Skip to content

Great Pretender – The Complete Season Two

Saya agak bingung dengan format pemutusan season dari Great Pretender, jadi tolong benarkan bila saya salah.

Serial ini diciptakan oleh Wit Studio dan dirilis di Fuji TV Ultra langsung dalam satu format season anime yang keseluruhannya berjumlah 23 Episode.

Di sisi lain untuk distribusinya di Netflix (yang merupakan format yang saya ikuti), format rilisnya berbeda sebab dilakukan dalam dua season. Season pertama dirilis di bulan Agustus 2020, sementara season keduanya dirilis tiga bulan kemudian di November 2020.

Itulah kenapa saya memutuskan untuk membagi review serial ini juga dalam dua artikel yang berbeda.

Tapi itu tidak salah, sebab berbeda dengan season pertamanya, season kedua ini hanya memiliki satu Story Arc besar saja.

Season pertama serial ini dipecah dalam tiga Story Arc yang masing-masing terdapat di satu lokasi kota saja: Los Angeles, Singapore, dan London. Masing-masing, uniknya, juga membahas masa lalu dari grup Team Confidence. Kasus di Los Angeles membahas masa lalu dari Makoto, kasus di Singapore membahas masa lalu dari Abby sementara kasus yang ketiga membahas masa lalu Cynthia.

Kasus keempat ini lagi-lagi berfokus pada karakter Makoto tetapi selain itu juga berfokus pada karakter Laurent, yang adalah satu-satunya karakter yang masa lalunya belum tergali di dalam serial ini. Otomatis, serial ini jadi memiliki jumlah episode yang paling panjang: total mencapai 9 episode, yang membuat satu Story Arc saja: Wizard of the Far East.

Secara jalan cerita, saya merasa bahwa Wizard of the Far East memiliki jalan cerita yang bagus. Salah satu keasyikan menonton Great Pretender adalah rata-rata kisah Heist mereka semua memiliki kualitas plot yang hampir sama kuat (saya merasa cerita di Singapore adalah yang paling lemah), pun begitu kalau kalian biasa menonton film Heist, sepertinya tidak ada strategi yang dilakukan oleh Team Confidence yang akan mengejutkan kalian. Dan tentu saja, jangan terlalu sibuk mencari loop hole di serial ini – sebab saya jamin kalian akan menemukan lubang logika di plot kalau mencari terlalu detail.

Sebaliknya, saran saya untuk season ini sama saja dengan season pertamanya. Enjoy saja menonton betapa santainya tim ini berusaha menipu para korbannya, nikmati melihat indahnya kualitas animasi yang bak lukisan krayon pastel di layar TV, lantas jangan skip lagu Ending-nya karena The Great Pretender dari Freddie Mercury masih dipakai sebagai lagu penutupnya. What’s more to ask for?

Score: 8.0

reviewapasaja View All

A movie, book, game, TV series, comic, manga, board game, bla bla bla, etc etc etc lover. He tends to ramble about a lots of stuff in life. You can follow in his IG page @dennisivillanueva for his daily ramblings.

Leave a Reply

%d bloggers like this: