Bad Boys for Life

Franchise Bad Boys tidak dikenal sebagai franchise yang menelurkan sekuel dalam waktu yang cepat – tetapi yang ini sih sungguh kelamaan. Bagaimana tidak? Saya bisa paham deh kalau menanti delapan tahun jeda dari Bad Boys ke Bad Boys II, tetapi dari Bad Boys II ke Bad Boys for Life? 17 tahun! Wow. Jeda sekuel selama itu hampir-hampir tidak pernah terdengar dalam sejarah Hollywood dan saya hanya bisa mengingat satu dua franchise modern saja yang memiliki jeda yang lebih lama (Tron dan Indiana Jones). Bagaimanapun saya bisa menghargai keputusan trio Michael Bay, Will Smith, dan Martin Lawrence untuk tak langsung kembali ke franchise ini. Itu bukan kebetulan, memang franchise Bad Boys bisa dibilang tak sesukses film-film lain dalam resume Will Smith maupun Michael Bay.

Bad Boys for Life menempatkan dua polisi sahabat: Mike dan Marcus dalam senja karir mereka. Selama lebih dari dua dekade mereka sudah menjadi polisi yang ditakuti di Miami, menangkap dan meringkus banyak penjahat tetapi jaman sudah berubah. Masih pantaskah mereka ‘bermain’ sebagai Bad Boys sementara sebenarnya usia mereka sudah cukup untuk memiliki cucu (seperti yang dialami oleh Marcus di awal film ini)? Ketika Marcus memiliki cucu, ia merasa bahwa karirnya sebagai seorang polisi cukup sampai di sini saja. Ia ingin pensiun dan menyerahkan tugasnya sebagai seorang polisi kepada agen-agen yang masih muda. Di sisi lain Mike merasa bahwa mereka belum saatnya pensiun. Ketika seorang kriminal yang sadis meneror kota Miami, mau tidak mau dua polisi ini harus mengesampingkan perbedaan mereka dan mencari cara menangkap sang kriminal misterius. Siapakah kriminal misterius ini dan apakah film ini adalah penutup trilogi Bad Boys?

Satu hal yang saya suka dari franchise Bad Boys adalah bagaimana tiap entrinya seperti mencerminkan posisi kedua bintang utamanya. Ketika Bad Boys pertama dirilis dulu baik Will Smith maupun Martin Lawrence adalah dua aktor muda yang sukses di layar kaca tapi baru di awal-awal karir mereka sebagai bintang film layar lebar. Bad Boys II adalah refleksi di saat Will Smith dan Martin Lawrence ada di puncak karir mereka dengan franchise yang berbeda-beda di bawah resume akting masing-masing, Smith dengan Independence Day dan Men in Black sementara Lawrence dengan Blue Streak dan Big Momma’s House. Sekarang Bad Boys for Life memposisikan mereka di saat hari-hari mereka sebagai bintang film muda sudah selesai. Sulit dipercaya tapi baik Will Smith dan Martin Lawrence sekarang memang sudah berkepala lima! Smith juga bukan bintang film yang filmnya otomatis meledak di box office seperti dulu dan Lawrence sempat pensiun beberapa tahun lamanya sebelum memutuskan comeback.

Jeda yang cukup panjang ini membuat Bad Boys for Life menjadi sebuah film yang juga berbeda dari kedua prekuelnya. Masih ada aksi baku tembak yang seru dan chase scene yang keren di film ini tetapi hiburan utama di sini adalah bagaimana kedua aktor ini merefleksikan kehidupan mereka. Ada beberapa momen di film ini yang hanya akan berhasil menohok penonton apabila kalian sudah mengikuti perjalanan dari Mike dan Marcus semenjak tahun 1995 dulu – ada nilai sentimentil tersendiri! Tentu saja aktor Will Smith dan Martin Lawrence membuktikan kepiawaian berakting mereka, chemistry keduanya mulai dari gestur tubuh sampai adu banter dialog semua dilakukan secara sempurna. You’ll believe like these two are friends for life! Tentu film ini tak hanya menampilkan keduanya, Joe Pantoliano yang juga merupakan veteran seri Bad Boys kembali di dalam film ini. Ada juga muka-muka baru seperti Vanessa Hudgens, Alexander Ludwig, Charles Melton, dan Paola Nunez yang tampil sebagai polisi-polisi muda yang mendukung aksi Smith serta Lawrence.

Sutradara dari kedua film sebelumnya: Michael Bay kali ini tidak terlibat di film ini (mungkin karena dia sibuk dengan 6 Underground) dan hanya tampil sebagai cameo. Duduk sebagai penggantinya adalah duet Adil El Arbi dan Billal Fallah. Walau keduanya hanya sutradara rookie rupanya mereka cukup piawai mengarahkan adegan-adegan aksi yang eksplosif di film ini. Tidak ada yang seover Michael Bay tetapi hei, terkadang memang tidak perlu adegan eksplosif yang terlalu berlebihan seperti itu bukan untuk mengisahkan cerita yang lebih personal? Satu hal yang pasti: saya terbuka dengan ide film keempat Bad Boys – asal jedanya tak selama film kedua dan ketiganya lagi. Make it happen Sony!

Score: 8

Leave a Reply