Dragon Castle

Dragon Castle adalah Board Game keluaran CMON di tahun 2017 dan merupakan hasil kolaborasi dari tiga designer: Hjalmar Hach, Luca Ricci, dan Lorenzo Silva. Di antara ketiganya saya cukup familiar dengan Hjalmar Hach dan Lorenzo Silva baik dari game buatan mereka secara terpisah (Potion Explosion dan Photosynthesis) maupun kolaborasi mereka lainnya (Railroad Ink). Mengingat ini merupakan hasil kolaborasi pertama mereka, seberapa bagus sih sebenarnya Dragon Castle itu?

Saya yakin hal pertama yang akan disadari para Board Gamer ketika memainkan ini adalah Tile-Tile yang digunakan dalam permainan, sebabnya Tile yang dipakai di dalam game ini sangat mirip dengan permainan klasik dari negeri tirai bambu: Mahjong. Sejujurnya saja saya tidak pernah bermain Mahjong seumur hidup – saya bahkan tidak tahu bagaimana cara bermain Mahjong, sehingga saya tak bisa membandingkan seberapa miripnya permainan klasik Cina tersebut dengan game ini. Jadi mari kita langsung melompat ke dalam review Dragon Castle. Is this a good game?

Dalam Dragon Castle kamu adalah salah satu Raja yang ingin mendapatkan berkah dari sang Elder Dragon (Tetua Naga). Elder Dragon hanya akan memberkahimu apabila kamu menjadi pendiri bangunan Dragon Castle (Kastil Naga) yang tercantik. Kamu bisa membangun Dragon Castle di teritorimu dan bersaing dengan pemain-pemain lain untuk menciptakan bangunan yang terindah. Di awal permainan masing-masing pemain akan mendapatkan satu papan permainan sendiri yang akan digunakan untuk membangun Dragon Castle mereka. Pada awalnya papan permainan setiap pemain kosong. Lantas di tengah-tengah meja akan diletakkan semua tile di atas papan permainan bersama. Setiap pemain secara bergiliran akan mengambil tile dari tengah meja untuk menyusun bangunan mereka.

Tile-tile yang ada di atas meja terdiri dari enam jenis warna dan masing-masing memiliki jumlah yang berbeda. Tile berwarna Merah, Hijau, dan Kuning memiliki jumlah tile terbanyak. Tile berwarna Biru dan Hitam memiliki jumlah tile lebih sedikit, sementara Tile berwarna Ungu memiliki jumlah tile yang paling sedikit. Dalam giliran mereka setiap pemain memiliki tiga opsi aksi yang bisa mereka lakukan:

  1. Mengambil Dua Tile dari tengah meja : Opsi ini bisa diambil pemain dengan beberapa aturan. Tile pertama yang diambil pemain harus diambil dari tingkat yang paling atas (papan permainan tengah biasanya memiliki tiga tingkat). Lantas Tile kedua yang diambil pemain boleh diambil dari tingkat berapapun tetapi HARUS MEMILIKI SIMBOL YANG SAMA dengan Tile pertama yang diambil pemain dan SALAH SATU SISI PANJANGNYA HARUS TERBUKA (tidak berdempetan dengan Tile lain).
  2. Mengambil Satu Tile dan Satu Shrine : Pemain mengambil Tile dari tingkat paling atas dan mengambil satu Shrine dari persediaan Shrine yang ada.
  3. Mengambil Satu Tile dan Mendiscard-nya : Pemain mengambil Tile dari tingkat paling atas dan kemudian tidak memasang Tile tersebut untuk pembangunan melainkan ‘membuang’nya untuk mendapatkan 1 VP.

Apabila Tile di tingkat ketiga dan kedua sudah habis, pemain mendapatkan satu opsi Aksi lainnya yaitu Summon Dragon. Summon Dragon akan mendapatkan 2 VP bagi pemain yang melakukannya sekaligus akan menjadi pendorong menuju akhir permainan. Apabila Summon Dragon sejumlah tertentu sudah dilakukan pemain maka permainan akan berakhir (walaupun masih ada Tile tersisa di tengah meja) dan skor setiap pemain akan dihitung.

Pemain bisa membangun Tile di wilayah mereka dengan cara menggabungkan minimal empat Tile yang memiliki warna sama. Apabila sudah ada empat Tile warna yang sama bergabung maka pemain harus melakukan konsolidasi akan Tile-Tile tersebut dengan cara membalik permukaan setiap Tile. Setelah Tile tersebut dibalik pemain juga akan mendapatkan opsi untuk bisa memasang Shrine (Atap) di atas permukaan Tile yang sudah dibalik. Pemasangan Shrine adalah hal yang optional sebab Tile yang sudah dipasangi Shrine tak bisa lagi ditumpuk oleh Tile yang baru.

Dragon Castle memiliki gameplay yang simple sehingga saya percaya semua orang mulai dari anak-anak hingga dewasa bisa memainkanya. Tambahan lagi orang tua rasanya akan lebih tertarik memainkan game ini sebab Tilenya yang serupa tetapi tidak sama dengan permainan Mahjong. Ingat, permainan Mahjong adalah salah satu permainan yang tertua di dunia dan hampir semua orang tua (walaupun bukan keturunan etnis Cina) pasti pernah tahu / melihatnya. Permainan ini praktis hanya sekedar ambil Tile, mencocokkan dengan simbol yang sama, lantas meletakkannya di atas papan permainanmu.

Kotak dari Dragon Castle terasa berat ketika diangkat dan itu membuktikan betapa sang publisher, CMON, tidak main-main dengan kualitas komponen game ini. Saya sangat – sangat suka dengan kualitas setiap Tile dalam game ini. Setiap Tile memiliki engrave simbol-simbolnya sehingga membuat game ini terasa berkualitas. Tile-nya pun memiliki ‘bobot’ sehingga enak ketika dipegang dan diangkat dengan tangan. Kalau ada kelemahan kecil dalam komponennya, itu adalah karena CMON sepertinya terlalu berfokus dengan kualitas Tile dan sedikit melupakan kualitas papan wilayahnya yang agak terlalu tipis. Di sisi lain Artwork di tiap-tiap Papan dan di kartu Special yang diilustrasikan oleh Cinyee Chiu sangat indah dengan gaya watercolor yang memberi kesan ancient, eksotik, sekaligus misterius.

Pada akhirnya Dragon Castle adalah sebuah Board Games yang saya rekomendasikan untuk para pecinta Board Game Family. Ia memiliki replay value yang cukup tinggi sebab tidak hanya tatanan setiap Tile akan berbeda dari game ke game, kalian pun bisa mencoba konfigurasi tengah Papan yang berbeda untuk setiap game. Tidak puas hanya itu? Game ini juga menyertakan kartu-kartu Spesial khusus yang memberi pemain bersangkutan mengeksekusi aksi sesuai yang ditunjukkan di atas kartu. Semua hal kecil ini menambah variasi permainan sehingga Dragon Castle takkan membosankan walau kamu memainkannya berulang-ulang kali. Packaging yang fantastis ditambah dengan gameplay yang solid. Well done, CMON!

Score: 8

Leave a Reply