Skip to content

Pan-Am

Saya ingat nama Pan-Am pertama kali disebut dalam hidup saya 17 tahun yang lalu ketika saya menonton film berjudul The Aviator dari Martin Scorcese yang dibintangi oleh Leonardo DiCaprio. Dalam film tersebut Leonardo DiCaprio berperan sebagai Howard Hughes, seorang konglomerat asal Amerika, yang ingin memasuki bisnis Aviasi (Penerbangan) di Amerika tetapi dihalangi dengan Pan-Am yang merupakan kuasa dominan di penerbangan pada era tersebut.

Kenapa saya menyebutkan hal ini? Karena ini merupakan inti dari Board Game Pan-Am buatan dari Prospero Hall. Dalam Board Game ini kamu adalah pemilik dari Airline-Airline kecil yang membentuk rute-rute jalur di dunia. Akan tetapi selain berhadapan satu sama lain kamu juga harus menghadapi sebuah kekuatan Monopoli besar dunia: Pan-Am. Jalur-jalur yang sudah dikuasai oleh Pan-Am tidak bisa lagi kamu ambil sementara jalur yang kamu miliki bisa dibeli oleh Pan-Am.

Tujuan dari game ini adalah membeli saham dari Pan-Am sebanyak mungkin, dan siapa yang memiliki saham terbanyak Pan-Am di akhir game akan menjadi pemenangnya. Ingat, bukan siapa yang memiliki uang terbanyak di akhir permainan, melainkan siapa yang memiliki saham Pan-Am terbanyak.

Game Pan-Am mengimplementasikan mekanisme utama Worker Placement ditambah dengan Bidding. Ada 5 tempat utama di mana kamu bisa meletakkan Engineer (Worker) milikmu.

  1. Airport : Di mana kamu bisa membangun Airport
  2. City Right : Di mana kamu bisa mengambil sebuah kartu untuk memiliki hak terbang dan mendarat di kota tersebut
  3. Airplane : Di mana kamu bisa mendapatkan armada pesawat yang baru
  4. Route : Di mana kamu bisa membangun sebuah rute penerbangan baru dari satu kota ke kota lain
  5. Directive : Di mana kamu bisa mengambil sebuah kartu Directive yang mengijinkanmu melakukan kemampuan khusus

Yang menarik di dalam game ini adalah antara pilihan 1, 2, serta 3, kamu diijinkan untuk melakukan aksi bidding. Dengan kata lain walaupun Engineer milik lawan sudah ditempatkan di sana, kamu bisa melakukan aksi bidding dengan berani membayar lebih tinggi guna ‘mengusir’ Engineer lawan dari tempat tersebut, mekanisme ini cukup mirip dengan Stockpile – sebuah game tentang saham yang memakai mekanisme Bidding yang sama.

Setelah semua penempatan Engineer selesai dilakukan, masing-masing pemain melakukan aksi sesuai dengan spot di mana Engineer mereka ditempatkan, lantas Pan-Am akan melakukan ekspansi, dan pemain boleh membeli saham Pan-Am kemudian. Keseluruhan prosesi ini merupakan bagian dari satu ronde.

Lantas… ronde baru akan dimulai. Game ini berakhir setelah tujuh ronde berlangsung.

Saya selalu suka dengan game dari Prospero Hall dikarenakan mereka memiliki kualitas produk yang tinggi dengan harga yang ‘masuk akal’. Itu juga berlaku untuk Pan-Am; Hal pertama yang saya sadari saat membuka game ini adalah tampilan World Map yang sangat berbeda dari Board Game biasanya. Bandingkan dengan Board Game Pandemic yang merupakan World Map dunia yang biasa kita lihat, di sini World Map digambarkan agak berbeda karena berasal dari pusat Kutub Utara. Dengan demikian lokasi dari beberapa negara juga menjadi sedikit berbeda-beda. Sungguh merupakan cara yang unik untuk melihat dunia.

Saya juga senang dengan miniatur pesawat yang ditempatkan di game ini. Walaupun tidak ada miniatur yang bagus-bagus amat, semuanya memiliki perbedaan yang jelas dari pesawat kecil Trimotor yang hanya bisa melakukan penerbangan jarak dekat, sampai pesawat utama Jet yang bisa terbang dari benua ke benua. Saya yakin bahwa Board Gamer yang juga pecinta sejarah Aviasi akan lebih mencintai Board Game ini lagi ketimbangku.

Pada akhirnya, Pan-Am adalah sebuah Board Game dengan weight Medium yang cocok dimainkan oleh seluruh keluarga. Bahkan para anak-anak pun bisa enjoy memainkan game ini sebab game ini tak butuh pemikiran strategi jangka panjang yang terlalu berkepanjangan. Jangan salah, setiap keputusan tetap harus dipikirkan matang-matang, tetapi game ini tak melimpahi gamer dengan terlalu banyak keputusan yang membuatmu AP (Analysis Paralysis).

Satu-satunya nilai negatif yang bisa saya pikirkan dalam game ini adalah ia mengajarkan kepada gamer mengenai pentingnya dominasi dan monopoli dalam bisnis. Dalam dunia nyata, apa yang dilakukan oleh Pan-Am ini sudah pasti bakalan diinvestigasi dalam Antitrust Law seperti yang dilakukan pemerintah Amerika kepada Facebook. Then again, Board Game paling terkenal dunia: Monopoly, toh sudah mengajarkan konsep itu kepada anak-anak dari dini!

Score: 8.0

reviewapasaja View All

A movie, book, game, TV series, comic, manga, board game, bla bla bla, etc etc etc lover. He tends to ramble about a lots of stuff in life. You can follow in his IG page @dennisivillanueva for his daily ramblings.

Leave a Reply

%d bloggers like this: