Tsukiji

Tsukiji adalah sebuah pasar ikan yang sangat terkenal di Jepang. Hampir semua orang yang tahu mengenai negara Sakura ini dan pergi ke Tokyo pasti menjadikan Tsukiji salah satu destinasi wisata mereka. Tapi mari kita putar waktu kembali ke era 1930an. Ini adalah sebuah era masa lampau di mana Tsukiji belum menjadi tujuan wisata seperti saat ini. Ini adalah era di mana Tsukiji adalah tempat mencari ikan terenak di seantero Jepang di mana kamu selaku pemilik restoran menggunakan segala macam cara untuk mendapatkan ikan dengan kualitas terbaik – syukur-syukur dengan harga yang miring!

Game Tsukiji bisa mengakomodasi dua hingga empat pemain dengan memakai jumlah kartu yang berbeda-beda saat permainan, artinya game ini akan memiliki tempo permainan yang kurang lebih sama (sekitar 30 menit) tak peduli apakah jumlah pemainnya dua, tiga, atau empat orang. Di awal setiap fase permainan pemain akan ditunjukkan tumpukan-tumpukan ikan yang ada di hari itu. Ada beberapa jenis seafood yang dijual: Ikan Fubu, Udang, Sake, Kerang, Octopus, dan lainnya. Nah, setelah semua pemain melihat dagangan di hari itu mereka semua akan menakar valuasinya dan mengajukan pendapat mereka secara TERTUTUP. Setelah semua pemain menunjukkan pendapat mereka, harga tiap tumpukan ikan (yang bisa berisi spesies yang berbeda-beda) pun dinaikkan nilainya. Yang mendapatkan taksiran tertinggi akan menjadi tumpukan ikan termahal buat dibeli, dan sebaliknya. Pemain kemudian diberi kesempatan secara bergiliran memilih apa yang mereka mau beli.

Nah setelah permainan selesai, pemain harus melihat jenis seafood manakah yang paling berharga di pasaran? Yang paling berharga akan memiliki harga yang paling mahal – menentukan endgame scoring-mu. Pemain yang mampu memprediksi perkiraan harga yang paling tepat akan menjadi pemenang sebab mereka akan mengumpulkan komoditas yang tepat!

Tsukiji adalah sebuah permainan yang sederhana dan apik. Ia tidak memiliki mekanisme yang benar-benar baru. Mekanisme harga yang berubah sesuai dengan valuasi pernah saya temukan di Harvest Dice sementara mekanisme menilai sebuah tumpukan komoditas adalah implementasi dari sistem Stockpile dalam menentukan harga saham. Terakhir jumlah uang yang terbatas untuk membeli komoditas-komoditas yang ada di pasaran mengingatkan saya akan game For Sale. Apakah semua observasi ini membuat saya menganggap bahwa Tsukiji tidak apik? Jauh dari itu. Saya justru sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Tsukiji. Ia mampu mengaplikasikan berbagai mekanisme berbeda dari beberapa Board Game kesukaan saya dan memadukannya dalam sebuah paket Board Game yang ringan sekaligus mengasyikkan. Saya bisa melihat Tsukiji menjadi sebuah game lightweight untuk dimainkan bersama keluarga sebelum memperkenalkan mereka selanjutnya ke Stockpile yang merupakan game yang lebih berat.

Untuk komponennya, Tsukiji memiliki kartu-kartu dengan artwork yang lumayan bagus, walaupun saya lebih suka kalau style artwork mereka tidak terlalu kartunis dan lebih realistis dengan gambaran Jepang era 1930an. Meeple yang disediakan dalam game ini juga unik dan lucu, memudahkan para Board Gamer melirik dan langsung mengetahui apa-apa saja komoditas yang dianggap paling berharga saat permainan berlangsung. Untuk sebuah game yang ringan, saya tak akan komplain apapun mengenai komponen Board Game yang saya nilai sudah top notch.

Kalau kalian suka sebuah game yang memadukan mekanisme Bluffing, Bidding, dan Set Collection, tidak usah melirik lebih jauh dan segera masukkan Tsukiji ke dalam koleksi kalian.

Score: 7

Leave a Reply