Santorini

Banyak penggemar Modern Board Game yang kurang menyukai game Strategi Abstrak. In fact, banyak teman saya yang tak menyadari kalau Strategi Abstrak termasuk Board Game. Bahkan sekarang saja ketika saya mengatakan kalau Catur atau Go termasuk Board Game, beberapa orang melihatku tak percaya. Mungkin karena Board Game tersebut terasa begitu Themeless-lah orang tak menganggapnya Board Game… mereka menganggapnya olahraga otak!

Salah satu Modern Board Game yang memiliki mekanik Strategi Abstrak yang terkenal adalah Santorini, karya Doktor Gordon Hamilton. Santorini pertama kali diciptakan oleh designer Board Game yang dikenal dengan nama Gord! ini pada tahun 2004. Saat itu industri Board Game belum seterkenal sekarang dan Santorini tak pernah menjadi sebuah Board Game yang sangat amat populer. Sekian tahun kemudian namanya bahkan tenggelam.

Gord! sang Designer tidak menyerah, ia terus menyempurnakan konsep dari Santorini, menambahinya dengan berbagai mekanisme unik di atas konsep dasarnya, dan pada akhirnya di tahun 2016 Santorini kembali dirilis dengan packaging dan design yang lebih wah. Permainan abstrak yang bisa dimainkan dari 2 sampai 4 (tapi terbaik dengan dua) pemain ini langsung meledak popularitasnya dan menjadi salah satu Board Game terpopuler hingga hari ini – empat tahun lebih semenjak peluncurannya kali kedua.

What made this Abstract Board Games so popular?

Kalau kalian pecinta traveling, rasanya pasti tahu nama Santorini, kota populer di Yunani yang dipopulerkan film The Sisterhood of Traveling Pants. Dalam Board Game ini tugas kamu adalah berperan sebagai pembangun kota Santorini. Setiap pemain memegang dua bidak yang bisa digunakan untuk bergerak dan membangun.

Setiap bidak bisa bergerak ke lokasi yang sama level atau satu level di atasnya pada delapan kotak sekelilingnya. Setelah bidak itu bergerak maka ia boleh membangun. Bangunan yang kamu buat bermula dari Level 1, Level 2, Level 3, dan sebuah Dome (Kubah Penutup). Apabila salah satu Bidakmu bisa naik ke Level 3 maka kamu akan memenangkan permainan Santorini.

Peraturan Santorini yang teramat sederhana tidak berarti game ini menjadi mudah untuk dimainkan. Saya telah beberapa kali memainkan permainan Santorini dengan pemain yang memiliki level Skill yang berbeda-beda, dan hasilnya jelas: pemain yang memiliki level Skill lebih tangguh mudah membantaiku dengan mengeluarkan strategi-strategi brilian yang tak pernah terpikirkan olehku dan tak pernah muncul saat aku bertarung menghadapi lawan yang biasa-biasa saja.

Santorini plays simple but has a lot of depth and complexity yang membuatnya sangat rewarding untuk dimainkan berulang-ulang kali.

Akan tetapi, sama halnya dengan Catur, Go, Shogi, dan permainan Abstrak lainnya, lama-lama kamu akan bosan bukan dengan cara bermain yang begitu-begitu saja? Itu benar. Tetapi Santorini tidak berhenti sampai di sana. Edisi kedua yang diciptakan ini juga menghadirkan 30 kartu Dewa yang bisa kamu pakai dalam permainanmu. Setiap Dewa ini memberi ‘blessing‘ / ‘power‘ sehingga mengubah dinamika permainan. Dewa tertentu misalnya akan membuat kamu bisa menaruh Kubah di level mana saja sementara Dewa lain memberi kesempatan Bidakmu berjalan dua kali.

Dengan kata lain, kekuatan para Dewa menambah replayability dalam game ini. Bagi mereka yang belum terbiasa disarankan memakai kartu Dewa yang berlevel Basic sementara yang sudah biasa bermain bisa memakai kartu Dewa yang levelnya Advance. Kekuatan para Dewa tentu saja mengubah dinamika permainan dan ‘memaksa’ pemain untuk kembali memikirkan game sederhana ini dengan strategi yang baru, baik untuk memakai kartu Dewa yang dimilikinya maupun untuk menghentikan kekuatan kartu Dewa milik lawan.

Kualitas komponen dalam Santorini pun terlihat cantik, apalagi setelah sebuah permainan yang sengit. Board 5 x 5 yang tadinya kosong melompong mendadak berubah penuh ditumbuhi dengan bangunan-bangunan dengan tingkatan-tingkatan berbeda, mulai dari Level 1 hingga Kubah, hasil dari empat Tukang yang ada di lapangan sibuk membangun sekaligus memblok. Saya mengacungkan jempol dengan bahan Plastik yang dipakai di dalam game ini sebab tidak terlihat murahan.

Pada akhirnya, this game is a no brainer for you who love Abstract Strategy Games. Kalian suka game semacam Onitama, Shobu, atau Connect 4? Santorini wajib masuk ke dalam koleksimu. Lantas bagaimana kalau kamu pecinta Modern Board Games yang mempedulikan Theme dalam sebuah Board Game? I say give this game a try: kekuatan para Dewa di dalam game ini membantu membuat game ini tetap tidak monoton dan memiliki dinamika berbeda… seru, apalagi bila kamu terbiasa bermain Board Game secara duel (dua pemain).

Mumpung masih Pandemik COVID-19 dan tidak bisa pergi tamasya jalan-jalan ke Santorini, ya marilah kita paling tidak membangun Santorini melalui Board Game ini. Tidak kalah fun, dan jelas lebih aman kok.

Score: 8.0

Leave a Reply