Castlevania: The Complete Season Three

Bagi penggemar game Castlevania, dua season pertama Castlevania yang diadaptasi untuk Netflix pasti akan membuat kalian puas. Kedua season yang berjumlah 12 episode tersebut adalah adaptasi yang bagus untuk Castlevania III: Dracula’s Curse. Tiga karakter utama dari game tersebut: Trevor Belmont, Sypha Belnades, dan Alucard semua muncul di adaptasi animasinya untuk menghadapi dan mengalahkan Dracula. Maaf ya penggemar karakter Grant, dia tidak muncul – bahkan di season ketiga ini sekalipun. Season kedua sepertinya sudah berakhir dengan manis sebab Dracula sudah dikalahkan. Pertanyaannya menjadi: jalan cerita apa lagi yang bisa diangkat oleh Warren Ellis selaku penulis Castlevania?

Well, ada alasannya kenapa serial animasi ini judulnya Castlevania dan bukan Dracula. Walaupun Castlevania biasanya memang mendasarkan ceritanya antara pertarungan Dracula menghadapi klan Belmont, pakem itu dapat dibengkokkan sedikit oleh pencipta serial ini. Mengingat Dracula sudah tewas di season dua, terjadi sebuah vakum kekuasaan yang diperebutkan oleh berbagai klan vampir. Nah, klan vampir di bawah Carmilla menyadari hal tersebut dan dengan cepat mempersiapkan diri. Bersama dengan para saudari-saudarinya ia mulai menggalang kekuatan.

Di sisi lain Isaac, salah seorang bawahan dari Dracula (seorang Forgemaster – sosok yang bertugas menciptakan tentara kegelapan bagi Dracula) sudah siap untuk membalaskan dendam dari Dracula. Ia memulai perjalanannya menjelajah Eropa – mencari orang yang bertanggung jawab untuk kematian tuannya. Berkali-kali Isaac hampir melunakkan hatinya tetapi insiden demi insiden tragis mengeraskan kembali hatinya untuk membalas dendam.

Bagaimana dengan kisah para jagoan kita? Alucard sudah memutuskan untuk mengasingkan diri di dalam Kastil Dracula seorang diri. Ia memutuskan untuk menjadi penjaga dan pencegah supaya kuasa kegelapan tak bangkit lagi. Akan tetapi Alucard jadi nyaris gila di dalam kesepiannya tanpa sosok Trevor maupun Sypha di sisinya. Akan tetapi hari-hari sepi Alucard segera berakhir setelah kedatangan dua sosok Vampire Hunter muda yang ingin belajar darinya bagaimana melawan Vampir-Vampir yang masih tersisa…

Terakhir adalah duet Trevor dan Sypha. Keduanya menikmati bulan madu dari awal-awal jadian mereka. Sekarang mereka berpetualang keliling Eropa membasmi makhluk-makhluk kegelapan yang meresahkan orang. Akan tetapi petualangan mereka kemudian membawa mereka ke sebuah desa misterius yang menyimpan rahasia. Di sini keduanya bertemu dengan seorang pelawak nyentrik Saint Germain, yang membantu mereka menginvestigasi kejadian di balik desa ini.

Mengingat ada empat jalan cerita berbeda di Season 3 (dan semuanya berdiri sendiri-sendiri) ada kalanya season ini terasa berbeda dengan pendahulu-pendahulunya yang lebih sederhana secara struktur cerita. Tetapi saya menghargai apa yang dilakukan oleh kreator serial ini. Pada dasarnya kisah Castlevania dari Nintendo terbilang jauh lebih sederhana dibandingkan mitologi-mitologi mendalam Castlevania yang diperkenalkan setelah era Symphony of the Night. Serial ini berusaha menggabungkan keduanya dalam satu muatan di sini, dan mereka cukup berhasil melakukannya. Dari antara keempat kisah di atas masing-masing memberikan pengembangan terhadap karakter-karakternya. Kalaupun ada titik lemah dari keempat cerita ini, itu terletak pada kisah Alucard yang penutupan dari ceritanya dilakukan sedikit tergesa-gesa. Pun di akhir season ketiga semua karakter yang ada di dalam serial ini memiliki pola pandang yang berbeda akan dunia yang mereka tinggali. Juga membuat mereka bertanya-tanya, apakah dunia tanpa Dracula kemudian menjadi dunia yang lebih baik? Ataukah pada dasarnya kebencian Dracula kepada manusia itu sudah sepantasnya?

Kualitas animasi dari Castlevania Netflix memang tidak akan pernah bisa sefluid animasi-animasi Jepang tetapi season 3 ini memiliki cukup banyak perkembangan dari kualitas animasi season pertama dan kedua. Pertarungan-pertarungan yang dilakukan seru, terutama untuk dua episode terakhir di mana Isaac dipaksa bertarung dengan salah satu musuh klasik Castlevania dan di skenario lain Trevor dan Sypha melakukan tag team mereka. Di luar itu saya menghargai bagaimana detail dunia Castlevania dihidupkan di sini oleh tim animasi. Apabila dua season pertama scope Castlevania terasa kecil: sebuah perang personal melawan Dracula, maka di dalam season inilah kita baru benar-benar merasakan besarnya universe dari Castlevania – yang mungkin bahkan bercabang ke universe-universe lain! Penasaran dengan statement tersebut? Tonton dulu sebab saya tidak mau spoiler.

Pada akhirnya season ketiga Castlevania adalah sebuah season penjembatan konflik besar melawan Dracula pada konflik besar lain yang… saya sendiri belum tahu apa. Walaupun saya tak tahu apa yang akan terjadi di season empat, banter karakter ditambah dengan dunia yang kaya dengan mitologi membuat saya akan tetap mengikuti Castlevania.

Score: 8

Leave a Reply