Hadara

Benjamin Schwer pertama menarik perhatian khayalak Board Game dengan karyanya Crown of Emara. Karena game tersebut sukses, orang menanti-nantikan apa kira-kira yang akan dibuat oleh Schwer berikutnya. Dan… jawabannya adalah Hadara. Sebuah game yang mengedepankan mekanik Card Drafting ditambah dengan Engine Building untuk membangun Civilization / Peradaban yang kamu inginkan. Omong-omong, bagi mereka yang penasaran dengan apa arti kata Hadara… Hadara berasal dari bahasa Ibrani yang artinya: Ornamen / Perhiasan yang Cantik.

Dalam Hadara kamu ditugasi untuk membangun peradaban yang paling bagus dan megah. Kamu bisa menggapai tujuan ini dengan berbagai cara. Peradaban kamu memiliki empat barometer yang berbeda-beda, ditandai dengan warna yang berbeda-beda juga.

  1. Kuning : Uang atau Emas, merepresentasikan kekayaan peradabanmu.
  2. Merah : Militer, merepresentasikan kekuatan militer peradabanmu.
  3. Biru : Kultur, merepresentasikan tingginya kultur dalam peradabanmu.
  4. Hijau : Agrikultur, merepresentasikan kemakmuran pangan di peradabanmu.

Keempat statistik ini akan membantumu menggaet VP dan siapa yang berhasil mendapatkan VP terbanyak menjadi pemenang game ini.

Game ini terbagi dalam dua fase: A dan B. Dalam fase A, kamu mengambil kartu secara bergiliran dari lima tumpukan kartu yang tersedia: Kuning, Merah, Biru, Hijau, dan Ungu. Seperti yang bisa kalian tebak, keempat warna yang ada merupakan representasi untuk meningkatkan status bagi barometer mereka masing-masing sementara Ungu biasanya adalah kartu Spesial yang fungsinya berbeda-beda. Setiap pemain akan mengambil dua kartu, melakukan aksi Discard pada satu kartu sementara untuk kartu kedua bisa mereka beli untuk meningkatkan barometer peradabanmu atau menjual kartu untuk mendapatkan tambahan uang. Keputusannya sepenuhnya ada di tanganmu. Begitu semua kartu di dalam Draw Pile sudah habis, pemain akan mendapatkan Income sesuai dengan Barometer Kuning mereka, dan mereka memiliki kesempatan melakukan dua hal lain: Menyerang Desa dan Memahat Patung.

Untuk memilih opsi Menyerang Desa kalian perlu memastikan bahwa kekuatan militer peradabanmu CUKUP untuk menaklukkan desa tersebut. Apabila kalian sudah melakukannya kalian memiliki satu keputusan lagi: apakah kalian akan menghancurkan desa tersebut dan mengambil harta benda mereka (menambah uangmu) atau mengasimilasi mereka secara damai (dan menambah barometer tertentu dalam peradabanmu).

Kalau Menyerang Desa membutuhkan barometer warna Merah maka Memahat Patung butuh barometer warna Biru. Apabila kulturmu tidak cukup maka kamu tidak bisa memahat patung. Apa guna Patung? Dua hal: Patung pasti mendapatkan VP dasar tertentu di akhir permainan dan ada satu opsi tambahan saat selesai memahat patung, kalian bisa menggunakan patung itu untuk menambah barometer peradabanmu atau mengkonversi patung itu bonus VP tambahan (berarti kamu mendapatkan VP dasar DAN VP tambahan) di akhir permainan.

Setelah ini fase A selesai dan kalian memasuki fase B. Dari kartu-kartu yang tadinya sudah diletakkan di Discard Pile akan bisa dipilih pemain secara bergiliran, lagi-lagi untuk menambah barometer peradabanmu atau dijual untuk mendapatkan koin. Apabila kartu di Discard Pile semuanya sudah habis maka sekali lagi pemain akan mendapatkan Income sesuai barometer warna Kuning mereka dan diperbolehkan Menyerang Desa serta Memahat Patung apabila barometer-barometer warna yang bersangkutan cukup. Akan tetapi berbeda dengan fase A di akhir fase B kalian juga harus memberi makan semua penduduk kalian. Setelah semua kegiatan Income, Menyerang dan Memahat selesai dilakukan setiap pemain menghitung kartu yang ada di peradaban mereka lantas membandingkan jumlahnya dengan level barometer hijau. Apabila ternyata barometer hijau sama dengan atau lebih besar dari jumlah kartu di peradaban seorang pemain, penduduk dalam peradabannya semua mendapat makan dengan cukup dan mereka senang. Di sisi lain apabila level barometer hijau ternyata lebih kecil dari jumlah kartu di peradaban seorang pemain maka matilah orang-orang di peradaban tersebut karena kekurangan makan. Pemain harus membuang kartu-kartu sampai jumlahnya pas, lantas mengurangi barometer yang direpresentasikan oleh kartu-kartu yang dibuang.

