Skip to content

Jurassic World: Camp Cretaceous – The Complete Season 2

Salah satu kejutan besar bagiku adalah Camp Cretaceous tahun 2020 lalu. Serial animasi yang dibuat oleh Studio Dreamworks ini mengisahkan mengenai anak-anak yang terpilih menang dan tinggal di Camp musim panas di Jurassic World yang dinamakan Camp Cretaceous. Mengingat cerita di dalam film ini berjalan seiringan dengan Jurassic World yang pertama, mudah ditebak bahwa tak lama setelah anak-anak itu tinggal di sana, para Dinosaurus lepas dan insiden Indominus Rex terjadi.

Satu hal yang mengejutkanku terjadi di ending season pertamanya. Alih-alih sukses diselamatkan seperti ending film Jurassic World, anak-anak ini tertinggal di pulau, dan harus bertahan hidup sendiri di Isla Nublar. Now, their survival period truly begins.

Season dua diawali langsung dari akhir season pertama, di mana Darius, Kenji, dan teman-temannya harus berjuang hidup. Mereka tak punya waktu untuk bernafas santai, sebab pulau Isla Nublar sekarang tak lagi dihuni oleh orang – dan hanya oleh dinosaurus. Ini membuat setiap hari menjadi perjuangan bertahan hidup bagi kelimanya. Darius, selaku pemimpin dari grup ini, memutuskan untuk mencari Emergency Beacon yang bisa memancarkan sinyal supaya ada orang yang dapat mencari mereka. Dan karena tidak ada Jurassic World yang menjadi guideline cerita, serial ini lebih bebas berkisah.

Di sisi lain, di luar sepengetahuan kelima anak Camp Cretaceous, Ben, teman mereka yang tadinya disangka sudah mati karena diseret oleh Pteranodon, sebenarnya masih hidup. Bisakah keenam anak Camp Cretaceous ini berjumpa lagi? Akankah mereka diselamatkan oleh para orang dewasa yang menyadari bahwa mereka masih tertinggal di Pulau tersebut? Bisakah kita mendapatkan cameo baik dari Chris Pratt atau Bryce Dallas Howard di sini?

Cukup mengejutkan melihat Camp Cretaceous bisa begitu cepat mengeluarkan season 2 setelah season 1-nya dirilis September lalu. Saya mengasumsikan bahwa sebelum Netflix memberikan lampu hijau untuk season kedua, studio Dreamworks sudah melakukan proses pre-produksi untuk season tersebut. Hasilnya terlihat di season ini di mana walaupun waktu produksinya terbilang lebih pendek, kualitas animasi yang ada tidak turun, dan masih sebanding dengan season pertamanya. Jempol untuk tim Dreamworks yang bisa bekerja secara remote dalam produksi season dua (karena kendala COVID-19).

Saya juga suka dengan pacing dari season ini yang bergerak cepat dari episode ke episode. Sementara season lalu memiliki beberapa episode yang terasa seperti pengenalan dan stand-alone, season ini secara keseluruhan merupakan perjuangan konstan bagi para anak-anak untuk bertahan hidup. Kalian juga bisa melihat beberapa spesies dinosaurus baru yang diperkenalkan di dalam season ini.

Walaupun kita tahu bahwa cepat atau lambat anak-anak ini akan diselamatkan (dan harus segera – sebab dalam Jurassic World: Fallen Kingdom, Isla Nublar akan hancur), sepertinya itu belum terjadi di season kedua ini. Serial ini ditutup lagi-lagi dengan sebuah cliffhanger yang mengasyikkan dan membuat kita menanti apa yang akan terjadi di season ketiganya. I, for one, don’t mind.

Score: 8.0

reviewapasaja View All

A movie, book, game, TV series, comic, manga, board game, bla bla bla, etc etc etc lover. He tends to ramble about a lots of stuff in life. You can follow in his IG page @dennisivillanueva for his daily ramblings.

Leave a Reply

%d bloggers like this: