Start With Why

Salah satu penulis buku manajemen dan bisnis yang paling terkenal di dunia adalah Simon Sinek. Banyak orang mulai mengenal Simon Sinek setelah videonya saat berbicara di konferensi TED menjadi viral. Judul dari topik yang dibawakan Sinek adalah Start With Why: Mulailah dari MENGAPA.

Bagi kalian yang tertarik untuk melihat video seminar tersebut bisa melihatnya di sini

Dalam video seminar yang dia lakukan di tahun 2009 itu Simon Sinek berargumentasi bahwa pemimpin-pemimpin yang hebat di dalam sejarah melakukan hal tersebut dengan menginspirasi orang-orang di sekelilingnya. Dan dari mana inspirasi itu timbul? Inspirasi itu timbul karena para pemimpin itu memulai karya mereka dengan “Mengapa” alias “Why”. Hal ini yang membedakan pemimpin-pemimpin inspiratif tersebut dengan pemimpin lain yang mulai dengan “Apa” alias “What”. Mereka yang memulai dengan “What” tidak akan pernah bisa sesukses mereka yang memulai dengan Why.

Salah satu contoh yang dipakai oleh Simon di dalam bukunya sebagai pembanding adalah: Apple dan Dell. Apple memulai konsepnya dengan Why. Tujuan Apple tidak pernah berubah dan tidak pernah tergantikan: mereka ingin menantang orde lama, mereka ingin menjadi the rebel. Dan karena itu dilakukan oleh Apple maka orang pun berdedikasi untuk membeli Apple. Itulah kenapa banyak orang menjadi loyalis dari merk tersebut. Bandingkan hal itu dengan Dell. Dell tidak punya passion, tidak punya alasan mengapa. Yang bisa Dell lakukan hanya memproduksi barang elektronik. Karena itulah Dell tidak punya pengikut yang loyal. Itulah sebabnya Dell, di mata pelanggan pada umumnya, adalah sesuatu yang bisa digantikan. Orang bisa mengganti Dell dengan merk lain seperti HP atau Toshiba tanpa ambil pusing. Di saat pelangganmu tidak loyal dengan kamu, mereka bisa terbujuk dengan hal lain seperti iming-iming marketing maupun iming-iming perang harga.

Tentu saja konsep Mulai dari Kenapa ini tidak hanya bisa diaplikasikan ke dalam bisnis semata. Martin Luther King Jr., pahlawan revolusi modern Amerika juga memulai pergerakannya dengan hal yang simpel. Ia memiliki mimpi untuk sebuah Amerika yang adil dan bijaksana (disebutkan dalam pidato Amerika yang terkenal ‘I Have a Dream‘). Bahkan bisa dibilang keberhasilan Donald Trump untuk menjadi Presiden Amerika pun karena ia mulai dari Kenapa; ingatkah kalian apa slogan Donald Trump? Apakah “I want to become a President” (alias What)? Bukan. Slogan dari pergerakan Donald Trump yang membuatnya bisa mengalahkan Hillary Clinton di tahun 2016 lalu adalah “Make America Great Again!“. Why over What.

Konsep berkesinambungan mulai dari WHY disambung dengan HOW dan berakhir dengan WHAT adalah kunci dari pembicaraan Simon Sinek yang sangat inspiratif tersebut. Sayangnya sampai di sana sajalah saya bisa merekomendasikannya.

Bagaimana dengan bukunya sendiri? Untuk meringkasnya: semua poin penting yang perlu kamu dapatkan dari konsep Start With Why sudah bisa kamu dapatkan dari video di atas. Start With Why adalah sebuah konsep sederhana yang mendadak meledak popularitasnya. Itulah kenapa Simon Sinek tergopoh-gopoh berusaha menulis sebuah buku akannya. Sayangnya, mengingat konsep ini sebenarnya cukup sederhana, ia lantas kedodoran dan kehilangan fokus memasuki pertengahan. Berulang kali buku ini seperti hanya mengulang-ulang nasehat yang sama dengan sedikit mencampur narasinya, seperti bagaimana pentingnya sebuah perusahaan tak kehilangan elemen Why-nya walaupun sang pendiri sudah tidak ada, bagaimana produk / What sebuah perusahaan tak boleh mengkhianati Why mereka, sampai betapa pentingnya elemen HOW bersinergi dengan WHY memberi kontribusi pada kesuksesan sebuah perusahaan / pergerakan. Toh pada akhirnya semua elemen itu bisa diringkas dengan lebih singkat dan pengulangan yang ada malahan membuat saya bosan. Secara singkat: buku ini terlalu bertele-tele.

Saran saya: tak perlu buang waktu untuk membeli ataupun membaca buku ini. Cukup lihat link video di atas, tonton, dan segera aplikasikan konsep manajemen ini dalam pekerjaanmu!

Score: 5

Leave a Reply