Dark Waters

Sebelum saya lanjut mengetik review ini… perlu diketahui ini BUKAN review mengenai film horor Jepang yang sempat beken dekade silam. Ini adalah sebuah film drama thriller baru yang diangkat dari kisah nyata mengenai perjuangan seorang pengacara melawan korporat raksasa di Amerika.

Robert Bilott baru saja mendapatkan milestone yang apik dalam hidupnya. Ia diangkat menjadi partner dalam lembaga hukum di mana ia bekerja. Kini merepresentasikan bagian dari Taft Stettinius & Hollister Robert siap mendapatkan gaji yang lebih besar dan tunjangan yang lebih baik dalam menghidupi keluarganya. Biro Hukum Taft bahkan sudah memiliki rencana ekspansi dengan menggaet DuPont, salah satu produsen kimia yang terbesar di Amerika. Rencananya ini menjadi berantakan ketika kenalan dari neneknya Robert meminta tolong kepadanya. Wilbur Tennant, nama sang petani kenalan neneknya itu, yakin bahwa ada yang meracuni ternaknya sebab semua ternaknya meninggal dunia. Robert pada awalnya tidak percaya tetapi karena tidak enak dengan sang nenek berusaha membantu sebisanya.

Penelitian dari Robert yang iseng berujung mengerikan ketika ia menyadari bahwa DuPont diam-diam membuang polusi yang luar biasa beracun ke tanah Amerika. Dan yang lebih mengerikan lagi, proses produksi yang dipakai oleh DuPont itu beracun untuk berbagai macam produk yang ia ciptakan seperti plastik dan alat-alat memasak di seantero dunia – nama dari bahan beracun yang diciptakan oleh DuPont? Teflon. Menyadari bahwa Robert adalah duri di dalam daging, DuPont menggunakan kekuatannya sebagai salah satu korporasi raksasa di Amerika untuk memerangi Robert habis-habisan.

Pertarungan antara Robert dan DuPont ini adalah sebuah kisah nyata yang sudah berlangsung puluhan tahun lamanya dan adalah sebuah eye opener bagiku. Kasus ini memang sempat meledak di surat kabar di tahun 2002 – 2004 lalu, tetapi di masa itu internet baru pada awal-awalnya sehingga penyebaran informasi dan tingkat viralnya tidak sama seperti sekarang. Baru setelah menonton film ini saya menyadari betapa mengerikannya kekuatan sebuah korporasi konglomerat macam DuPont di Amerika. Tak hanya mereka bisa memanipulasi fakta saja, mereka bahkan bisa memaksa pemerintah Amerika untuk tunduk pada keputusan mereka!

Kasus dalam Dark Waters ini tentunya juga menjadi sesuatu yang lebih personal bagi saya yang terlibat dalam dunia industri. Tanyakan pada setiap pengusaha di Indonesia dua lembaga apa yang paling mereka takuti? Saya yakin jawabannya pasti sama. Yang pertama adalah Pajak dan yang kedua adalah Lingkungan Hidup. Bahkan di kota di mana saya tinggal pun beberapa orang di desa kecil tengah bersatu untuk menuntut sebuah korporasi raksasa (salah satu LQ45 di Indonesia) yang lepas tanggung jawab menyebar polusi di wilayah mereka. Tak hanya itu, siapa yang bisa lupa dengan kasus Lapindo yang dilakukan oleh grup Bakrie? Rupanya kasus seperti itu tak hanya ada di Indonesia saja tapi bahkan di Amerika juga.

Film ini dituturkan dengan sangat baik sehingga mereka yang awam di dunia hukum (dan kimia) pun dapat mengikutinya dengan mudah. Adu pintar antara grup Robert dan grup DuPont dalam mencari celah hukum yang bisa mereka eksploitasi di Amerika membuat saya terus tegang sepanjang film – menebak siapa yang akan menang pada akhirnya. Saran saya: jangan cari Wikipedia atau Spoiler mengenai pertarungan legal keduanya supaya kalian tak kespoileran endingnya. Film ini juga digawangi akting yang sangat bagus dari Mark Ruffalo. Ruffalo tampil sempurna sebagai sosok pragmatis Robert – sekilas terlihat seperti sosok yang datar tapi di balik wajah datarnya menyimpan ragam emosi di dalam. Ini adalah salah satu akting terbaik yang saya lihat dari Ruffalo. Tak kalah bagus dari Ruffalo adalah aktor Bill Camp yang di sini menampilkan representasi wong cilik dalam Wilbur Tennant, orang pertama yang menyadari ada masalah di pertaniannya. Deretan casting ini dilengkapi oleh aktor-aktor berkelas lain mulai Tim Robbins, Bill Pullman, sampai Victor Garber. Satu-satunya artis yang saya anggap sedikit disia-siakan di sini adalah Anne Hathaway. Ia tampil bagus dalam peran yang diberikan padanya – terutama pada paruh kedua film ini – tetapi saya merasa porsi seorang Anne Hathaway seharusnya lebih besar dari sekedar begitu saja.

Secara keseluruhan Dark Waters jelas adalah salah satu film rilisan 2019 terbaik yang saya tonton. Eye-opening serta intens dari awal sampai akhir, ditutup dengan klimaks yang membuat saya menitikkan air mata penuh luapan emosi. This is a masterpiece from Todd Haynes. Well done, well done!

Score: 9

Leave a Reply