Skip to content

WandaVision

Sulit dipercaya tetapi setelah dari tahun 2010 – 2019 selalu ada konten MCU yang hadir baik melalui layar lebar, layar kaca, maupun Streaming, tahun 2020 adalah tahun pertama di mana kita selaku penikmat MCU tak mendapatkan apa-apa. Ini semua karena semua proyek MCU ditunda ke tahun 2021 gara-gara Pandemik yang mewabah. Mulai dari film Black Widow, The Eternals, sampai segenap serial-serial Disney+ jadi kacau balau timelinenya.

Tapi penantian lama dari para penonton sudah berakhir. MCU is back… with a vengeance. Dan sebagai pembukanya, penonton akan disuguhi salah satu tontonan paling berani dari MCU: WandaVision, yang digawangi oleh dua aktor – artis: Paul Bettany dan Elizabeth Olsen. Keduanya adalah mainstay Avengers semenjak Avengers kedua (Age of Ultron) tetapi perkembangan mereka seperti selalu kurang tergarap. WandaVision diharapkan bisa menjadi sarana untuk mengakali hal tersebut.

Hal pertama yang membuat orang keheranan menonton serial ini adalah formatnya dalam bentuk sitkom. Keluarga Olsen tentu tak asing dengan format ini mengingat kakak kembar Elizabeth sangat terkenal dari serial Full House. Elizabeth kecil pun kadang menjadi cameo di serial tersebut. Nah, di sini WandaVision memberikan homage dari genre sitkom dengan gaya sitkom mulai dari era 1950an dan 1960an yang belum ada warna, sampai pelan-pelan bermunculan warna, sampai ke era modern ala Malcolm in the Middle dan Modern Family.

Semua homage dalam bentuk sitkom itu dibalut dengan sebuah misteri sentral yang membuat penonton bertanya-tanya mengenai apa yang sebenarnya terjadi di Westview, tempat Wanda dan Vision berada. Mengapa mendadak Vision – yang seharusnya sudah mati – bisa hidup lagi? Dan kenapa mereka berdua mendadak main serial TV?

Disney+ mengambil pendekatan yang berbeda dengan Netflix dalam karyanya ini. Alih-alih strategy Binging, mereka memutuskan untuk memakai strategi The Mandalorian yang lebih tradisional, merilis episode demi episode setiap minggu, dan membangun rasa penasaran penonton. Believe it or not, it actually worked. Ingatkah kalian serial seperti Heroes dan Lost yang menggantung penonton dengan misteri demi misteri minggu demi minggunya supaya penonton kembali? WandaVision melakukan hal yang sama. Dengan berbagai misteri yang diungkap dan dikupas pelan demi perlahan, hype akan serial ini makin naik minggu ke minggu. It was a successful strategy for Disney+.

Penampilan Elizabeth Olsen dan Paul Bettany layak diacungi jempol di mana mereka bisa tampil dual sebagai sosok suami – istri yang penuh kasih sayang, dan mampu tampil lucu bak di sitkom saat diperlukan. Porsi dari keduanya juga cukup berimbang kecuali di satu dua episode di mana jelas serial ini lebih merupakan kisah bagi Wanda ketimbang bagi Vision. Still, Elizabeth Olsen is such a joy to watch, dan dia memiliki karisma yang sulit ditandingi artis-artis muda seumurannya, di luar mungkin hanya Jennifer Lawrence saja.

Sayangnya saya secara pribadi merasa kurang puas dengan penutup dari serial pendek ini (hanya berdurasi 9 episode saja). Saya merasa bahwa sepertiga akhir serial ini (memasuki episode ketujuh) mengalami penurunan kualitas dibandingkan episode satu sampai enam yang terus membangun misteri dan penasaran. Saya juga merasa bahwa serial ini seharusnya perlu berdurasi 10 episode ketimbang 9 episode dikarenakan ada momen di dua episode terakhir yang terasa terlalu gegas. Secara keseluruhan WandaVision masih sebuah tontonan yang solid tetapi it could be so much more.

Di luar Elizabeth Olsen dan Paul Bettany, saya sangat senang melihat tiga karakter lama kembali di serial ini, walau satunya memakai wajah baru. Bukan kebetulan melihat Randall Park dan Kat Dennings – keduanya juga veteran dunia sitkom muncul di serial ini. Dan kemunculan Teyonah Parris di sini sebagai Monica Rambeau dewasa adalah pengingat yang bagus bagi penonton bahwa Captain Marvel terjadi di era 1990an dulu. Ketiganya memiliki dinamika yang sangat bagus di tengah serial ini, dan saya agak menyayangkan bahwa chemistry antara ketiganya tak digali lebih dalam lagi.

Pada akhirnya, WandaVision adalah sebuah penanda bahwa akan ada keterikatan yang lebih dekat antara serial Marvel di saluran streaming dan di layar lebar – sesuatu yang tak pernah kita dapatkan melalui proyek Marvel Netflix dan Agents of SHIELD, Agent Carter serta Runaways dulu. Mari berharap kesuksesan ini berlanjut dengan proyek serial Marvel berikutnya.

Score: 7.0

reviewapasaja View All

A movie, book, game, TV series, comic, manga, board game, bla bla bla, etc etc etc lover. He tends to ramble about a lots of stuff in life. You can follow in his IG page @dennisivillanueva for his daily ramblings.

Leave a Reply

%d bloggers like this: