Res Arcana

Thomas ‘Tom’ Lehmann bukan nama baru dalam dunia Board Game. Para Board Gamer tentunya mengenal Tom sebagai pencipta game-game terkenal seri ‘for the Galaxy‘; yaitu Race for the Galaxy di 2007 dan sekuelnya Roll for the Galaxy di 2014. Ketika Res Arcana dirilis di tahun 2019 lalu beberapa reviewer Board Game dengan berani menyatakan game ini sebagai karya terbaik dari Tom Lehmann, benarkah itu? Sejujurnya saya tidak pernah punya pengalaman memainkan gamenya Lehmann jadi ini merupakan game pertamanya yang saya coba. Apakah saya akan jatuh cinta setelahnya?

Res Arcana memiliki theme Board Game yang sangat… generik. Dunia medieval, lengkap dengan Naga, Penyihir, Alkemis, dan sebangsanya. Saya sudah menguap ngantuk melihatnya. Yah, mungkin saya sudah keseringan memainkan Board Game sampai-sampai tema yang generik ala Dungeons and Dragons ini membuat saya bosan memainkannya. Paling tidak Res Arcana berusaha menutupi kegenerikan temanya dengan Artwork yang bagus. Artis Julien Delval bekerja dengan baik menciptakan setiap background dari kartu yang ada supaya membuat game ini terlihat menarik. Gambar Delval solid dan membuat game ini cantik dilihat – tetapi pada akhirnya ia tetap tidak bisa lepas dari kesan klise. Dari segi estetika, Res Arcana bukan sesuatu yang akan membuat kamu terkesan dari temanya.

Akan tetapi game ini menebus kegenerikan temanya dengan kualitas komponen-nya. Semua komponen dalam game ini mulai dari Game Board, kartu, sampai Token dibuat dengan kualitas yang tinggi. Warna-warnanya juga sangat berbeda satu sama lain sehingga memudahkan pemain mengenalinya. Tetapi poin plus utama dari game ini adalah ia datang dengan wadah kontainer sendiri. Ide brilian ini seharusnya diimplementasikan lebih banyak game lain – terutama bagi mereka yang memakai banyak token dalam permainannya. Setup (dan take down) game Res Arcana dan memainkannya selalu terasa sangat mudah sebab kontainer Token sangat membantu pemain mengatur komponen permainan. Dua jempol untuk publisher baru Sand Castle Games yang memikirkan kenyamanan gamer.

Kalau tema dan komponen sudah rampung saya bicarakan, pertanyaannya adalah bagaimana dengan mekanisme permainannya? Tom Lehmann mengimplementasikan beberapa mekanik permainan di sini tetapi yang utama hanya dua: Engine Building dan Card Drafting. Bedanya dek setiap pemain sudah tidak akan berubah sejak diberikan kartu di awal permainan. Awalnya saya khawatir ini akan membuat permainan tidak balance – terutama kalau pemain tertentu mendapatkan dek kartu yang lebih bagus daripada pemain lainnya. Kekhawatiran saya tidak terbukti sebab kartu satu dengan lainnya memiliki sinergi yang apik. Saya yakin bahwa Tom Lehmann sudah mengetes game ini berkali-kali untuk mencari sinergi terbaik dari tiap-tiap kartu yang ada. Tidak hanya itu, pemain juga masih bisa sedikit mengutak-atik arsenal kartu yang mereka miliki dengan cara membeli kartu Monument yang ada di tengah area permainan.

Pemain bebas menggunakan strategi apapun dalam bermain Res Arcana; tujuannya hanya satu: mendapatkan VP 10 secepat mungkin. Pemain pertama yang mendapatkan angka 10 akan kemudian menginisiasi ronde terakhir di mana ronde akan berakhir dan semua pemain kemudian menghitung poin masing-masing. Siapapun yang mendapatkan poin tertinggi juga menjadi pemenang permainan.

Res Arcana disebutkan sebagai sebuah game yang bisa dimainkan dari 2 – 4 pemain tetapi saya paling enjoy memainkannya sebagai game duel antara dua pemain. Bila memainkannya dengan cara seperti ini, game ini terasa seperti adu pintar dan adu kreatif dari dua pemain cepat-cepatan membangun Engine masing-masing untuk bisa mencapai angka 10. Kesan berbalap ini akan hilang dalam jumlah pemain yang lebih banyak, terutama karena elemen Take That yang bisa jadi bertumpuk-tumpuk ketika masing-masing pemain mau melakukan Take That dalam menyerang lawan-lawannya, melambatkan pacing permainan.

Game ini juga cukup user friendly di mana bila orang sudah memiliki sedikit pengalaman memainkan Board Game-Board Game awal (seperti Splendor dan Ticket to Ride), tidak akan kesulitan menangkap esensi permainan dalam game ini. Satu-satunya hal yang mungkin saya kritik dari permainan adalah ikonografi simbol yang rasanya kok terlalu ribet tanpa diberi teks penjelasan lebih lanjut di bawah. Saya menghargai usaha Tom Lehmann membuat game ini tidak bergantung pada bahasa tetapi di sisi lain saya akan lebih menghargai bila game ini bisa tetap menyisipkan penjelasan singkat mengenai efek masing-masing kartu di dalamnya.

Overall, Res Arcana adalah sebuah game ringan yang enjoyable buat dimainkan. Walaupun saya paling enjoy memainkannya sebagai game Duel ia pun solid dimainkan untuk game tiga – empat pemain, asalkan kalian bisa mengacuhkan elemen Theme yang generik, Res Arcana is a solid addition to your Board Game Collection.

Score: 7

Leave a Reply