Skip to content

The Kingmaker

Mungkin banyak pembaca di blog saya yang tidak tahu tetapi saya lahir di Filipina. Ayah saya adalah seorang Filipina dan Ibu saya berasal dari Indonesia, membuat saya seorang anak yang dulunya tumbuh dengan dua kewarganegaraan. Dikarenakan hal tersebut, berita dan politik di negara Filipina sedikit banyak selalu menggaet atensiku, apalagi karena apa yang terjadi di negara Filipina sedikit banyak mirip dengan negara Indonesia.

Tidak percaya?

Coba dengarkan cerita ini.

Negara Filipina pernah dikuasai oleh seorang Diktator selama puluhan tahun lamanya. Diktator tersebut bahkan mengadakan Martial Law (Status Darurat Militer) dan menghilangkan prosesi Pemilihan Umum selama beberapa tahun lamanya untuk memastikan kelangsungan kuasanya. Selama keadaan Status Darurat Militer tersebut seorang lawan politik muncul tetapi dihabisi oleh sang Diktator yang khawatir bahwa lawan politik tersebut mengancam kekuasaannya.

Karena penembakan terhadap lawan politik itulah seluruh negara Filipina bergolak dan Istri sang lawan politik itu sukses menumbangkan rezim sang Diktator. Tetapi sebelum sang Diktator sanggup ditumbangkan, hampir seluruh rakyat Filipina turun ke jalanan dalam even yang dikenal sebagai People Power (kekuatan rakyat). Even reformasi Filipina ini membuka negara tersebut ke era yang baru.

Tamat? Happy ending? Nanti dulu.

To make the similarities even more similar, keadaan Filipina yang tak langsung secara cepat membaik membuat banyak orang perlahan tapi pasti lupa akan horor yang dialami pada masa Diktator tersebut – mereka melupakan pahitnya tetapi mengingat manisnya karena walaupun sang Diktator korup, di bawah tangan besinya ekonomi Filipina maju dan negara tersebut sempat menjadi satu dari Macan Asia (di era 1970an Filipina bisa dibilang negara terkuat di Asia Tenggara, jauh di depan Singapura, Malaysia, dan Thailand sekalipun). Andaikata sang Diktator masih hidup, mungkin ia akan mengatakan “Piye kabare? Enak jamanku to?“.

Tentu saja saya bicara tentang Ferdinand Marcos, seorang diktator yang sempat berkuasa di Filipina selama dua dekade lebih. Walaupun Marcos sudah meninggal dunia, istrinya Imelda Marcos kini menjadi salah seorang politisi paling kuat di Filipina. Dan Imelda hanya memiliki satu tujuan: mengembalikan kejayaan klan Marcos. Salah satu caranya adalah dengan mengangkat anaknya Ferdinand ‘Bongbong’ Marcos Jr, menjadi Wakil Presiden Filipina di samping Presiden Filipina Rodrigo Duterte.

Dokumenter ini adalah dokumenter yang diciptakan oleh Lauren Greenfield, yang sudah kerap membuat Dokumenter dengan tema-tema yang berani dan kontroversial. Saya pribadi sangat salut dengan bagaimana Greenfield mampu mendapatkan akses yang luar biasa banyak untuk merekam footage Imelda, Bongbong, dan banyak lagi sosok-sosok politisi terkenal di Filipina. Saya lebih kagum lagi dengan bagaimana Greenfield mampu mengontraskan apa yang terucap dari mulut Imelda dengan kenyataan dan fakta di lapangan secara gamblang, secara tidak langsung ingin menunjukkan kepada penonton bahwa Imelda adalah seorang penipu ulung – walaupun usianya sudah menginjak kepala sembilan.

Sayangnya, dokumenter ini kurang sempurna karena terlalu berat sebelah menjelek-jelekkan rezim Marcos. Apa yang tidak pernah disebutkan di dalam film ini (tetapi merupakan rahasia umum bagi mereka yang tinggal di Filipina) adalah keluarga Aquino – keluarga yang sanggup menumbangkan rezim Marcos – kemudian juga tumbuh menjadi salah satu keluarga yang menguasai Filipina. Dan untuk setiap ‘tipuan’ yang diucapkan oleh Imelda, ia tidak menipu dalam satu hal: faktanya adalah, selama 30 tahun semenjak rezimnya ditumbangkan, Filipina sebagai negara mengalami pertumbuhan yang lambat hingga disalip oleh negara-negara Asia Tenggara lain mulai dari Singapura sampai Vietnam. Tragis.

Apabila kalian ingin sebuah dokumenter yang membuka mata dan wawasan akan bagaimana politik bekerja di negara lain, saya menyarankan untuk menonton The Kingmaker. Mungkin setelah kalian menontonnya, kalian tidak akan merasa hanya negara Indonesia saja yang penuh dengan drama politik.

Score: 9.0

reviewapasaja View All

A movie, book, game, TV series, comic, manga, board game, bla bla bla, etc etc etc lover. He tends to ramble about a lots of stuff in life. You can follow in his IG page @dennisivillanueva for his daily ramblings.

Leave a Reply

%d bloggers like this: