Skip to content

Invincible – The Complete Season One

Kalau kita menyebut nama Robert Kirkman di kalangan pecinta Pop Culture, mayoritas orang akan mengenalnya sebagai pencipta dari komik The Walking Dead. Bisa dibilang karya dari Kirkman satu itulah yang membuat perusahaan Image bertahan di tengah gencetan the big two: DC dan Marvel. Akan tetapi Kirkman sebenarnya bukan hanya terkenal melalui komik The Walking Dead saja. Bahkan, sebelum saya mengenal dia melalui komik The Walking Dead, saya terlebih dahulu mengenal dia melalui…

Invincible.

Komik superhero karya Robert Kirkman ini berkisah tentang Mark Grayson, seorang anak biasa yang memiliki ayah luar biasa. Sang ayah: Nathan Grayson adalah Omni-Man, salah seorang superhero terkuat di muka bumi. Mark selalu hidup di dalam kekhawatiran bahwa ia tidak pernah bisa mendapatkan kekuatan seperti ayahnya dan menjadi manusia yang biasa-biasa saja. Akan tetapi kehidupan Mark berubah 180 derajat saat ia mendapatkan kekuatannya di masa pubertasnya. Sekarang ia sudah menjadi seorang superhero, hidup Mark sama memusingkannya – tetapi masalahnya berbeda dengan masalah remaja biasa…

Resensi komik Invincible yang saya tulis di atas saya tulis demikian sebab saya tak ingin memberikan spoiler apapun dalam serial ini. But believe me, this is not another kind of Sky High. Komik Invincible adalah salah satu komik superhero paling inovatif dan cerdas yang pernah saya baca, dan saya terkejut bahwa serial ini tidak pernah diadaptasi ke layar lebar maupun layar kaca (sama halnya dengan Y: The Last Man). Untunglah Amazon Prime dengan cerdas melihat jeli kesempatan ini dan membelinya (sebelum disabet oleh Netflix atau saluran streaming lainnya). Robert Kirkman sepertinya juga punya waktu untuk berfokus pada serial ini setelah selesai menamatkan komik The Walking Dead dan Invincible (juga serial The Walking Dead di AMC sudah mau tamat).

Premis dalam serial Invincible masih sama seperti komiknya. Mark masih seorang anak yang baru mendapatkan kekuatannya, Omni-Man masih ayahnya sang superhero terkeren dunia, dan elemen-elemen lain seperti kawan-kawan superhero Mark: Teen Teams juga masih ada di sini. Semuanya masih mirip, tetapi di saat yang bersamaan serial ini juga mengubah beberapa bagian dari komiknya menjadi lebih relevan pada jaman sekarang. Dalam komik, Mark terasa sebagai sosok yang agak santai dalam menjalani tugasnya sebagai superhero, agak terlalu santai malah sampai-sampai membuat dirinya tampak sedikit apatis terhadap kehidupan manusia secara general. Walaupun saya tahu itu adalah commentary Kirkman mengenai bagaimana Superhero memandang manusia biasa secara realistis, at times it made Mark seems a little distant. Penulisan Kirkman juga terasa sangat bocah di awal-awal komik Invincible. Tak mengherankan mengingat ia mulai menulis komik ini saat usianya baru 22 tahun. Semua kelemahan itu ia diperbaiki di serial ini. Mark langsung terlihat sebagai karakter yang lebih realistis dan ‘remaja’. Kalau ada yang mengatakan ia mirip dengan Peter Parker yang harus menghadapi masalah sehari-harinya, tidak salah. After all, alasan kenapa Spider-man sangat disukai adalah karena Peter Parker is a relatable teenager. Itulah yang berusaha ditiru oleh Kirkman dalam kisah ini. Dan ia berhasil melakukannya.

Kualitas animasi dalam serial ini sangat bagus. Delapan episode yang berdurasi 40an menit semuanya meniru artwork dari Ryan Ottley dan Cory Walker, dua ilustrator utama Invincible. Tak hanya bagus dalam adegan-adegan pertarungan yang besar, Invincible juga mampu menuturkan momen-momen tenang dan dramatis di dalam film ini secara apik. Ini adalah sebuah serial yang cantik untuk dilihat. Saya mengacungkan jempol untuknya dan meminta studio animasi Netflix menirunya. This series put to shame Dragon’s Blood dan Castlevania.

Turut membuat serial ini spektakuler adalah deretan pengisi suaranya. Steven Yeun, Sandra Oh, Zachary Quinto, sampai J.K. freaking Simmons semua mengisi suara dalam serial ini. Tak ketinggalan masih ada Mark Hamill, Zazie Beetz, Seth Rogen, Ezra Miller, sampai Mahershala Ali. Holy shit, that’s a whole cast of All Star in this series! Tak heran kualitas pengisian suaranya juga begitu top-notch. Spektakuler!

Pada akhirnya saya percaya bahwa kalau kamu ingin sebuah tontonan superhero yang tidak lazim dan sudah bosan dengan suguhan yang begitu-begitu saja dari Marvel dan DC, give Invincible a try. It’s a bloody good time.

Score: 9.0

reviewapasaja View All

A movie, book, game, TV series, comic, manga, board game, bla bla bla, etc etc etc lover. He tends to ramble about a lots of stuff in life. You can follow in his IG page @dennisivillanueva for his daily ramblings.

Leave a Reply

%d bloggers like this: