilang sederhana, Queen Games sama sekali tidak memotong ongkos dalam produksi komponen game ini. Board permainan tebal dan besar sehingga membangkitkan aroma tematik dalam permainan. Setiap kartu juga memiliki ketebalan dan feel yang enak di tangan… walaupun secara artwork terasa pas-pasan. Jangan tanya untuk token-nya: terasa tebal dan kokoh. Dalam banyak hal Luxor mengingatkanku akan sebuah Euro Family Game klasik dan sangat mungkin karena throwback yang penuh nostalgia ini ia dinominasikan dalam SdJ 2018.

Luxor adalah sebuah Board Game untuk keluarga yang solid. Cara setupnya agak memakan waktu tetapi menjelaskan game ini relatif cepat dan dalam waktu 10 menit atau kurang semua orang pasti sudah mengerti cara memainkannya. Bagaimanapun ini bukan sebuah game ‘super dalam’ yang menantang cara berpikirmu. This is a fun, relatively light family game and for what it is… it delivers.

Score: 7

Leave a Reply