Sanctum

Pernahkah kalian memainkan game Diablo yang populer dari Blizzard itu? Apabila kalian suka dengan tipe game seperti ini: dungeon crawler di mana karaktermu melakukan perjalanan (quest) dan lambat laun kamu menjadi kian kuat untuk menghadapi final boss di akhir petualanganmu? Kalau kamu suka dengan video game semacam ini maka Board Game karya designer Filip Neduk ini akan memuaskanmu.

Kota Sanctum terancam sebab sang Demon Lord bangkit dan menghancurkan kota tersebut. Harapan satu-satunya terletak pada pundak empat orang petualang yang bahu membahu berangkat menuju kota Sanctum untuk menghentikan sang Demon Lord. Bisakah kamu dan rekan-rekanmu mengalahkan Demon Lord dan mengembalikan kedamaian di dunia? Ingat, walaupun kalian semua sama-sama berpetualang, hanya akan ada satu dari kalian yang dicatat dalam sejarah sebagai pembasmi sang Demon King… siapa?

Sanctum memiliki gameplay yang linear di mana kamu berawal dari satu titik A dan terus bergerak sampai ke titik B. Dalam giliranmu kamu memiliki opsi untuk melakukan satu dari tiga hal berikut:

  1. Travel / Move : Dalam gerakan ini kamu akan bergerak maju satu langkah ke posisi terdepan, lantas menemukan monster untuk kamu lawan.
  2. Fight : Kamu bisa bertarung menghadapi semua monster yang sudah kamu temui dan kumpulkan dalam fase Travel / Move.
  3. Rest : Kamu boleh memakai Potion, mengenakan Equipment, serta menggapai Achievement yang telah kamu aktifkan.

Untuk sebuah game bertipe petualangan, saya terkejut bahwa Sanctum menawarkan sebuah pengalaman solitaire. Setiap pemain menjalani petualangan mereka sendiri-sendiri, menghadapi monster sendiri-sendiri, dan mendapatkan equipment serta skill yang khusus untuk mereka sendiri. Dengan kata lain apabila temanmu dalam kesulitan melawan monster maka kamu tak bisa menolong mereka, baik dengan cara menyerang monster yang ia hadapi ataupun menyembuhkan lukanya, dan begitu juga sebaliknya. Ini membedakan Sanctum dengan game-game sejenis semacam Descent.

Akan tetapi itu tak berarti pertarungan di dalam Sanctum tidak asyik. Game ini memiliki sistem Dice Modifier sehingga kamu bertarung dengan Dadu dan Equipment kamu dipakai untuk memodifikasi dadu yang ada. Secara keseluruhan Equipment dalam game ini terbagi dalam dua elemen: Merah yang mayoritas berfungsi untuk defense dan Biru yang mayoritas berfungsi menyerang. Satu lagi jenis Equipment dalam game ini berwarna Hijau yang merupakan Hybrid dari keduanya – memungkinkan kamu melakukan gabungan keduanya. Lantas bagaimana cara kamu mendapatkan Equipment dalam game ini? Ingat Monster-Monster yang kamu temui di dalam perjalananmu? Nah, setiap monster yang kamu kalahkan terkonversi menjadi Equipment yang bisa kamu pakai.

Jangan lantas berpikir bahwa memakai Equipment itu mudah. Mengumpulkannya setelah mengalahkan Monster hanya langkah pertama. Setiap Monster yang kamu kalahkan juga bisa ‘menaikkan’ Gems-mu. Setiap Gems-mu yang bisa kamu naikkan ke Level teratas akan bisa kamu pakai untuk memakai Equipment-mu. Misal kamu memiliki sebuah Equipment yang memerlukan tiga Gems berwarna Hijau sedangkan kamu hanya memiliki dua Gems berwarna Hijau. Yah, sungguh disayangkan tetapi kamu TIDAK BISA memakai peralatan tersebut. Silakan berburu Monster lain yang bisa membantumu menaikkan satu Gems Hijau lagi sehingga kamu punya tiga Gems berwarna Hijau di level teratas. Begitu saja? Tak semudah itu Ferguso, walaupun kamu sudah memiliki Equipment DAN memiliki Gems untuk memakainya, kamu harus melakukan fase Rest alias beristirahat dahulu sebelum bisa memakainya.

Nah ini semua yang membuat strategi dalam Sanctum terasa menarik dan berbeda-beda. Ada pemain tertentu yang mungkin langsung memilih menghadapi beberapa monster sekaligus secara bertubi-tubi. Ada juga yang mungkin lebih mau berhati-hati, menghadapi satu musuh, mengalahkannya, lantas mengupgrade Equipment yang ia pakai dahulu. Oleh karena itu kemajuan setiap pemain dalam petualangannya akan berbeda-beda… hingga mencapai gerbang kota Sanctum di mana petualang yang sampai terlebih dahulu harus menunggu rekan-rekannya yang masih hidup sampai. Dan setelah itu… FINAL BATTLE akan dimulai. Saya tak mau spoiler terlalu banyak soal ini tetapi yang jelas sang Demon King takkan semudah Monster-Monster cecurut yang kamu lewati sepanjang petualanganmu. Kalau kamu tidak siap dalam melawannya kamu bisa tewas hanya dalam satu atau dua ronde saja! Siapkah kamu?

Sanctum memiliki komponen yang baik dengan empat miniatur karakter yang berbeda-beda sebagai simbol karaktermu. Saya agak menyayangkan bahwa Demon Lord selaku Final Boss game ini hanya direpresentasikan dalam bentuk kartu saja. It would be much cooler kalau sang Boss memiliki mini raksasa untuk menunjukkan kesangarannya. Tapi hal ini masalah estetika saja dan saya bisa memahaminya, apalagi mempublish games dengan banyak minis di dalamnya bukan kebiasaan dari Czech Games Edition. Saya lebih khawatir dengan nilai replayability dari game ini. Setelah menyelesaikan game ini dengan empat karakter yang berbeda, apa lagi yang ia tawarkan? Jawabannya: tidak banyak. Tidak ada jalur lain yang bisa ditempuh oleh karaktermu, tidak ada subquest lain yang bisa ia ambil, dan tidak ada Final Boss alternatif yang bisa kamu hadapi. Nilai replayability game ini praktis mendekati nol karena saya tidak melihat diri saya memainkan game ini lebih dari satu atau dua kali saja.

Pada akhirnya Sanctum is a fun one-time gaming experience. Saya akan bersemangat memainkan game ini satu atau dua kali untuk menjajal mengalahkan Demon Lord dengan cara yang berbeda. Akan tetapi setelahnya saya tak mau menghabiskan waktu memainkannya lagi. Masuk dalam koleksiku? Sayangnya tidak.

Score: 6

Leave a Reply