Runway de Waratte

Anime yang artinya Smile on the Runway mungkin akan membuat kalian mengernyitkan dahi. Tersenyum? Bukankah itu sesuatu yang dilarang bagi para model di atas catwalk? Apabila seorang model berjalan di atas panggung fashion show, tersenyum adalah hal yang tak boleh mereka lakukan sebab itu akan mencuri perhatian para penonton dari baju yang seharusnya mereka tampilkan. Ingat bahwa dalam panggung fashion show, sorotan utama adalah baju dan bukannya model. Dengan judul seperti ini, sepertinya Runway de Waratte ingin mengubah persepsi para penonton.

Anime ini diangkat dari manga berjudul sama yang diserialisasikan di Weekly Shounen Magazine. Fakta ini sebenarnya mengejutkanku. Sebuah manga mengenai dunia model dan fashion design diterbitkan di majalah Shounen? Dan sudah bertahan sampai tiga tahun lamanya (memiliki 14 tankoubon saat artikel ini ditulis)? Pasti ada sesuatu yang spesial sampai karya ini mampu bertahan di tempat yang tidak semestinya itu. Kepopuleran dari manganya bahkan berujung pada penciptaan adaptasi anime oleh studio Ezo’la, salah satu studio animasi baru yang didirikan di tahun 2018.

Cerita Runway de Waratte memiliki dua protagonis yang datang dari dua latar berbeda tetapi memiliki impian yang saling berkaitan. Ikuto Tsumura adalah kakak tertua dari empat bersaudara dan berasal dari keluarga yang kurang berada. Oleh karena ini Ikuto harus memendam mimpinya masuk ke sekolah design dan selepas SMU memastikan bahwa dia akan langsung bekerja saja guna mendukung adik-adiknya. Di sisi lain Chiyuki Fujito adalah anak dari seorang pemimpin agency Model terkenal di Jepang: Mille Neige. Impian Chiyuki adalah menjadi seorang Model yang bisa berjalan di kota Paris. Sungguh sayang impiannya ini terhempas ketika saat remaja pertumbuhannya mandeg di tinggi 158 cm. Walau normal untuk gadis Asia, sebagai model dia masuk dalam kategori cebol. Boro-boro di Paris, bahkan di Jepang saja Chiyuki kesusahan mendapatkan pekerjaan.

Nasib mempertemukan mereka berdua dan membawa keduanya bersemangat menjalani mimpinya masing-masing. Ikuto berjanji tidak akan melupakan mimpinya menjadi designer pakaian lantas mencoba melakukan berbagai jenis pekerjaan serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Di sisi lain Chiyuki pun tak ingin tinggi badannya menjadi penghambat mimpinya menjadi seorang Model. Bagaimana keduanya saling mendukung dan berjuang meraih mimpi mereka adalah inti kisah dari Runway de Waratte.

Sedikit curhat, pekerjaan saya di dunia nyata ada di dunia garmen yang berarti saya sedikit banyak tahu mengenai apa yang terjadi di balik proses produksi pakaian. Saya puas melihat bagaimana Runway de Waratte berhasil menghidupkan dunia ini. Melihat ketegangan Ikuto yang harus melakukan revisi-revisi terakhir menjelang deadline membuat saya teringat dengan deadline-deadline yang kerap harus saya kejar. Dan tak sekedar seperti yang saya lakukan di dunia nyata (yang lebih banyak berfokus pada produksi massal sebuah pakaian), anime Runway de Waratte berfokus pada sisi kreatif-nya. Bagaimana Ikuto harus melewati creative block saat menciptakan design-design pakaian baru sampai pilihan bahan apa yang harus ia pakai membuat saya terus terpikat menontonnya. Dan itu baru setengah dari apa yang ditawarkan Runway de Waratte.

Seperti yang saya katakan tadi, karakter utama dari anime ini ada dua. Selain melihat proses penciptaan baju dari sisi Ikuto penonton juga melihat bagaimana Model menghidupkan visi para Designer itu saat memakainya. Banyak orang sering berpikir bahwa yang namanya Model itu hidupnya enak, sekedar berjalan lenggak-lenggok dan punya paras cantik sudah cukup. Sama sekali tidak benar. Walaupun faktor badan tetap menjadi pengaruh (itulah kenapa tinggi Chiyuki adalah hambatan terbesarnya), seorang Model tetap harus berdedikasi tinggi dalam profesinya. Makan dan olahraga yang teratur untuk menjaga kondisi badannya fit untuk macam-macam baju, melatih cara berjalan untuk bisa pas dengan tema baju yang dipakai, sampai melobi berbagai majalah dan agensi untuk membantu mereka mendapatkan pekerjaan. Semua itu tergambar secara lugas dalam anime ini.

Saya juga suka bahwa Runway de Waratte tak hanya berfokus terus menerus pada dunia fashion semata tetapi juga kehidupan pribadi karakternya. Seperti yang saya katakan tadi Ikuto memiliki kesulitan finansial dan hal tersebut tidak semata-mata dilupakan tetapi menjadi sesuatu yang terus berulang menghantuinya sepanjang serial anime ini. Tantangan yang harus dihadapi oleh Chiyuki juga tak serta merta hilang dikarenakan ia berdedikasi. Ini membuat semua kemenangan yang keduanya dapat – walaupun kecil – terasa manis dan memuaskan bagi penonton. Everyone loves to root for the underdog to win.

(LIGHT SPOILER WARNING)

Saya membaca beberapa kritikus anime ini mengatakan bahwa karakter Ikuto adalah seorang Gary Stu tanpa kelemahan apapun. Saya sama sekali tidak setuju dengan pandangan mereka. Sepertinya para kritikus tersebut harus membedakan tipe karakter Gary Stu dengan karakter introvert. Ikuto memiliki cukup banyak kelemahan yang saya lihat di sini dan saya heran kenapa para reviewer tersebut tak menyadarinya. Ia adalah seorang yang kerap ingin berusaha menanggung semua masalah seorang diri, ia juga terkadang lepas kontrol emosi saat tertekan, dan ia jelas seorang yang punya bakat menjadi Designer tetapi memiliki banyak kekurangan karena selama ini hanya belajar otodidak.

(LIGHT SPOILER WARNING END)

Mengingat studio Ezo’la adalah studio baru saya terkesan dengan gaya mereka menciptakan animasi ini. Di dalam anime ini ada dua kali Runway show dan mereka menggambarkan keduanya dengan bagus, memadukan baju serta musik yang menyertai jalannya para model tersebut. Akan tetapi itu tidak berarti animasinya sempurna. Jalan cerita anime ini menyatakan kalau cara ‘berjalan’ setiap Model bisa berbeda untuk menghidupkan baju masing-masing yang mereka pakai. Dalam hal ini Ezo’la sepertinya masih kesulitan menganimasikannya sehingga setiap gerakan setiap model dalam berjalan terlihat sama satu dengan lainnya. Bagi saya ini merupakan kekurangan terbesar bagi Runway de Waratte.

Tapi itu bisa dibilang hanya nitpicking saja. Kalian yang ingin tahu lebih banyak soal dunia fashion atau sekedar ingin menonton sebuah animasi yang seru tetapi juga penuh kehangatan harus menonton Runway de Waratte. Ini jelas adalah salah satu anime terbaik di tahun 2020.

Score: 9

Leave a Reply