Knives Out

Dua tahun yang lalu Rian Johnson menghebohkan industri Hollywood dengan salah satu film paling divisif sepanjang masa. Yes, you people know what I am talking about.

Star Wars Episode VIII: The Last Jedi.

Sampai hari ini backlash untuk film tersebut masih terasa di mana fans setia Star Wars memaki-maki (banyak) keputusan kontroversial dari Rian Johnson. Di sisi lain para fans yang adalah sosok liberal sekaligus SJW memuji-muji visi Rian Johnson yang membuat Star Wars makin diverse. Setelah The Last Jedi Rian Johnson kemudian berhibernasi dan tak membuat film… sampai tahun ini.

Knives Out adalah film garapan Johnson dengan dukungan all star cast yang luar biasa. Tidak percaya? Coba lirik deretan cast aktor di dalamnya: Daniel Craig, Chris Evans, Jamie Lee Curtis, Michael Shannon, Christopher Plummer, dan banyak lagi! Ini melanjutkan tren casting all-star dalam sebuah film Murder Mystery, ingatkah kalian dengan film Murder at the Orient Express?

Menonton Knives Out seperti menonton sebuah film saduran dari novel Agatha Christie yang dimodernisasi untuk jaman sekarang. Di awal film kita diperkenalkan dengan karakter-karakter yang ada: keluarga Thrombey. Keluarga Thrombey ini dikepalai oleh sang Kakek : Harlan Thrombey yang adalah seorang penulis novel misteri terkenal. Anak-anak dari Harlan sendirinya sukses dengan cara mereka masing-masing, tetapi sedikit banyak masih menempel kesuksesan sang Kakek yang kaya raya. Suatu hari setelah sebuah pertemuan reuni keluarga besar si kakek Harlan meninggal dunia. Seluruh keluarga Thrombey berikut dengan asisten rumah tangga dikumpulkan oleh kepolisian dan Detektif Benoit Blanc yang ingin memecahkan misteri ini: apakah sang kakek Harlan benar-benar meninggal dunia secara normal karena bunuh diri ataukah ada unsur kejahatan terjadi di belakang layar?

Bicara lebih banyak mengenai plot film ini akan menjadi spoiler sehingga saya membatasi diri bicara sampai di sini saja. Yang pasti, Knives Out memiliki skenario yang sangat kuat ditulis oleh Rian Johnson sendiri. Misteri demi misteri mengenai kematian Harlan dibalut dengan rapi dan dikupas dengan perlahan-lahan, kendatipun saya sudah tahu pasti ada twist di penghujung film, saya harus mengakui bahwa saya masih saja tak bisa menebak apa itu twistnya. It’s a sign of good writing. Mengingat Rian Johnson juga seorang liberal, ia jelas tak melewatkan kesempatan untuk menyinggung soal kasus imigran gelap / refugee. Untung saja ia membawakannya dengan tone jenaka dan cukup realistik sehingga tak terasa menggurui. Jujur saja ketika akhir film bergulir saya tidak menyalahkan pihak manapun untuk mengambil keputusan yang mereka ambil. Semua berlaku sesuai logika mereka masing-masing! Juga karena Johnson yang menulis film ini ia bisa mensyut dan mengedit film ini dengan cara yang memaksimalkan kekuatan naskahnya. Ada beberapa cut dalam film ini yang membuat saya terbahak karena Johnson mengeditnya dengan brilian melalui bahasa film (yang tak bisa ditiru dalam format buku).

Film ini juga menjadi bagus karena akting dari masing-masing aktor artis di dalamnya. Acungan jempol kepada Daniel Craig yang bermain sebagai tokoh sentral di film ini bersama dengan Ana de Armas (keduanya nanti akan reuni lagi dalam No Time to Die, film James Bond berikutnya). Di dalam film ini Craig benar-benar bisa melepaskan dirinya dari image James Bond yang biasa melekat pada dirinya. Tak hanya itu, ia tampil total berbeda dan bahkan kocak! I love Craig making fun of himself. Tak hanya dia yang bagus tetapi juga Ana de Armas yang mampu menyentuh hati penonton. Siapa lagi? Tentu saja Chris Evans alias Captain America. Bagi mereka yang tahu Chris Evans sebelum Captain America pastinya tahu bahwa Chris adalah seorang aktor serba bisa, tetapi bagi mereka yang merasa Chris sekedar seorang aktor ganteng – you’ll be surprised with his acting here!

Knives Out adalah sebuah film misteri yang apik. Tak hanya itu, bagi saya ini adalah film Rian Johnson yang terbaik. Ya, lebih dari Looper yang bagi saya terlalu overhype maupun The Last Jedi. Setiap fans dari film misteri tak boleh melewatkan film ini.

Score: 9

Leave a Reply