Kaguya-sama wa Kokurasetai (Kaguya-sama: Love is War) – The Complete Season One

Salah satu anime yang menjadi breakout hit dari musim semi tahun 2019 lalu adalah Kaguya-sama: Love is War. Serial ini diangkat dari seinen manga karya Aka Akasaka. Kesuksesan season pertama anime ini membuat season keduanya diberi lampu hijau dan akan tayang di musim semi 2020. Seperti apa sih ceritanya?

Kalau tanya dengan kebanyakan orang masa apakah yang paling bahagia dalam hidup mereka: jawabannya pasti masa remaja. Itu adalah masa-masa yang penuh dengan manis pahit kehidupan. Mulai dari pusing belajar menghadapi ujian dan guru-guru killer, berteman dengan berbagai orang di kelas, sampai menghadapi hormon pubertas alias jatuh cinta. Hal tersebut juga yang dialami oleh Miyuki Shirogane dan Kaguya Shinomiya, pasangan ketua dan wakil ketua Organisasi Siswa sekolah Shuchiin.

Omong-omong soal sekolah Shuchiin, ini adalah sekolah yang sangat bergengsi sebab hanya murid-murid pilihan saja yang bisa masuk ke sekolah ini. Ada dua tipe murid yang bisa masuk ke sini: yang satu adalah murid yang datang dari keluarga konglomerat kaya raya (seperti Kaguya yang berasal dari keluarga super kaya) atau anak yang prestasinya super cemerlang (seperti Miyuki, yang hasil ujiannya di sekolah ini ranking pertama). Begitu briliannya kedua murid ini banyak murid di Shuchiin mengshipping mereka sebagai tandem yang serasi. Sebenarnya Miyuki dan Kaguya pun merasa demikian, keduanya sudah jatuh hati.

Akan tetapi! Kedua orang ini terlalu gengsi untuk saling menyatakan perasaannya satu sama lain! Oleh karena itu baik Miyuki dan Kaguya sama-sama menyiapkan kelicikan untuk menjebak yang lainnya menyatakan cinta terlebih dahulu kepadanya! Sungguh, cinta itu bak perang – sebab siapa yang menyatakan “Aku cinta kamu” dulu, pasti kalah!

Untuk dua tiga episode awal anime ini, saya kerap tertawa terpingkal-pingkal melihat ulah tolol Miyuki dan Kaguya yang ingin saling memperdaya tetapi malahan berakhir dengan mereka remuk redam masing-masing. Bagaimana Aka Akasaka menulis keduanya sebagai introvert yang walau dari luar terlihat sempurna tetapi di dalamnya memiliki banyak kelemahan dan insecure baru mulai kemudian terungkap di episode-episode berikutnya. Saya menyadari bahwa serial anime ini lebih dari sekedar ‘humor slapstick‘ biasa menjelang ending episode 3 saat bagian dari episode tersebut mengangkat sebuah kisah yang menyentuh hati.

Dan itu menjadi ciri khas dari anime ini selama 12 episode season pertamanya. Secara bergantian serial ini mengubah tone cerita mulai dari humor slapstick di mana Miyuki dan Kaguya berusaha saling memperdayai satu sama lain berganti ke momen manis keduanya. Melihat Miyuki dan Kaguya – di balik usaha mereka saling memperdayai satu sama lain – sebenarnya saling menyayangi dan saling melindungi membuat saya terkadang tersipu malu sendiri dengan betapa cute-nya mereka. Ah, dasar momen-momen remaja itu! Semua itu ditutup dengan klimaks di episode 12 yang membuat saya menitikkan air mata haru melihat perkembangan hubungan keduanya.

Bintang dari serial ini tentunya bukan hanya Miyuki dan Kaguya saja tetapi juga anggota dari kelompok OSIS sekolah Shuchiin lainnya dan this series got one of the BEST supporting character… EVER. Chika Fujiwara. Penulisan dari karakter Fujiwara benar-benar mengalir dengan baik, membuat dia tampil sebagai semacam Manic Pixie Dream Girl. Walaupun saya tahu tipe karakter gadis seperti ini klise, I don’t care. Chika Fujiwara is just a great, quirky, cute, girl. Baru setelah Megumi Tadokoro beberapa tahun silam saya akhirnya bisa menemukan sosok karakter waifu baru bagiku! Memberi ringkasan karakter Fujiwara secara singkat: kalian akan jatuh cinta pada hubungan Miyuki dan Kaguya – tetapi kalian akan jatuh cinta pada Fujiwara.

Tak hanya Fujiwara, anime ini juga memiliki beberapa karakter sampingan lain yang tergarap dengan baik di dalamnya termasuk Yu Ishigami, Ai Hayasaka, dan murid-murid Shuchiin lainnya. Di antara semuanya saya merasa hanya Yu Ishigami saja yang sedikit kurang tergali humornya di mana kebanyakan humor tentang dirinya sifatnya agak repetitif.

Saya sangat paham mengapa Kaguya-sama: Love is War menjadi salah satu anime terbaik tahun 2019 lalu. Dengan jalan cerita yang santai, karakter-karakter yang lovable, kegilaan dan kekocakan yang absurd (tetapi juga throwback yang pas untuk masa muda kita – pssst, ketahuan ini umur saya sudah tua!), this anime is a blast from start to finish.

Score: 9

6 comments

Leave a Reply