Satu lagi peraturan tambahan: pemain juga boleh membeli Gold Medal dan Silver Medal di akhir tiap fase yang berfungsi sebagai bonus skor di akhir permainan.

Setelah fase A dan B selesai maka Epoch pertama dari permainan ini sudah selesai. Game ini akan berulang dua kali dengan cara yang sama di Epoch kedua dan Epoch ketiga. Setelah fase B dari Epoch ketiga, game selesai dan semua pemain menghitung jumlah VP yang mereka kumpulkan baik dari penduduk-penduduk yang ada, dari Desa-Desa yang mereka hancurkan / asimilasi, dari Patung-Patung yang ada, dan Bonus-Bonus tambahan lainnya.

Ketika saya mendeskripsikan Hadara saya rasa beberapa pemain yang sudah berpengalaman akan merasa bahwa ini adalah sebuah game yang mirip dengan 7 Wonders. Saya tidak menyalahkan mereka sebab game ini memang memiliki banyak kesamaan. Kedua game memiliki mekanisme utama Card Drafting dan membangun peradaban. Bahkan beberapa warna kartu pun sama. Merah misalnya adalah representasi dari kekuatan militer dan Ungu adalah representasi dari jenis kartu spesial di kedua game. Akan tetapi saya masih sedikit lebih suka Hadara untuk pemain-pemain pemula sebab ia tak seberapa membingungkan. Ingat kalau Card Drafting dalam 7 Wonders terkadang bisa membuat pemula bingung sebab mereka dihadapkan dengan begitu banyak pilihan kartu di tangan mereka saat awal permainan. Tidak dengan Hadara, dalam fase A setiap permainan kalian akan dihadapkan hanya dengan dua kartu: Discard satu dan pilihannya terserah untuk yang lainnya (Jual atau Beli). Ini sangat memudahkan pemain pemula tidak mengalami AP saat harus mengambil keputusan. Saya juga suka barometer peradaban direpresentasikan dengan angka sehingga mudah untuk melihat segi-segi apa saja dalam kulturmu yang sudah tinggi dan mana lagi yang perlu ditingkatkan. Saya menilai bahwa game ini cukup balance dalam permainan saya. Saat saya bermain empat orang yang ada semua mengambil strategi yang berbeda-beda dan skor akhir permainan terasa cukup ketat – kecuali untuk satu pemain yang tertinggal jauh karena keliru memahami peraturannya.

Satu game lain yang saya ingat saat memainkan Hadara adalah Splendor. Satu hal yang lupa saya sebutkan di atas tadi adalah saat membeli kartu-kartu dengan warna tertentu, kamu bisa mendapatkan diskon apabila sudah memiliki kartu dengan warna yang sama di peradabanmu. Katakanlah kamu ingin membeli kartu berwarna Kuning yang harganya 3 emas sementara kamu sudah memiliki dua kartu Kuning di peradabanmu, kamu cukup membayar 1 emas saja! Ini tentunya mekanik yang mengingatkan saya pada Splendor sekaligus menjadi pendorong gamer mencoba memaksimalkan peradaban yang berbeda-beda dalam tiap permainan mereka.

Pada akhirnya saya sangat suka dengan Hadara. Bagi saya game ini adalah 7 Wonders killer sekaligus sebuah game yang akan saya sarankan kepada mereka yang sudah paham dengan metode Card Drafting dan ingin lebih mendalami sistem Engine Building serta Set Collection. For a Light-to-Medium Euro Game dengan waktu main sekitar 60 – 75 menit, Hadara is perfect.

Score: 8

One comment

Leave a Reply