Castlevania: Harmony of Despair

Tahun 2001 sampai 2008 adalah masa keemasan bagi penggemar game Metroidvania. Kendati tren ini sebenarnya diawali oleh Symphony of the Night di tahun 1997 baru di tahun 2001 Konami menjadikan sistem Metroidvania sebagai salah satu pakem dalam penggarapan game-game Castlevania mereka. Mulai dari Circle of the Moon sampai Order of Ecclesia hampir setiap tahun ada perilisan satu game Metroidvania yang baru bagi para gamer. Akan tetapi setelah enam game yang dirilis secara beruntun sepertinya Konami sadar bahwa sistem ini tak bisa terus dipertahankan. Ya, Metroidvania yang menawarkan petualangan 2D non-linear which is a great system, tapi lama-lama gamer juga akan bosan.

Karena itu di tahun 2010 Konami memutuskan untuk berubah haluan, mereka merombak ulang sistem dari Castlevania dan mereboot timelinenya, sesuatu yang nantinya dikenal dengan timeline Lord of Shadows. Akan tetapi tak berarti Konami melupakan para gamer lawas, mereka terlebih dahulu menghadirkan Castlevania: Harmony of Despair, sebuah game Castlevania yang didesign untuk dimainkan secara multiplayer ramai-ramai dengan banyak orang. Ini tentu mengejutkan banyak orang sebab selama ini orang terbiasa memainkan Castlevania sebagai permainan solitaire satu orang.

Harmony of Despair adalah game yang menyatukan para hero Castlevania sebelumnya dalam satu game dengan tujuan utama mengalahkan Dracula. Sebut saja ini adalah Castlevania All Star; kalian mendapatkan para jagoan terkenal seperti Alucard, Soma Cruz, Jonathan Morris, Charlotte Aulin, sampai Shanoa. Sedikit ironis bahwa Juste Belmont malahan tidak ada di sini padahal judul game ini paling mirip dengan judul gamenya (Harmony of Dissonance). Mau tahu hal lain yang lebih menyedihkan? Walaupun klan Belmont adalah klan yang paling terkenal sebagai protagonis Castlevania semua wakil dari klan Belmont yang ada di game ini (Richter, Julius, dan Simon) hadir via DLC dan tidak dipaketkan dari game awalnya.

Gameplay dalam Harmony of Despair ini mirip dengan Metroidvania pada umumnya, bedanya kamu hanya menjelajahi satu seksi kastil Dracula yang ukurannya tak seberapa besar – kamu bisa selesai menjelajahinya dalam kurun waktu 15 – 20 menit (dan tiap stage memiliki timer 30 menit). Bedanya kamu di sini tak perlu menjelajahi kastil ini seorang diri, walaupun Harmony of Despair menawarkan opsi Single Player, ia didesign untuk dimainkan beramai-ramai bersama dengan temanmu. Setiap karakter dalam game ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing sehingga kalau memainkan dengan teman kalian akan memiliki backup yang menutupi kekuranganmu. Sebagai contoh: ada musuh yang lebih lemah menghadapi sihir sehingga Charlotte atau Maria lebih cocok menghadapi musuh seperti itu. Atau ada bagian-bagian tertentu dari sebuah stage yang lebih mudah dijelajahi dengan kemampuan Shanoa yang bisa menempel dengan kekuatan magnetnya. Setiap karakter juga mempertahankan ciri khas dari game mereka masing-masing: Alucard dan Soma misalnya, bisa memakai berbagai macam senjata sekaligus menggunakan kemampuan unik mereka (berubah dalam wujud tertentu untuk Alucard dan menghisap Soul bagi Soma). Bahkan para pemakai cambuk Vampire Killer ala Richter atau Julius atau Jonathan pun memiliki gerakan khusus mereka sendiri. Richter lebih kuat tetapi Julius lebih fleksibel mengarahkan serangan Vampire Killer miliknya.

Saat awal dirilis game Harmony of Despair hanya memiliki enam stage saja sehingga nilai replayabilitynya cenderung agak rendah. Game ini tidak didesign untuk bisa langsung ditamatkan dalam sekali main sebab kalian perlu melalui sebuah stage beberapa kali untuk ‘memperkuat’ karakter kalian, baik dengan mengalahkan musuh atau menemukan equipment-equipment baru yang bisa kalian pasang. Toh dengan memainkan game ini beberapa kalipun saya taksir tak butuh waktu lebih lama dari 8 jam untuk menyelesaikan keenam stage-nya secara sempurna. Untung saja setelah game ini dirilis Konami tak berdiam diri begitu saja melainkan merilis beberapa stage tambahan. Total jenderal sekarang ada 11 stage dalam Harmony of Despair, termasuk satu stage Origin yang menurut saya inovatif dan merupakan throwback yang manis untuk petualangan Castlevania yang pertama.

Kalau kalian suka dengan game-game Metroidvania tetapi ingin mencoba sesuatu yang berbeda dari permainan Single Player biasanya, saya menyarankan untuk mencoba Harmony of Despair. It’s a fun little game to play with your other Vampire Hunters.

Score: 8

Leave a Reply