The Secret Life of Pets 2

Di tahun 2016 Illumination Entertainment menjadi anak emas dunia animasi. Di luar studio Pixar / Disney sepertinya sudah tidak ada studio animasi lain yang bisa menandingi mereka. Mereka baru saja meraup kesuksesan luar biasa di tahun 2015 saat Minions menjadi film pertama mereka yang mampu menembus angka sakti 1 Milyar USD. Di tahun berikutnya mereka langsung secara bertubi-tubi merilis dua film sekaligus: The Secret Life of Pets dan Sing. Walaupun keduanya tak sampai menembus angka 1 Milyar USD, keduanya menjadi hit besar dunia animasi, memastikan kalau Illumination Entertainment memiliki franchise lain di tangan mereka apabila sudah habis menggali franchise Despicable Me.

Dan mereka melakukannya di tahun 2019. The Secret Life of Pets 2 dirilis oleh Illumination Entertainment dengan hasil yang… mengecewakan. Apabila film pertama The Secret Life of Pets mendapatkan hasil mendekati 900 Juta USD worldwide, sekuelnya ini tentu diharapkan bisa menembus 1 Milyar USD, sebab sekuel film animasi biasanya mendapatkan hasil yang lebih besar dibandingkan prekuelnya. Tidak begitu dengan film ini, alih-alih melewati pendapatan film pertamanya, sekuelnya hanya bisa mendapatkan 433 Juta USD… bahkan tidak sampai setengah dari prekuelnya! What went wrong?

Di dalam film sekuelnya ini Max sudah bisa menerima keberadaan Duke sebagai anjing baru yang tinggal bersama dengannya. Akan tetapi hidup Max sebentar lagi akan berubah drastis ketika Katie, sang pemilik, bertemu dan jatuh cinta dengan Chuck. Keduanya segera menikah dan hidup Max berubah total saat kedua pemiliknya itu memiliki anak: Liam. Max dan Duke awalnya khawatir bahwa mereka akan dianaktirikan oleh Liam tapi ternyata tidak demikian adanya. Mereka justru jatuh cinta dengan Liam yang menggemaskan. Max terutama menjadi sangat overprotektif terhadap Liam dan khawatir akan segala hal.

Saya sedikit kesulitan untuk menulis mengenai plot dari film The Secret Life of Pets 2 dikarenakan film ini memang tidak memiliki satu plot cerita sentral. Dan itu yang bagi saya membuat film ini mengecewakan. Ketimbang menonton satu film layar lebar saya merasa menonton ini seperti melihat tiga episode TV yang digabungkan menjadi satu. Film ini memiliki tiga subplot berbeda: Max yang belajar untuk menjadi berani kembali, Gidget yang berusaha mengambil mainan Max yang ia hilangkan di kamar para kucing, dan Snowball yang berusaha menyelamatkan seekor harimau dari kekejaman sirkus binatang. Semua cerita ini tidak ada hubungannya satu sama lain sebelum ‘dipaksakan’ menjadi satu di penghujung cerita. Ketika dipaksakan malahan semakin kacau karena saya sebagai penonton tidak merasa peduli hubungan karakter dari satu subplot cerita berinteraksi dengan karakter dari subplot cerita lainnya.

Tambahan lagi film ini hanya memiliki durasi tayang tak sampai 80 menit, yang meyakinkanku bahwa skrip yang ditulis oleh Brian Lynch ini sepertinya dibuat cepat-cepatan supaya film sekuel bisa cepat digarap sebelum momentum film pertamanya hilang. Praktis dari ketiga subplot cerita yang ada saya hanya merasa segmen dari Gidget dan kekocakannya saat mengambil kembali mainan Max adalah yang paling lucu. Sisanya terasa seperti buang-buang waktu, termasuk karakter Rooster yang disuarakan oleh Harrison Ford. What a waste of talent for Ford to lend his voice to such a boring animated movie!

Jadi untuk siapakah The Secret Life of Pets 2? Hanya untuk anak-anak di bawah 10 tahun yang mungkin akan mengapresiasi energi dan kegegasan film ini. Bagi orang tua yang membawa anak mereka menonton? Hey, paling tidak ini cuma 80 menit jadi makan saja Popcorn yang kalian beli dan biarkan anak-anak kalian tertawa terbahak-bahak menonton tingkah ulah para binatang di film ini!

Score: 6

Leave a Reply