#Alive

Demam Zombie benar-benar tengah melanda Korea. Saya baru saja menonton film Peninsula, sekuel dari Train to Busan, dan ternyata sebelum film tersebut dirilis, ada film Zombie lain yang disutradarai oleh Cho Il-Hyung. Judul dari film ini adalah #Alive, dan menjadi salah satu film pertama yang ditayangkan setelah era pandemik COVID-19.

Film #Alive ini dibintangi oleh aktor Yoo Ah-In yang berperan sebagai seorang Streamer Youtube: Joon-Woo. Joon-Woo termasuk seorang gamer yang anti-sosial sehingga ia jarang melihat berita di luar. Ketika ia terbangun, Joon-Woo menyadari bahwa ia tinggal seorang diri di apartemennya. Keluarganya yang lain tengah pergi untuk berbelanja. Joon-Woo santai dan login ke dalam Komputernya. Di sanalah ia kemudian menyadari hal yang aneh.

Saat Joon-Woo melihat keadaan di luar dari jendelanya, ia menyadari bahwa penghuni kompleks Apartemennya sudah panik luar biasa. Sebuah Pandemik aneh menyebar, mengubah orang-orang di dalamnya menjadi Zombie yang buas. Para Zombie tak segan menghabisi dan memakan survivor yang ada. Joon-Woo bersembunyi di Apartemennya. Hari demi hari berlalu dan tanpa adanya kontak dengan dunia luar, Joon-Woo pelan-pelan menjadi makin gila.

Bagaimana nasib keluarga Joon-Woo? Bagaimana juga dengan nasib Joon-Woo bila ransum makanan dan minumannya nanti habis?

Film #Alive diangkat dari sebuah skrip penulis skenario Amerika Matt Naylor yang berjudul Alone. Skrip ini kemudian diutak-atik supaya pas dengan kultur di Korea. Hasilnya memang layak diacungi jempol. Durasi film yang hanya sepanjang 90 menit memastikan bahwa pacing film selalu bergerak cepat. Penonton tidak pernah diberi downtime yang terlalu lama, layar terus menyuguhkan momen intens baru yang harus dihadapi oleh Joon-Woo untuk bertahan hidup.

Bicara soal Joon-Woo, saya salut dengan akting dari Yoo Ah-In. Ada satu momen di tengah film di mana kekalutan Joon-Woo dan kesepiannya semua memuncak menjadi satu, dan akting Yoo Ah-In mampu menjual perasaan Joon-Woo kepada penonton.

(SPOILER)

Di sisi lain, kemunculan dari karakter protagonis kedua di film ini: Kim Yoo-Bin, mengubah tone di pertengahan film ini supaya tidak monoton. Tepat ketika saya merasa bahwa film ini sepertinya sudah memeras semua kemampuan Yoo Ah-In untuk berakting seorang diri, kehadiran Yoo-Bin yang diperankan oleh artis jelita Park Shin-Hye membuat film #Alive kembali fresh.

(SPOILER END)

Masalah saya dengan film #Alive adalah bagaimana kelakuan Zombie di dalam film ini tidak konsisten dari satu adegan ke adegan yang lain. Di dalam satu adegan di awal film, seorang Zombie digambarkan menyerang Zombie yang lain, saya menyangka itu merupakan sesuatu yang inovatif dan tidak banyak saya jumpai di film Zombie lainnya. Tetapi di pertengahan film, ternyata hal ini tidak lagi ditunjukkan dan para Zombie bekerja sama lagi satu sama lain seperti biasanya.

Kemudian di adegan lain para Zombie sepertinya sangat mudah terpancing dan melacak sumber suara, tetapi di adegan lain ada kegaduhan yang luar biasa terjadi tetapi para Zombie seakan tidak peduli dengan kegaduhan tersebut. Ketidak-konsistenan ini membuat pengalamanku menonton film #Alive menjadi terganggu.

Toh pada akhirnya, apa yang hendak diangkat oleh #Alive bukanlah soal teror Zombie semata tetapi mengenai semangat pantang menyerah dan tetap bertahan hidup, no matter what. Sebuah pesan moral yang sangat mengena, terutama bagi banyak orang di dunia yang saat perilisannya masih ‘bertarung’ dengan virus Corona dan harus terkurung di rumah.

Terlepas dari itu, this is not that special a movie, jauh lebih kompeten ketimbang Peninsula, tetapi secara keseluruhan tidak spesial.

Score: 7

2 comments

  1. Resep bikin film zombie survival terbaik itu, bikin plot sederhana dan dangkal, lalu fokus ke pendalaman karakter doang.
    Peninsula itu banyak maunya, semua tema dimasukin, jadinya malah gak ada yang menarik.

Leave a Reply