Skip to content

Deca-Dence

Deca-Dence memiliki setting di dunia Post-Apocalypse, di mana manusia hidup di sebuah Benteng Berjalan (Walking Fortress) yang bernama Deca-Dence, ini terjadi karena dunia di luar Deca-Dence sudah hancur. Kota-kota yang dahulu ditinggali manusia sudah menjadi puing-puing belaka, dan di seluruh dunia dipenuhi dengan makhluk bernama Gadoll. Gadoll adalah jenis makhluk yang membantai manusia yang berkeliaran di luar.

Natsume adalah penduduk yang tinggal di dalam Deca-Dence. Dia adalah seorang Yatim Piatu yang ayahnya sudah meninggal dunia terbunuh oleh Gadoll. Mimpi dari Natsume adalah menjadi seorang Gear, sebuah kesatuan militer dalam Deca-Dence yang secara berkala keluar dari Benteng tersebut untuk menghabisi Gadoll. Tetapi jangankan menjadi seorang Gear, bahkan untuk menjadi seorang Tanker, tim yang menjadi backup dari para Gear, saja Natsume tidak pernah mendapatkan ijinnya. Sebaliknya, ia malahan dijadikan tukang bersih-bersih eksterior dari Deca-Dence. Di sana dia akhirnya bertemu dengan kepala Tukang Bersih-Bersih yang bernama Kaburagi.

Tadinya saya menganggap bahwa karakter utama dalam serial ini adalah Natsume, but I was wrong. Ternyata memasuki episode-episode berikutnya, Deca-Dence memberi sebuah plot-twist kepada penonton dan menunjukkan bahwa karakter utama dalam serial ini sesungguhnya adalah Kaburagi. Deca-Dence juga memiliki sebuah plot-twist dalam dunianya yang mengubah tone cerita secara keseluruhan memasuki episode keduanya. Ada beberapa hint yang sudah diberikan di episode pertama, tetapi kecuali kamu cermat, you are most likely going to be surprised in the second episode.

Deca-Dence disebut sebagai salah satu serial terbaik di tahun 2020 dan saya mengerti dari mana pujian itu berasal. Ini memang sebuah anime yang sangat solid. Saya suka sekali dengan bagaimana gaya animasi dari dunia di seri ini memiliki style yang berbeda-beda… I cannot say much more tanpa memberikan spoiler. Tapi kontras dari dua gaya animasi dalam serial ini tak lantas membuatnya seperti dua animasi yang berbeda dan bagi saya itulah poin terunggul dari Deca-Dence: ia mampu merajut jalan cerita yang ada menjadi satu keutuhan.

Animasi ini juga cukup cerdas untuk tak memberikan eksposisi yang terlalu berlebihan kepada penonton. Ada cukup eksposisi untuk membuat penonton mengerti mengenai apa yang terjadi pada dunia Deca-Dence, tetapi ia tak terlalu menjejali penonton dengan segala macam detail yang ‘membunuh’ fantasi penonton untuk mengisi beberapa lubang dalam cerita. Dan hubungan antara Kaburagi dan Natsume yang berawal dari mentor – murid menjadi sahabat terasa sebagai sesuatu yang riil dan heartwarming.

Pada akhirnya, Deca-Dence adalah sebuah anime yang solid. Sebenarnya terlepas dari satu plot-twistnya, serial ini tidak semindblowing yang disebut-sebutkan oleh reviewer anime. Tapi ia bukan serial yang hanya mengandalkan satu plot-twist itu saja untuk membuat dia menjadi anime yang memorable, tetapi tetap mengisi keseluruhan serial ini dengan world building yang solid, hubungan karakter yang menarik, dan animasi yang sangat cantik. Sebuah tontonan binge-able di akhir pekan!

Score: 8.0

reviewapasaja View All

A movie, book, game, TV series, comic, manga, board game, bla bla bla, etc etc etc lover. He tends to ramble about a lots of stuff in life. You can follow in his IG page @dennisivillanueva for his daily ramblings.

Leave a Reply

%d bloggers like this: