Metroid: Zero Mission

Salah satu ciri khas Nintendo adalah memiliki banyak franchise di dalam arsenal mereka. Mario, Zelda, Donkey Kong, Pokemon, Kirby, dan segudang karakter terkenal lain menjadi game-game andalan Nintendo. Salah satu karakter terkenal itu adalah Samus Aran: bounty hunter terkenal Nintendo yang pertama kali debut di video game NES: Metroid. Rilis di tahun 1986, Samus Aran mengejutkan dunia video game dengan ending rahasianya. Kenapa? Kalau gamer menyelesaikan Metroid di bawah waktu satu jam, akan ada ending khusus yang menunjukkan identitas Samus sebagai seorang wanita. Era 1986 tentunya berbeda dengan era sekarang di mana karakter wanita dalam video game sudah jauh lebih banyak. Di saat itu seorang gadis yang bukan sosok Damsel in Distress dan menjadi jagoan utama dalam gamenya masih sangat sedikit. Hey, bahkan Ellen Ripley dan Sarah Connor dari franchise Alien dan Terminator saja belum menahbiskan diri mereka menjadi Action Movie Heroine!

Nah, kesuksesan Metroid itu dilanjutkan dengan Metroid 2: Samus Returns di Gameboy dan mencapai puncaknya di Super Metroid pada SNES. Setelahnya franchise Metroid sempat tidur lama selama beberapa tahun tanpa ada game baru. Franchise ini baru bangun kembali dari tidur panjangnya di tahun 2002 melalui franchise Metroid Prime di Nintendo Gamecube dan Metroid Fusion di GBA. Sementara Metroid Prime memperoleh banyak penghargaan dan kemudian menghasilkan franchise sendiri (dengan apa yang kini dikenal gamer sebagai Metroid Prime Trilogy), orang juga sangat suka dengan Metroid Fusion di GBA, yang dianggap sebagai spiritual successor dari Super Metroid. Dan di sinilah Nintendo sadar bahwa mereka bisa menciptakan remake yang sesungguhnya dari Metroid pertama.

Metroid pertama adalah sebuah game yang… sudah kuno. Saya tidak menyangkal bahwa ketika pertama kali dirilis di tahun 1986 dulu ia adalah sebuah game yang groundbreaking. Game tersebut sangat masif, gelap dan sulit, sesuatu yang tidak normal untuk game dari Nintendo yang biasanya bersahabat bagi anak-anak. Di tahun 2004 Nintendo melalui game designer Yoshio Sakamoto memutuskan untuk menciptakan remake sepenuhnya bagi Metroid. Namanya? Zero Mission. Ini adalah cerita dari misi pertama Samus Aran.

Cerita dari misi pertama Samus Aran sebenarnya terbilang sederhana dan merupakan jumping point yang pas bagi pemain game baru serial ini. Samus Aran datang ke planet Zebes dengan satu tujuan: mengalahkan Space Pirate Mother Brain yang hendak menggunakan spesimen berbahaya Metroid untuk mengacaukan galaksi. Di awal kedatangannya Samus Aran masih lemah dan tempat yang bisa ia eksplorasi di planet Zebes tidak banyak. Akan tetapi perlahan tapi pasti Samus akan mengumpulkan banyak power-up sepanjang perjalanannya untuk bisa mengeksplorasi lebih banyak tempat lagi. Ini adalah formula orisinil eksplorasi Metroid yang kemudian ditiru oleh Castlevania: Symphony of the Night.

Tentunya kebanyakan gamer jaman sekarang lebih familiar dengan Castlevania sehingga memainkan Metroid: Zero Mission mungkin akan terasa membingungkan bagi mereka. Hal pertama yang perlu saya garis bawahi di sini adalah: Metroid tidak memiliki sistem Experience Point. Dengan kata lain kamu tidak perlu repot-repot melakukan grinding di satu wilayah tertentu hanya untuk memastikan Samus Aran menjadi lebih kuat untuk bisa mengeksplorasi wilayah lainnya. Itu tak berarti membunuh musuh tak memberi insentif kepada Samus Aran sebab setiap musuh yang tewas biasa menghasilkan energi maupun amunisi bagi Samus Aran.

Dikarenakan Metroid: Zero Mission adalah remake dari game NES (walaupun dengan gameplay modern ala Super Metroid dan Metroid Fusion) itu berarti playthrough dari game ini tidak (seberapa) panjang. Kalaupun gamer mengeksplorasi semua wilayah sampai 100% paling-paling hanya akan memakan waktu 4 – 5 jam saja. Bagi para expert Metroid mungkin bisa menyelesaikan game ini di bawah 3 jam! Satu hal yang baik dari Metroid adalah ia menghargai kedua jenis play style. Kamu akan bisa mengunlock gambar khusus di Gallery saat ending dengan mengeksplorasi selengkap mungkin dan kamu akan mengunlock gambar khusus lain lagi saat menyelesaikan game secepat mungkin dan dengan kondisi Samus Aran yang selemah mungkin!

Tentu saja perubahan dalam sisi gameplay bukan satu-satunya perubahan dalam Metroid: Zero Mission. Tanpa saya ingin memberi spoiler terlalu banyak: apabila kalian menyangka bahwa game ini sudah akan berakhir sesuai game aslinya, maka game ini masih menyimpan sebuah kejutan buatmu. Lompati paragraf berikut ini kalau kalian tidak mau kena spoiler.

SPOILER START

Setelah Samus menghancurkan Mother Brain game orisinil Metroid berakhir di sana. Tidak begitu dengan Zero Mission, ketika pesawat Samus meninggalkan orbit planet Zebes ia dicegat oleh ratusan pesawat Space Pirate yang ingin balas dendam akan kematian bosnya. Samus yang sudah melepaskan Power Suit-nya ditembak jatuh kembali ke Zebes dan praktis tak memiliki pertahanan menghadai Space Pirate sama sekali.

Ini adalah perubahan radikal dari sosok Samus yang sedari awal game sudah kamu bangun menjadi sangat kuat di penghujung game. Kekuatan Samus yang lemah ini membuat kamu harus bermain petak umpet dengan para Space Pirate yang memburunya. Momen-momen saat Samus harus mencari akal mengembalikan kekuatannya kembali adalah momen-momen paling intens di dalam game ini. Ini juga game pertama di mana Samus mendapatkan Zero Suit (dari Zero Mission) yang terkenal itu.

Dan ketika Samus Aran kembali mendapatkan Power Suit-nya, it is a glorious comeback moment, lengkap dengan iringan orkestra musik yang megah dan heroik.

SPOILER END

Kualitas audio visual dalam Metroid: Zero Mission bagi saya tergambar secara top notch. Ada beberapa tempat yang familiar bagi saya mengingat ini adalah Planet Zebes, planet yang paling sering dikunjungi dalam seri Metroid, termasuk dalam entrinya yang paling terkenal: Super Metroid. Dan itu juga membuat design dunia ini jauh lebih menantang daripada Metroid Fusion (yang menciptakan sebuah lokasi baru untuk dijelajahi Samus). Apabila design dunia Zebes dalam Metroid: Zero Mission tidak cukup baik, gamer akan kecewa dan selalu membandingkannya dengan Super Metroid. Untung saja, tim developer game ini menciptakan planet Zebes yang sempurna, kaya dengan design dunia dan lokasi eksotik berbeda.

Jadi bagaimanakah Metroid: Zero Mission? This is as perfect as a remake can be. Metroid: Zero Mission mengupgrade dan memperbaiki semua kelemahan dari Metroid. Dengan tambahan gameplay yang diadopsi dari Super Metroid dan Metroid Fusion dan memberikan balance baik antara cerita dan gameplay, Metroid: Zero Mission adalah game sempurna bagi gamer yang ingin berkenalan dengan Samus Aran untuk pertama kalinya ataupun bagi gamer yang ingin kembali menjajal petualangan pertama sang bounty hunter.

Score: 9

Leave a Reply