Gizmos

Hentikan saya kalau sudah pernah membaca kalimat yang akan saya ketik selanjutnya: Phil Walker-Harding kembali lagi dengan sebuah Board Games ba…

Oke, kenapa sih saya mereview Board Games karya Phil Walker-Harding… LAGI? Apa tidak cukup mereview game-game yang ia buat? Apakah tidak ada designer game lain yang saya sukai? Tidak, tidak, dan tidak. Sebenarnya kebetulan saja game dari Phil Walker-Harding (saya singkat PWH) acap kali saya review di sini. Itu karena Board Game yang ia ciptakan rata-rata sederhana dan beginner-friendly. Walhasil saya jadi sering membeli game karya designer Australia ini supaya bisa memainkannya dengan kebanyakan kolega saya yang non-gamer (baca: malas memainkan game berat).

Nah, bicara kembali soal Gizmos, melihat setup dengan banyak kelereng di dalamnya para pemain Board Game pasti akan teringat game Potion Explosion. Akan tetapi Gizmos is actually really different. Ini adalah sebuah Board Game tentang eksperimen pembuatan mesin-mesin dan memiliki mekanisme utama Engine Building. Mari kita bedah lebih lanjut.

Dalam setup Gizmos kita akan membangun sebuah wadah untuk meletakkan kelereng yang nantinya akan bersifat sebagai randomizer dari kelereng-kelereng yang akan keluar. Setiap pemain kemudian akan memiliki laboratori (player board) mereka masing-masing di mana mereka akan mulai menciptakan mesin-mesin ajaib. Di awal permainan akan berjalan dalam tempo yang sedikit lambat karena tiap pemain biasanya hanya akan mengambil kelereng (di sini berfungsi sebagai resource) atau membangun mesin (gizmos) awal mereka. Setelah dua atau tiga giliran pertama tempo akan mulai meningkat karena mesin-mesin yang sudah dibangun pada awal permainan akan melakukan kombo ini itu, menciptakan sebuah dinamika permainan yang menyenangkan dan membuat ketagihan. It’s really cool to pull off a combo! Permainan Gizmos kemudian akan berakhir saat ada pemain yang bisa membangun cukup mesin sesuai yang diminta permainan.

Kalau menganalogikannya dalam film Gizmos adalah sebuah film aksi yang mencapai sweet spot-nya di tengah film. Di awal permainan Gizmos memiliki tempo yang agak lambat dan semua pemain mengambil aksi yang mirip satu sama lain, baru menjelang pertengahan ketika mesin setiap pemain terbentuk berbeda akan ada kekerenan melihat setiap pemain mengeksekusi kombo-kombo yang sudah mereka persiapkan secara detail. Akan tetapi menjelang akhir permainan (terutama satu sampai dua turn terakhir) kombo yang ada agak sedikit kebanyakan sehingga ketika bermain dengan empat pemain akan ada downtime alias waktu menunggu yang agak lama bagi satu pemain – menunggu tiga pemain lain menyelesaikan kombo-kombo mereka terlebih dahulu. Terlepas dari itu semua, Gizmos masih sebuah permainan yang seru dan tidak sulit untuk dipelajari oleh siapapun.

Untuk kualitas komponennya, Gizmos memiliki kartu dengan touch yang bagus… but that’s not what you really want to know right? Pertanyaannya adalah: “penting tidak sih harus ada mesin kelereng yang cukup besar dan memakan tempat di meja itu?“. Kalau harus jujur maka tidak. Akan tetapi entah kenapa saya tidak merasa terganggu dengan alat randomizer yang ‘besar‘ ini (dan sebenarnya bisa digantikan dengan sebuah komponen dadu sederhana saja). Alat kelereng ini membantu gamer untuk masuk ke dalam theme ilmuwan sinting yang diusung oleh Gizmos. Memainkan game ini dengan kelereng membuat saya seakan-akan bertindak seperti Doc Brown atau Rick dari Rick and Morty – melakukan eksperimen sinting! Dibandingkan dengan Everdell dan pohon raksasa-nya (yang lebih tidak penting lagi), saya masih memilih gimmick yang diusung oleh Gizmos ini.

Kalau kalian penggemar dari game dengan mekanisme Engine Building yang bisa dimainkan dalam waktu singkat: Gizmos adalah jawabannya. Ya tampilan artwork dari game ini mungkin tak secantik Tapestry atau Wingspan, tapi kekurangannya dalam hal artistik / visual ditutupi sepenuhnya dengan kualitas gameplay yang solid dan membuat ketagihan. Can you make the best and most efficient gizmos of all?

Score: 8

Leave a Reply