Jumanji: The Next Level

Di saat proyek sekuel Jumanji, Jumanji: Welcome to the Jungle dirilis di tahun 2017, tidak ada orang yang menyangka bahwa film ini akan menjadi salah satu hit terbesar bagi studio Sony. Harap maklum, film Jumanji yang dibintangi Robin Williams memang termasuk cult classic di era ini tetapi di saat ia dirilis di tahun 1995 dulu tidak bisa dibilang hit yang luar biasa besar (hanya pas-pasan menembus angka 100 Juta USD). Tentunya jauh bila dibandingkan hit-hit besar dari dekade tersebut seperti Jurassic Park dan Independence Day (masing-masing 300 Juta USD lebih). Nah, bisa dibayangkan betapa terkejutnya para eksekutif Sony setelah franchise yang mati suri selama 22 tahun lamanya itu mampu menghentak dan menghasilkan 400 Juta USD lebih bagi mereka (dan hampir 1 Milyar USD dalam rilis global). Tentunya tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk memberi lampu hijau sekuelnya. Hadirlah Jumanji: The Next Level, tepat dua tahun setelah film pertamanya beredar.

Beberapa tahun sudah berlalu semenjak kejadian di film pertama berakhir. Spencer, Fridge, Martha, dan Bettany menjalani kehidupan mereka masing-masing tetapi masih bersahabat akrab. Akan tetapi hubungan antara Spencer dan Martha yang tadinya berpacaran mulai renggang disebabkan Spencer lagi-lagi mengalami masalah insecure. Pacaran jarak jauh membuat hubungan mereka juga tambah problematik. Segalanya ini memuncak ketika Spencer akhirnya memutuskan untuk ‘lari’ ke dalam dunia Jumanji.

Ingat video game Jumanji yang tadinya sudah ‘dirusak’ di akhir film pertama? Walaupun alat konsol tersebut sudah memiliki kerusakan parah, ternyata ia masih bisa dimainkan. Sialnya itu malah menyebabkan permainan menjadi glitch dan memerangkap Spencer di dalamnya. Ketika Fridge, Martha, dan Bettany menyadari apa yang terjadi, mereka bergegas untuk mencoba menolong Spencer – tanpa sadar bahwa saat proses game dimulai mereka tanpa sengaja turut memanggil kakek Spencer: Edward dan sahabat sang Kakek: Milo ke dalam game. Dengan hadirnya dua karakter newbie ditambah berubahnya skenario Jumanji dari sebelumnya, bisakah mereka menyelamatkan Spencer dan sekali lagi meloloskan diri dari dunia Jumanji?

Jumanji: The Next Level adalah film yang mengecewakan bagiku. Saya tidak mengatakan kalau film ini jelek dikarenakan beberapa bagian dari film ini tetap enjoyable untuk ditonton. Beberapa bagian dari petualangan masih seru dan chemistry antara empat karakter utama tetap dominan. Tapi menonton film ini secara keseluruhan, tak peduli dengan bagaimana mereka membuat tantangan dunia Jumanji berbeda dan mengubah-ubah Avatar karakter yang dimainkan, ada perasaan ‘been there, done that’. Pada awalnya lucu melihat The Rock berakting ala kakek tua tengik ala Danny DeVito sampai Kevin Hart meniru gaya akting Danny Glover, tetapi ketika humor yang sama diulang sampai belasan kalinya di layar, jadinya tidak lucu lagi tetapi repetitif dan membosankan.

Tidak membantu Jumanji: The Next Level adalah banyak jalan cerita yang membuat penonton tidak jelas mau berfokus pada yang mana. Insecurity dari Spencer ada di film ini tetapi tidak pernah dibahas mendalam. Hubungan Edward dan Spencer sebagai kakek – cucu tidak pernah terasa tergambar dengan jelas sebab mereka hanya berbagi layar untuk satu dua adegan saja. Ada satu hubungan yang mendapatkan momen cukup banyak di film: persahabatan antara Edward dan Milo yang retak dan berusaha disambung kembali di sini, tetapi tidak ada refleksi apik yang bisa membuat generasi muda belajar akan persahabatan orang tua yang retak tersebut. Hasilnya? Jumanji: The Next Level terasa bak sebuah film dengan campuran macam-macam ide yang tak pernah menyatu. Dan itu sesuatu yang mengecewakan. For all its flaws, Jumanji: Welcome to the Jungle is a fun time in the movie.

Semua casting lama dalam film Jumanji: Welcome to the Jungle kembali di film dan mereka ketambahan tiga casting baru: Danny DeVito, Danny Glover (double Danny!), dan Awkwafina. Di antara ketiganya adalah Awkwafina yang mendapatkan spotlight paling banyak, dan dia memang sanggup mencuri perhatian di film ini, menirukan akting sebagai Avatar dari beberapa karakter di film ini. Double Danny juga menunjukkan kematangan akting mereka sebagai aktor senior sesepuh di sini, terbukti bahwa chemistry antara Edward dan Milo yang perlu mereka jual di awal film mampu dibawakan dengan baik sehingga The Rock dan Kevin Hart tinggal melanjutkan performa solid mereka saja.

Ending dari Jumanji: The Next Level menjanjikan sesuatu yang ‘baru’ dan ‘berbeda’ apabila film keempatnya dibuat. Semoga saja begitu sebab sungguh sayang apabila casting yang brilian di film ini disia-siakan dengan skrip yang begitu-begitu saja.

Score: 6

Leave a Reply